Minggu, 18 Juli 2010

“ Data dan Fakta Kristenisasi dan Pemurtadan di Bekasi “

“ Data dan Fakta Kristenisasi dan Pemurtadan di Bekasi “

Oleh: Ustadz Drs. Bernard Abdul Jabbar, MPd
(Dewan Dakwah Islam Indonesia/DDII, Kota Bekasi)

“ Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai “. (QS. At-Taubah: 32).
“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu “. (QS. Al-Baqarah: 120).
1. Dua puluhan anak-anak jalanan yang terdiri dari pengamen, pengemis dan anak-anak terlantar direkrut dan dipengaruhi untuk masuk Kristen pada awalnya mereka hanya diminta untuk menyanyikan lagu-lagu rohani Kristen ketika mengamen dengan diberikan upah atau imbalan yang sangat besar lalu mereka ditampung disalah satu rumah singgah dan ujung-ujungnya mereka diminta untuk pindah agama dengan jalan pemaksaan dan hal ini pun masih kerap terjadi disekitar perempatan jalan Kartini, Margahayu Bekasi dengan membagi bagikan sembako dan souvenir kepada anak-anak jalanan.
2. Seorang anak kyai di Tambun yang ketika itu berteman akrab dengan seorang pemuda yang mengaku baru masuk Islam kemudian mereka berpacaran sampai akhirnya pemuda tersebut mengajak menikah tapi alangkah terkejutnya anak pak kyai ini karena sipemuda pacarnya tadi mengajak menikah digereja bagai petir menyambar disiang bolong dia baru mengetahui kalau sipemuda itu adalah aktivis sebuah gereja yang pura-pura masuk Islam, nasi sudah menjadi bubur karena mau tidak mau dia harus menikah karena kehormatannya telah direngut dengan jalan paksa dihipnotis dengan sihir, Akhirnya iapun putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena menanggung malu yang amat sangat, begitu juga dengan pak kyai karena tidak tahan menanggung beban moral yang sangat berat akhirnya ia pun jatuh sakit dan meninggal dunia.
3. Ada seorang pemuda Kristen di Bekasi yang pura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang pemudi muslimah, setelah mereka menikah dan melakukan hubungan suami istri dan memerintahkan kepada temanya untuk merekam segala aktivitas yang mereka lakukan dengan mempergunakan video camera lalu dicetak kedalam CD dan diperlihatkan kepada isterinya dan diberikan alternative untuk memilih mau masuk Kristen atau CD akan disebarluaskan, karena tidak merasa kuat mental akhirnya ia memilih untuk masuk Kristen mengikuti suaminya yang ternyata adalah seorang aktivis gereja.
4. Pembagian sembako gratis dan pengobatan masal yang dilakukan oleh Yayasan Mahanaem yang berkantor di Rawalumbu dengan mendatangkan orang-orang miskin dari pelosok pinggiran Bekasi dengan dalih perlombaan tumpengan tapi justru yang mereka lakukan adalah pembaptisan masal terhadap orang-orang Islam yang tidak mengerti apa-apa, belum lagi mereka juga melakukan prosesi pernikahan massal sebanyak 200 pasangan orang Islam dengan pemberkatan cara mereka.
5. Juga pelecehaan dan penghinaan dan penghujatan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh seorang anak SMU serta penghinaan yang dilakukan oleh salah satu situs blog Bellamirnus di Bekasi yang membuat umat Islam menjadi geram dan marah.
6. Adanya kasus yang menimpa anak seorang pengurus FBR Bekasi yang didatangi oleh seseorang wanita yang menawarkan jasa untuk mengajari anaknya yang penderita autis dan keterbelakangan mental dengan tidak memungut bayaran tapi apa yang diajarkan sungguh sangat menyimpang dari yang sebenarnya, justru ia diajarkan hal-hal yang berhubungan dengan salah satu ajaran dan do’a-do’a nasrani.
7. Pembaptisan yang dilakukan oleh FHR terhadap salah seorang remaja muslimah di Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara dengan kedok pertemanan dan persahaban yang lama kelamaan mereka ajak untuk pindah agama.
8. Adanya upaya untuk mengajaak piknik atau rekreasi bersama dengan mengunjungi suatu tempat rekreasi kemudian membawa mereka mengunjungi gereja-gereja dan memperkenalkaan diri satu persatu apa yang ada dalam gereja serta diperintahkan untuk berdo’a bersama sesuai dengan ajaran Kristen, mereka dijemput disekitar pom Bensin dekat Rawa Panjang Bekasi dan dibawa dulu kesuatu tempat baru setelah mereka berkumpul semua mereka diberangkatkan ketempat rekreasi.

Demikianlah beberapa fakta yang terjadi di lapangn yang senantiasa akan terus berulang dan berulang kembali sehingga mereka dapat mewujudkan target besar mereka menjadikan dunia ini menjadi Kristen dan semua tunduk dibawah kekuasaan mereka.

Catetan dari kang Faisal al-Jawy, SPd (Front Anti Pemurtadan Bekasi/FAPB):
1. Tetaplah mempelajari agama Islam dengan menghadiri berbagai Pengajian ataupun Tabligh Akbar serta Seminar keIslaman dan acara-acara keIslaman lainnya yang bermanfaat bagi dirinya.
2. Tolaklah pembagian Sembako, Sauvenir yang tidak jelas, Bingkisan, dll yang bukan dari Umat Islam karena nanti anda akan digiring kepada agama mereka.
3. Janganlah mudah bagi Muslimah untuk berpacaran kepada orang yang belum jelas KTPnya Islam dan harus waspada kepada prilaku laki-laki yang patut anda curigai.
4. Wajib bagi umat Islam harus bersatu padu dalam penghadangan gerakan Kristenisasi dan Pemurtadan dan mengesampingkan masalah furu’iyyah (perbedaan agama), contoh Sholat pake Qunut atau tidak, Do’a berjama’ah selesai Sholat, serta masih banyak lagi lainnya, dan kita jangan membangakan/membedakan organisasi Islam lainnya baik dia Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama (NU), Persatuan Islam (PERSIS), Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (HASMI), Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT), Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), dan ormas-ormas Islam lainnya karena kita harus mengesampingkan Atribut ormas-ormas Islam kita dan kudu bersatu dalam panji Islam yakni kalimat Laa illahai illalloh Muhammadar Rasululloh (Tiada illah/Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Alloh dan Muhammad SAW Rasul/utusan Alloh SWT) dan patut kita mengatasnamakan Islam saja untuk melawan makar-makar musuh-musuh Islam itulah jalan terbaik.
5. Tetaplah Istiqomah membela Agama Alloh yakni Islam yang mulia dengan cara Menkaji Islam, Mengamalkan Islam, Mengajarkan Islam, Memperjuangkan Islam dan Membela Islam dengan berbagai cara dan menjalin Ukhuwah Islamiyyah diantara sesame Muslim dan perkuatlah pondasi Aqidah keImanan kita.
6. Mari kita satukan langkah kita untuk menghadang gerakan Kristenisasi dan Pemurtadan di Negeri titipan Alloh ini yang patut kita jaga.
7. Kudu kita waspadai ditempat tinggal kita rumah tinggal ataupun ruko yang dijadikan tempat peribadatan, karena sesungguhnya itu sudah menyalahi aturan yang berlaku dan wajib kita melaporkan kepihak berwajib untuk menindaknya ataupun kita lapor ke pengacara muslim yang ada di daerah/wilayah kita.
Kesimpulannya: Setelah kita melihat Data dan Fakta tersebut Maka sesungguhnya Kristenisasi dan Pemurtadan Bukanlah Isu melainkan Fakta dan Realitas, maka kita sebagai Muslim kudu waspadai gerakan non Muslim. Wallohu’ Ta’ala Alam bish Showab, Wassallam.
Sekilas info Buku-buku yang patut dibaca umat Islam tentang Kristenisasi dan pemurtadan:
1. Buku Sejarah Injil Dan Gereja, Penulis: Syaikh Ahmad Idris, Terbitan: Gema Insani Press (GIP), Jakarta, 1994M
2. Buku Menolak Mitos Trinitas (Bantahan Kalangan Kristen Yesus bukan Tuhan), Penulis: Wahyudi, SAg, Kata Pengantar: Abu Deedat (Ketua Tim FAKTA), Terbitan: Ahmed Deedat Publishing, Jakarta, 2005M.
3. Buku Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam Dokumen Kristenisasi, Penulis: Abu Deedat Syihab, MH, Terbitan: Pustaka Tazkia Az Zahra, Jakarta, 2005M.
4. Buku Jalan Dakwah, Penulis: Syaikh Mushthafa Masyhur, Terbitan: Pustaka Ihsaan, Jakarta, 1994M.
5. Buku Garis Pemisah Antara Muslim dan Kafir, Penulis: Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq, Terbitan: CV. Firdaus, Jakarta, 1992M.
6. Buku 100 Jawaban untuk Misionaris Kristen Ataukah Islam?, Penulis: KH. Abdullah Wasi’an, Terbitan: Pustaka Da’i, Surabaya, 1995M.
7. Buku Menikah dengan Non Muslim, Penulis; Syaikh Hasan Khalid, Terbitan: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2004M.
8. Buku Awas Kristenisasi & Bahaya Seruan Sinkretisme (Penyatuan) Agama, Penulis: Lajnah Ad-Da’imah Divisi Penelitian Ilmiah dan Komisi fatwa Kerajaan Arab Saudi, Terbitan: Darul Ilmi, Yogjakarta, 2005M
9. Buku Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi Al-Qur’an, Penulis: Ust. Agus Hasan Bashori, Terbitan: Pustaka As-Sunnah, Surabaya, 2003M.
10. Buku Al-Wala wal Bara’ (Loyalitas dalam Islam), Penulis: Syaikh Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hafidzhahulloh, Terbitan: Islamic Propagation Office In Rabwah Cabang Indonesia yang diterjemahkan oleh Penerbit: Team Akafa Press, Jakarta ( www.islamhouse.com ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar