Rabu, 25 Agustus 2010

Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalamu’alaikum Wr Wb
Segala puji hanyalah bagi Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Memiliki Alam Semesta , sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya , para shahabatnya dan seluruh pengikutnya yang istiqomah hingga Yaumil Qiyyamah.
“ Sesungguhnya Sebaik-baik Petunjuk adalah Kitabulloh Al-Qur’an, dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnahnya Rasululloh (HadistNya), dan setiap petunjuk yang tidak ada contohnya dari kami adalah perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh sebelumnya dari Rasululloh, dan setiap yang tidak ada contohnya dari Rasululloh tempatnya ialah kekal di Neraka “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim).

“ Mengenal Agama Kristen “

Oleh: Muhammad Faisal, SPd

Kristen (Nasrani) adalah umat Al-Masih ‘Isa ibnu Mariam, Rasul dan Kalimah Alloh. Dia adalah Utusan Alloh sesudah Musa sebagaimana diberitakan Taurat. Dia mempunyai mukjizat seperti menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang buta, penciptaan dirinya juga menjadi bukti atas kebenarannya. Dia dilahirkan tidak melalui proses kejadian manusia biasa, dia berbicara tanpa belajar lebih dahulu. Semua Nabi disampaikan wahyu setelah berusia empat puluh tahun, tetapi Alloh menurunkan wahyu kepadanya semenjak dia dalam buaian, tetapi baru diperintahkan untuk menyampaikannya setelah berusia tiga puluh tahun. Masa dakwahnya tiga tahun, tiga bulan dan tiga hari. Ketika dia diangkat ke langit perselisihan pendapat di kalangan murid-muridnya. Dan perselisihan kembali kepada dua hal: pertama, tentang cara turunnya dari langit, hubungan dengan ibunya, dan Tuhan menjelma dalam bentuk manusia. Kedua, cara naiknya ke langit, hubungan dengan malaikat dan kesatuan dengan Tuhan.
Yang pertama mereka meyakinkan bahwa ruh ketuhanan dapat menjelma dalam bentuk manusia dan menurut mereka cara persatuan dan penjelmaan dalam bentuk manusia; sebagian mengatakan cahaya Tuhan masuk ke tubuh seperti cahaya menembus benda bening. Sebagian lagi mengatakan Tuhan lahir ke dunia seperti lahirnya rohani ke dalam jasmani. Sebagian lagi mengatakan ruh ketuhanan (lahut) masuk ke dalam tubuh (nasut). Dan sebagian lagi mengatakan roh ketuhanan bercampur pada tubuh manusia seperti percampuran air dengan susu. Mereka meyakini bahwa Tuhan terdiri dari tiga oknum. Tuhan adalah Zat yang satu, yang mereka maksud ialah yang berdiri sendiri. Tidak menempaati ruang dan tidak mempunyai volume. Tuhan zatnya satu, tiga kalau dilihat dari oknumnya. Yang dimaksud dengan oknum adalah sifat seperti wujud (ada), kehidupan (hayat) dan ilmu. Yang mereka sebut dengan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun oknum ilmu dapat masuk ke dalam tubuh sedang oknum yang lain tidak dapat masuk ke dalam tubuh.
Tentang kenaikan ‘Isa menurut mereka ia dibunuh kemudian disalib. Yang membunuhnya ialah orang yang iri hati dan kafir terhadap kenabiannya. Namun yang terbunuh itu hanyalah oknum kemanusiaan (nasut) tetapi oknum ketuhanan (lahut) tidak mati. Menurut mereka kesempurnaan manusia itu dalam tiga hal; kenabian (nubuwah), kepemimpinan (imamah) dan kerajaan (malikah), dan pada diri Nabi terdapat tiga sifat ini atau sekurangnya ada sebagiannya. Derajad Al-Masih lebih tinggi karena dia adalah satu-satu umat Tuhan yang tidak ada bandingannya; dia tidak dapat disamakan dengan nabi yang lain, kaarenanya diampuni dosa Adam dan keturunannya, dan menghisab dosa manusia padaa hari kiamat.
Mengenal turunnya ‘Isa mereka berbeda pendapat; sebagiannya mengatakn dia akan turun sebelum terjadinya hari kiamat. Pandangan ini mirip dengan pendapat yang berkembang di kalangan umat Muslim. Sebagian lagi mengatakan bahwa dia tidak turun untuk kedua kalinya dan juga tidak menghisab dosa umat manusia pada hari kiamat. Ketika dibunuh dan disalib, Yesus turun daan tubuh kasarnya terlihat oleh Syam’un. Al-Masih berbicara dengannya dan member wasiat kepadanya, kemudian meninggalkannya dan naik ke langit. Karena adanya wasiat ini maka Syam’un termasuk muridnya yang terbaik dari sisi ilmu pengetahuan, kezuhudan dan budi pekerti luhurnya. Namun Paulus yang menutup-nutupi keadaannya, bahkan dirinya mengaku menjadi sekutu Al-Masih, mengubah ucapan-ucapan Al-Masih dan mencampuradukan ucapan Al-Masih dengan ucapan para filosof.
Kami melihat dalam surat Paulus yang ditunjukan kepada orang-orang Yunani apakah kamu mengira kedudukan ‘Isa sama dengan kedudukan nabi-nabi yang lain? Bukankah demikian? Bahkan ia menyamakan kedudukan ‘Isa dengan Malkizdak, yaitu raja pada masa Ibrahim yang kepadanya Ibrahim membayar pajak. Ia yang memberikan berkah kepada Ibrahim dan menyapu kepalanya. Anehnya, dalam injil disebutkan bahwa Tuhan berfirman: kau adalah satu-satunya anak. Kalau memang satu-satunya bagaimana dapat disamakan dengan manusia yang lain?. Empat orang muridnya kemudian mengumpulkan ucapan-ucapan Al-Masih yang selanjutnya disebut Injil Matius, Lukas, Markus dan Yohanes. Pada penutup Injil Matius disebutkan bahwa Al-Masih berkata, “ Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus “. {Matius (28): 18-19}. Pada pendahuluan Injil Yohanes berbunyi: “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah “. {Yohanes 1:1}.
Umat Kristen kemudian terpecah menjadi tujuh puluh dua kelompok. Kelompok yang terbesar ada tiga, yaitu Al-Mulkaniyyah, An-Nusturiyah, dan Ya’kubiyyah. Masing-masing kelompok terpecah lagi menjadi Al-Ilyaniyyah, Al-Balyarisiyyah, Al-Magduniyyah, As-Sabaliyah, Al-Qustinusiyyah, Al-Pauliyyah dan seterusnya. Sekian, tentang sekilas Agama Kristen, Semoga dapat bermanfaat bagi kita Umat Islam. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.
Tulisan ini diambil dan diedit ulang dari buku Al-Milal Wa Al-Nihal, Aliran-Aliran Teologi Dalam Sejarah Umat Manusia (Buku 1), Karya: Al-Imam Al-Allamah Fadhilatush Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al-Syahrastani, Hal. 201-203, Terbitan: PT. Bina Ilmu, Surabaya-Jawa Timur, 2005.
Masjid Syaikh Nawawi Al-Bantani, Kampus Untirta, Serang-Banten, Saudaramu:
Muhammad Faisal, SPd (Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB)
Seseorang Hamba Yang mengharap Ridho Rabb-Nya
Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).
http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar