Selasa, 31 Agustus 2010

Katakan TIDAK pada AMERIKA..! BARAT..!


Oleh:
Buletin Jum’at Risalah Tauhid yang diterbitkan oleh Sariyah Dakwah wal I’lam Jamaah Ansharut Tauhid (JAT)

Kondisi umat muslim dari hari kehari semakin memprihatinkan…serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak menghantam dari kiri, kanan, depan, belakang, mereka semua bersatu hanya untuk satu tujuan “ Menghancurkan Islam “, Tetapi ironinya masyarakat muslim sendiri tidak mau bersatu menghadapinya, atau tidak menyadari bahkan tidak mau menyadarinya.. Terpuruknya perekonomian global umumnya dan perokonomian Indonesia khususnya, mengakibatkan orang mudah kalap baik ditingkat rakyat jelata sampai pada penguasa. Menilik dari keadaan ini pada dasarnya bangsa ini ( mayoritas muslim ini ) sedang mengalami lemah mentalitas, sehingga para pejabat yang nota bene mengaku sudah bersyahadat sendiri tidak mau tegas menyikapi kondisi umat islam. Umat Islam Indonesia dan belahan dunia di hadapkan pada permasalahan yaitu perang baik perang fisik maupun perang mental.

Gelombang pemikiran masyarakat muslim dalam menyampaikan aspirasinya dianggap angin lalu bahkan cenderung membela sebuah kekuatan yang dianggap sebagai sesuatu yang mempunyai segalagalanya bahkan rela menjual aqidahnya demi membesarkan kepentingan pribadi.

Para tokoh yang duduk dipanggung kekuasaan terpaku pada pendiriannya yang rela mengesampingkan nilai-nilai ajaran islam. Mereka dikebiri oleh kondisi yang menghimpi t dirinya disebabkan ketergantungannya pada sebuah negara, sehingga apa yang dimauhi sang tuan harus dituruti, jika berani melawan ia takut kehi langan kedudukan dan kehomatannya.

Kejadian 11 september ketika menara kembar WTC dan Pentagon yang menjadi lambang supremasi Amerika laknatullah dihantam oleh pesawat terbang hingga hancur berkeping-keping membuat Negara “Koboy” itu kebakaran jenggot, sama persis perilakunya dengan seorang koboy yang yang brutal dan tidak mengerti etika, main tembak sana sini, tuding sana tuding sini cari kambing hitam. Sosok Usamah dituding sebagai dalang dan yang menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan menembak Usamah dan menumpas habis seluruh pengikutnya, sekaligus memberi label bagi para pengikut syariah Islam dimanapun dia berada dengan label “TERORIS” yang juga harus ditumpas habis.

Tak kalah hebatnya, dan ironisnya, bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ikut-ikutan menjadi seperti sang Koboy, memainkan peran sebagai perpanjangan tuan Koboy yang agung untuk menumpas habis orang yang oleh tuan Koboy yang agung sebagai “TERORIS”, walaupun itu rakyatnya sendiri. Para Tokoh dari segala unsur bangsa ini termakan arogansi George W Bush yang sekarang dilanjutkan tampuk pimpinannya oleh Barack “Husein “ Obama.

Namun kita tidak sadar atau tidak mau sadar kalau teroris itu sebenarnya yang berteriak-teriak teroris, berapa banyak manus ia mat i karena kebengisan negara adidaya tersebut. Berapa banyak manusia dibombardir sejak dari jepang, Vietnam , Korea, Irak, dan Palestina yang sudah bertahun-tahun menderita disebabkan kebengisan Amerika melalui tangantangan Israel. Mereka kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, sanak saudara dan harapan hidup untuk tenang sebagai layaknya hidup di negara merdeka.

Apakah mereka buta ? kita heran apakah ternyata pemimpinpemimpin buta melihat sejarah yang menimpa umat islam di dunia ini? Tidak..!. Mengapa itu terjadi ? karena pemimpin-pemimpin bangsa ini mempunyai ketergantungan kepada negara yang menyebut dirinya Negara adidaya itu. Mereka takut jika tidak dibantu dengan bantuan yang disebut ”Hibah”, diboikot ekonominya dll.

Jikalau kita mau mencermati perekonomian Indonesia pada dasarnya tidak perlu merasa takut dan gentar menghadapi ancaman embargo barat dan Amerika, karena sebenarnya mereka takut bila Indonesia sampai memboikot hubungan diplomasi kepada Amerika. Sebuah sumber menjelaskan bahwa 75% asset Indonesia masuk Amerika sedang 25% suber daya alam Indonesia masuk devisa negara. Sehingga wajar bila para duta negara barat mengirim utusannya agar Indonesia jangan sampai memutuskan hungan diplomasi, sebab meraka tahu betul jika Indonesia memutuskan hubungan diplomasi mereka akan kehilangan asset 75%. Berfikirlah jernih untuk menyelamatkan negeri ini dari segala bentuk propaganda barat yang di otaki Amerika.

Tapi apa yang terjadi…para pemimpin negeri ini takut dan sangat takut kepada sang tuan Koboy yang Agung sehingga menggantungkan semuanya kepadanya bahkan ( na’udzubillahi min dzalik ) menuhankannya.

Sikap ketergantungan kepada sesama makhluk ini apalagi kepada musuh, sangat bertentangan dengan ajaran dien Islam yang hanif, Karena segala ketergantungan itu mutlak harus kita sandarkan kepada Alloh Ta’ala saja. Bila ketergantungan itu kita sandarkan selain kepada Alloh maka dia telah terperosok pada syirik Rububiyah, sebab yang berhak memberi rizki itu hanyalah Alloh. Alloh berfirman:

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi ini melainkan Alloh lah yang memberi rizkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua Tertulis pada kita yang nyata (lauh mahfuzh ) ( Hud : 6)

Memperhatikan ayat diatas tidak sepatutnya dilontarkan tokoh-tokoh kita bahwa kalau kita memutuskan hubungan dengan Amerika maka bagaimana ekonomi negeri ini. Satu pertanyaan saja…siapakah Zat yang Maha Pemberi rezeki ? Kalau mereka percaya bahwa yang Maha pemberi Rezeki adalah Allah , apa yang ditakutkan ? mengapa takut kepada orang kafir ? tapi kalau mereka percaya bahwa yang Maha Pemberi rezeki adalah selain Allah…dimanakah letak keimanan mereka? Apakah mereka termasuk kaum yang tidak mengakui adanya Allah ?

Dengan kondisi tersebut mari kita mengkaji sebuat ayat yang termaktub dalam surat Al Ikhlash “Allah adalah Rob yang bergantung kepadanya segala sesuatu” (Al Ikhlas 2)

Dalam surat al Fatihah pun yang kita baca setiap hari, dalam setiap rokaat kita ketika mengerjakan sholat wajib ”Hanya kepada Engkaulah kami ber ibadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” ( Al Fatihah : 5 )

Ahli bahasa mengatakan : ” Allohush Shomad adalah Tuhan yang digantungkan kepadanya mushibah dan keperluan.”

Adhohak meriwayatkan dari Ibnu Abbas “yang dimaksud Ah Shomad adalah Yang digantungkan kepadanya segala keperluan” Sebagaimana yang friman Allah Ta’ala: “Dan bi la kamu di t impa oleh kemudhorotan maka hanya kepada Nya lah kamu meminta pertolongan”. ( An-Nahl 53 )

Ali, Ibnu Abbas, Awail, Syaqiq bin Salamah dan Sufyan berkata: Ash Shomad adalah ” Tuan yang kedudukanya paling tinggi “

Abu Huroiroh berkata: Ash Shomad adalah yang paling kaya dari segala sesuatu dan yang paling dibutuhkan dari segala sesuatu”. ( Jami’ Li Ahkamil Qur’an 20: 245 )

Maka dari sini jelaslah bahwa segala ketergantungan itu hanya boleh di sandarkan kepada Allah Ta’ala bukan kepada manusia ternasuk Amerika.

Bila segala kesulitan kita gantungkan kepada manusia dan kitamenjadi antek-antek mereka seperti kepada Amerika dan negara-negara barat dan para sekutunya , maka insya Allah kita akan semakin terpuruk dalam kehinaan, inilah yang dimaui oleh barat, mengontrol penuh negeri yang ditenggarai bisa menumbuhkan bibit generasi Islam dan lahirnya para mujahid pembela syariat Allah, sebagaimana Indonesia, yang mana negeri ini sudah dalam genggaman permainan barat khususnya Amerika meskipun negeri ini tidak menyadari hal itu, atau tidak mau menyadarinya ?

Hanya ada satu solusi…, Kembali ke syariat yang telah digariskan Allah Ta’ala melalui manusia mulia utusan- Nya, Rasulullah Muhammad SAW. Bukalah mata, telinga, dan hati hai para pemimpin negeri…Kembalilah ke ajaran Islam secara menyeluruh, bila ingin selamat dari kehinaan dunia maupun akherat, sehingga kalian tidak terpedaya bermacam-macam kekufuran baik sekulerisme, maupun kekufuran yang lain yang hanya mengkaburkan nilai-nilai islam di muka bumi ini khususnya Indonesia yang penduduknya adalah muslim terbanyak diseluruh dunia, Boikot semua produk barat khususnya Amerika, putuskan hubungan diplomasi dengan negaranegara penjajah, Kembalikan semua urusan kepada Alloh karena sebaik-baik urusan hanya Alloh yang Maha tahu dan sebaik-baik makar hanyalah makar Alloh azza Wa Jalla. Ketahuilah bahwa semakin suatu kaum jauh dari syariat Allah Ta’ala maka semakin dekat adzab dan kemurkaan Allah Ta’ala kepadanya. Wallahu a’lam bishshowab.
Tulisan ini diambil dari Buletin Jum’at Risalah Tauhid yang diterbitkan oleh Sariyah Dakwah wal I’lam Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), berminat berlangganan hubungi Redaksi Buletin Jum’at Risalah Tauhid dengan Alamat redaksi: Semenromo Gg. Cempaka 2. A Ngruki, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Phone/Fax: (0271) 725241, email: dawlamjat@yahoo.co.id SMS Center: (0271) 217479/085867116604.

Catetan, Bagi Saudara Muslim yang mau menyalurkan dukungan dan kepedulian terhadap Bumi Palestina, Silahkan Salurkan dukungan dan kepedulian anda melalui:
Rekening Resmi MMP-JAT :
A. Rekening Bank Syari'ah Mandiri
No. 0097064206 an. Khasani (Jakarta)
B. Rekening Bank Muamalat Indonesia
No.919.06789.99
an. Joko Daryono. S.Ag (Solo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar