Senin, 19 Juli 2010

“ Menangkal Pemurtadan “

“ Menangkal Pemurtadan “
Oleh: Kang Faisal, SPd
“ Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai “.
{QS. At-Taubah (9) : 32}.
“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu “.
{QS. Al-Baqarah (2): 120}.
Muslim memang mayoritas di Indonesia. Namun, gerakan Pemurtadan global yang mengancam bagai gelombang badai. Gejala pemurtadan yang dialamami eskalasi yang luar biasa. Hal itu ditandai dengan data statistic yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS)n tahun 1990. Tercatat bahwa dari 200.000.000 jiwa dan persentasi umat Islam mencapai 87, 3% (dibulatkan menjadi 90%). Sementara umat Kristen Protestan hanya 6%, umat Katolik hanya 3,6%, Hindu 1,8%, Budha 1% dan agama lain 0,3%. Sebagai da’i/umat islam kita tidak boleh berbangga dengan besarnya angka mayoritas, sebab data terkini mencatat, bahwa jumlah umat Islam menurun drastic. Dari 90% menjadi 75%. (Tabloid STAR edisi no. 43, tanggal 18-24 November 1999, Hal. 41).
Oleh karena itu, kita sebagai umat bertanggung jawab untuk menyelamatkan mereka, yang menjadi target pemurtadan tersebut. Semoga dengan mengungkap fakta dan data, realitas pemurtadan yang dialami oleh umat Islam dapat kiranya memperoleh perhatian serius, sebagai langkah-langkah kongkrit untuk menghadang pemurtadan. Dan membela agama, menjadi kewajiban dasar bagi setiap Muslim dan Muslimah.
Mengapa Menjadi Murtad?
Kristenisasi, Orientalisme dan Penjajahan menjadi tiga serangkai yang tidak dapat dipisahkan. Masing-masing mempunyai andil. Dan ketiga kekuatan memiliki tugas untuk menghancurkan umat Islam, melalui program ekonomi yang memiskinkan secara sistematik, pembodohanm melalui undang-undang pendidikan yang mendangkalkan keimanan dan pemaksaan paham demokrasi dengan kedok penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM).
Program Tiga Serangkai
• Kristenisasi bertugas untuk merusak aqidah.
• Orientalisme memporak-porandakan pemikiran Islam dan
• Penjajahan melumpuhkan fisik
Ketiga serangkai, Kristenisasi, Orientalis dan Kolonialisme/Penjajahan, mereka bersusah payah siang malam untuk memadamkan cahayaNya agama Alloh SWT. Namun, walau bagaimanapun akhirnya kemenangan di Pihak Islam, Wallohu A’lam.
New Kolonialisme
Penjajahan fisik sudah berakhir di dunia Islam, namun tujuan penjajahan masih terus dicanangkan dan dijalankan oleh kristenisasi dan orientalisme. Hanya saja sarananya berbeda. Sarana yang dipergunakan oleh musuh Islam, yang dimotori oleh jiwa kristiani adalah, planning/persiapan budaya melalui lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi/Universitas, Yayasan-yayasan Penyantun, Bantuan-bantuan, Media Cetak, Media Elektronik dan sebagainya.

Media Kristenisasi
Pada tahun 1924, Raymond Lull berhasil menemui Paulus V. dia mengajukan dua buku yang mencakup dua rancangan Lull untuk mengkristenkan umat Islam.
• Pertama, menjadikan ilmu dan sekolahan sebagai sarana kristenisasi.
• Kedua, kristenisasi dengan kekerasan jika tidak dapat dicapai dengan cara halus, (Lihat Kitab al-Isti’mar wat Tabsyiir, Penulis: Syaikh Dr. Umar Farukh dan Syaikh Dr. Muhammad Khalidi, Hal. 77).
Adwin Balls menyatakan dalam bukunya Sejarah Ringkas Misionarisasi, bahwa Raymond Lull yang berkebangsaan Spanyol, sebagai orang pertama yang mengemban kristenisasi di dunia Islam setelah kegagalan Perang Salib. Ia dengan susah payah belajar bahasa Arab dan berkelana ke dunia Islam, untuk mendebat Ulama Islam, (Lihat Buku La Couquette Du Monde Musulman, Penulis: A. Le Chatelier, Terjemahan: Muhammad Khatib, Hal. 29 dan 262).
Target Kristenisasi
Tujuan utama misionaris zending adalah menyeret orang-orang Islam ke Kristen. Jika hal itu sulit dilakukan, maka akan ditempuh dengan cara mengaburkan pengertian Islam bagi mereka. Dari segi religi, apakah mereka masuk Kristen atau tetap Islam, itu tidak penting. Segi politik, missioner sebagai antek-antek dan mata-mata penjajah Eropa demi merusak kesatuan Islam. Tujuan itu diperjelas oleh Pendeta Simon asal Israel, misionaris adalah faktor penting sebagai penghancur kekuatan persatuan umat Islam, (Lihat Kitab Mabahits fits Tsaqofah Islamiyah, Penulis: Syaikh Dr. Nukman Samarrani, hal. 174).
Belanda Negara Missionaris
Negara yang pertama kali mengembangkan kristenisasi adalah Belanda yang pernah menjajah Indonesia dan memecah Jawa menjadi kawasan-kawasan yang dibangun untuk gereja dan sekolahan. Kemudian langkah tersebut diikuti oleh negara Eropa lainnya, , (Lihat Kitab al-Isti’mar wat Tabsyiir, Penulis: Syaikh Dr. Umar Farukh dan Syaikh Dr. Muhammad Khalidi, Hal. 37).
Mengapa Mereka Ambisi Mengkristenkan umat Islam?
Memang, musuh-musuh Islam sangat memperhitungkan umat Islam, melihat pengikut yang demikan cepat bertambah banyak, sehingga apabila mereka menjadi satu di bawah kesatuan bendera untuk menuju cita-cita Islam akan menjadi momok bagi dunia. Maka, upaya pemecahannya terus dilakukan untuk menghindarkan titik temu tersebut, disamping memang ajaran Kitab suci Kristen yang sebenarnya tidak suci sekarang karena banyak perubahan-red mengharuskan penyebaran agama, (Lihat Kitab Injil Matius, 28:29 dan Marcus, 16:15).
Negeri Sasaran Missionaris
Strategi penyebaran ditunjukan pada sasaran Non Cristian World (negara selain Kristen) dan Non Roman Catholic World (negara selain Katolik Roma) termasuk warga Kristen yang bukan di bawah pengaruh Paulus, disebut juga Schismatics dan Heretucs. Dalam buku yang berjudul Out Line of History of Protestan, Penulis: G. Warneck hal. 155 dijelaskan bahwa di dunia terdapat dua blok gereja Katolik, yaitu:
1. Terra Cathclica (bagian Negara-negara Katolik).
2. Terra Missions (bagian Negara-negara yang di bawah misionaris, dan mungkin saja negeri kita tercinta Indonesia-red.).

Organisasi Misionaris Yang Berbeda
Selain itu, terdapat juga dua macam organisasi misionaris yang dinamakan
• Mission Aid Societies
• Mission Zending Societies, (Lihat Buku/Majalah The Encyclopedia for School and Home, Oo 7, P. 234).
Pergolakan pengaruh di dunia memang cukup terasa, sehingga menjadikan kalangan pemimpin menunjukkan kekhawatirannya, terutama pada pengaruh Islam. Sebagaimana pernyataan Sowrens Brown, “ Banyak para pemimpin yang khawatir akan bahaya berbagai bangsa, tetapi kekhawatiran itu sebenarnya kurang beralasan “.
“ Mereka takut pada Yahudi terutama Rahib/Pemimpin Yahudi, Jepang dan Komunis. Padahal, Yahudi sebenarnya adalah sahabat kita, komunis adalah sindikat kita dan Jepang masih ada Negara-negara demokrat yang akan melawannya. Tapi, kami melihat bahaya sebenarnya itu terdapat pada Islam, (Lihat Kitab Dammirul Islam Abiidu Ahlahu, Penulis: Jalal Amin, Hal. 37).
Umat Islam Bagaikan Hidangan
Jadi Islam dikerumuni oleh musuh dari segala arah. Dari dalam digerogoti oleh kaum munafikin, fasikin yaitu kelompok yang menamakan dirinya Islam tapi mereka meninggalkan ajaran Islam dan mudhalliin, yaitu kelompok yang berafiliasi pada Islam tetapi merobek-robek dari dalam. Misalnya Ahmadiyah, Islam Jama’ah, Jaringan Islam Liberal (JIL), tarekat, dan lainnya (Lihat lebih jelas Buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Penulis: Ustadz Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz, Terbitan: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta).
Sedangkan dari luar, Islam terus dicurigai dan diserbu oleh kafirin, yaitu kelompok diluar Islam yang selalu memeranginya, seperti Komunis, Zionis, Liberal dan lainnya. Tidak ketinggalan juga Kristen yang menjadikan Islam sebagai musuh dan medan. Itulah yang menjadikan Mr. Bills menerangkan bagaimana perkembangan kristenisasi di Afrika, dan hanya orang-orang Islam saja, yang akan menjadi musuh bebuyutan, (Lihat Kitab Al-Gharah alal Alam Islami, Penulis: Syaikh Muhibuddin al-Khatib, Hal. 31-35).
Peta Kristenisasi Indonesia
Apa yang sudah kita tahu diatas tadi, itu merupakan tujuan missionaris Kristen di dunia luar. Sekarang marilah kita melihat lebih dekat lagi mengenai perkembangan kristenisasi di Indonesia. Dalam wawancara dengan Majalah Al-Ummah tahun 1986, Dr. Fuad Fachruddin menyebutkan, “ Menurut statistic Dewan Gereja Indonesia (DGI) di Indonesia terdapat 10.000 gereka protestan, 4.000 pendeta protestan, dan 9.000 misioner. Katolik mempunyai 8.000 gereja, 3.000 pendeta dan 6.000 misioner “, (Lihat Majalah Al-Ummah Terbitan: Qatar, vol. 65, Januari 1986, hal. 45).
Sebagai bahan contoh, berdasarkn pada data Departemen Agama tahun 1997 Masehi, jumlah Pendeta Kristen di Propinsi Irian (Papua) sebanyak 9.564 orang, Pendeta Katolik sebanyak 541 orang dan Da’i Muslim sebanyak 2.489 orang. Sementara jumlah gereja Kristen mencapai 5.128 buah, gereja Katolik mencapai 1.280 dan masjid mencapai 1.169 buah.


Metode Kristenisasi/Pemurtadan ala Indonesia
Selanjutnya, kita ikuti penjelasan Prof. Dr. Rasyidi dalam konferensi yang telah diadakan pada tahun 1968 di Tokyo, Jepang. Beliau mengemukakan realita yang dihadapi umat Islam di Indonesia, yang buruknya keadaan ekonomi pada masa Pemerintahan Presiden Ir. Soekarno dimanfaatkan oleh pihak missionaris zending untuk mengkristenkan orang-orang Islam di Indonesia, dengan cara-cara berikut:
• Gereja di bangun di tengah-tengah desa/kota Islam dan daerah pertanian.
• Misionaris membeli tanah di daerah strategis dengan harga tinggi (berlipat dua bahkan tiga) dengan tujuan membangun gereja. Seperti di Perumahan Harapan Indah Bekasi dibangun Gereja terbesar di Asia Tenggara Gereja Santo Albertus yang ironisnya gereja ini dibangun digerbang menuju Pesantren At-Taqwa, Bekasi. Pesantren Peninggalan Almarhum KH. Nur Ali Rahimahulloh, Tokoh Pahlawan Nasioanal semoga Alloh memuliakan KH. Nur Ali dengan kepahlawanannya membela Agama dan Negara dan memberikan KH. Nur Ali kedalam SyurgaNya. Tokoh pembangunan gereja Santo Albertus ini adalah bernama Pastor Yoseph Jaga Dawan, SVD, Ketua PGDP Santo Albertus Harapan Indah, Bekasi dan Christina M. Rantetana, MPH, Ketua Umum Pembangunan Gereja Santo Albertus Harapan Indah, Bekasi semoga laknat Alloh kepada mereka dan menghancurkan bala tentara mereka, Amien.
• Bila pemilik tidak rela menjualnya, maka seseorang dikirim untuk membeli atas nama pribadi, kemudian dijual kepada pihak misionaris.
• Gereja membagikan beras, uang dan pakaian (sandang, pangan dan mungkin papan/tempat tinggal).
• Gereja meminjamkan kepada orang yang membutuhkan dengan syarat mau menyekolahkan anaknya ke sekolah misionaris.
• Para bekas anggota partai Komunis yang sedang mendekam di penjara didekati oleh missioner untuk mengajukan bantuan beras dan keuangan kepada famili mereka secara kontinyu/bertahap, selama mereka mau menandatangani perjanjian bahwa mereka mau masuk agama mereka (Katolik/Protestan-red).
• Para pekerja perusahaan tekstil yang kehilangan pekerjaannya ditawari bantuan seperti beras dan uang dan mungkin saja diajak masuk agama mereka.
• Rumah-rumah besar milik orang kaya yang meninggal dunia dan ditinggalkan untuk ahli waris dibeli oleh misionaris.
• Beberapa Toko, Supermarket, Mall, Pasar dan tempat tinggal di sulap/di rubah menjadi gereja, seperti yang dituturkan oleh Ustadz Syamsuddin Uba dari Ketua Bidang Dakwah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Pusat ketika mensomasi kegiatan Kebaktian di Mall Bekasi Cyber Park yang aktifitas mereka di lantai tiga Bekasi Cyber Park, ujung jalan Kali Malang, Kota Bekasi, dan kita kudu waspadai gerak-gerik misionaris tersebut.
• Klub, ruang baca, perpustakaan, kolam renang dan lapangan olah raga dibangun untuk pemuda non Kristen.
• Wanita-wanita Kristen berusaha merayu pemuda Muslim dan bahkan ingin menikahinya.
• Pemuda-pemuda Kristen berusaha merayu wanita Muslim dan bahkan ingin menikahinya dan anehnya memacari saja dan melakukan gerakan hamilisasi yakni berhubungan diluar nikah hingga hamil.
• Pemuda-pemudi Kristen membujuk pemuda-pemudi Muslim agar mau menonton Bioskop dan datang ketempat-tempat rekreasi untuk memberi rangsangan, kemudian diajak menemani mereka ke gereja.
• Guru-guru agama Islam yang kebetulan menerangkan Al-Qur’an yang berhubungan dengan Yesus, ditangkap oleh pejabat Kristen atau diadukan kepada Pemerintahan oleh pemuda-pemuda Kristen.
• Rumah-rumah keluarga Muslim, termasuk rumah saya (Rasyidi) didatangi misionaris yang mendesak agar mau mendengarkan keterangan kepercayaan Kristen, (diambil dari Majalah/Buku The One World Only dengan sedikit perubahan).
Demikianlah sekilas tentang gambaran mengenai kristenisasi, baik di dunia luar maupun di Indonesia.
Solusi Menghadapi Kristenisasi
• Menguatkan kesadaran berislam.
• Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah.
• Memberdayakan lembaga-lembaga Islam (ormas, pendidikan, pesantren, perguruan tinggi dan lainnya).
• Mengintensifkan Kajian dan pelatihan tentang bahaya Kristenisasi dan cara penangkalannya bagi aktivis dakwah dan umat Islam.
• Mengirim para da’i yang sudah dibekali pengetahuan yang cukup tentang Islam dan tantangannya ke daerah-daerah terpencil terutama daerah basis Kristenisasi/Pemurtadan.
• Terus menerus memberi penyadaran kepada umat Islam akan bahaya Kristenisasi/Pemurtadan lewat berbagai media baik elektronik, cetak, maupun pengajian dan majelis taklim.
• Menyelenggarakan lembaga khusus untuk kaderisasi penangkalan Pemurtadan/Kristenisasi, seperti contoh: Tim FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) yang diKomandoi Ustadz Drs. H. Abu Deedat Syihab, MH, Gabungan Ormas Islam seBekasi yang dinamakan Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) yang diKomandoi Ustadz Abu Al-‘Izz, Lc dari Ormas Islam Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Wilayah Bekasi, Semoga Alloh memenangkan Agamannya dan menghancurkan bala tentara musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin, Amien Ya Mujibas Saliem.
• Selalu mengadakan studi lapangan tentang kondisi umat dan perkembangan kristenisasi dengan membuka berbagai macam termasuk berkedok Islam.
• Mengefektifkan para muhtaddin atau muallaf (orang yang masuk Islam) sebagai counter attack kepada gerakan-gerakan kristenisasi dalam membuat jaringan bagi mereka bersama para Kristolog Muslim.
• Mengungkap fakta dan data kristenisasi kepada semua pihak, terutama kepada para pejabat Muslim dengan metode power point (Program Komputer) agar mereka terbelalak atas kerja mereka.
• Mengantisipasi gerakan penyusunan kekuatan kristenisasi melalui lascar-laskar mereka seperti laskar kristenisasi, laskar mahoni dan lainnya.
• Menggalang kekuatan ulama dalam menangkal kristenisasi termasuk kebangkitan internasional dunia islam.
Sekian semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi Umat Islam. Alloh Al-Musta’an. Wallohu Ta’ala A’lam bishowab.
“ Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri “.
{QS. Al-Maa’idah (5): 82}
Maraji alias catetan Kaki/Referensi:
1. Kitab Al-Qur’an dan Terjemahan dari DEPAG RI
2. Buku Sejarah Injil Dan Gereja, Penulis: Syaikh Ahmad Idris, Terbitan: Gema Insani Press (GIP), Jakarta, 1994M
3. Buku Menolak Mitos Trinitas (Bantahan Kalangan Kristen Yesus bukan Tuhan), Penulis: Wahyudi, SAg, Kata Pengantar: Abu Deedat (Ketua Tim FAKTA), Terbitan: Ahmed Deedat Publishing, Jakarta, 2005M.
4. Buku Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam Dokumen Kristenisasi, Penulis: Abu Deedat Syihab, MH, Terbitan: Pustaka Tazkia Az Zahra, Jakarta, 2005M.
5. Buku Jalan Dakwah, Penulis: Syaikh Mushthafa Masyhur, Terbitan: Pustaka Ihsaan, Jakarta, 1994M.
6. Buku Boikot Produk pro Israel! Melawan Zionis dari Rumah Kita, Penulis: Rizki Ridyasmara, Terbitan: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2009M.
7. Buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Penulis: Hartono Ahmad Jaiz, Terbitan: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2005M.
8. Buku Menanti Kehancuran Amerika & Eropa, Penulis: Abu Fatiah Al-Adnani, Terbitan: Granada Mediatama, Solo-Jawa Tengah, 2008M.
9. Buku Al-Wala wal Bara’ (Loyalitas dalam Islam), Penulis: Syaikh Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hafidzhahulloh, Terbitan: Islamic Propagation Office In Rabwah Cabang Indonesia yang diterjemahkan oleh Penerbit: Team Akafa Press, Jakarta ( www.islamhouse.com ).
Maha Benar Alloh SWT dan Maha Agung.
Wabillahit taufiq was sadaad
Bumi Alloh Yang Maha Sempurna CiptaanNya,

Created By:
Muhammad Faisal, SPd (Kang Faisal)
Seorang hamba yang mengharap Ridha RabbNYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar