Senin, 23 Agustus 2010

“ PERSIAPAN DAN PERTAHANAN MENGHADAPI PEMURTADAN “

PERSIAPAN DAN PERTAHANAN MENGHADAPI PEMURTADAN “

Oleh:

(Al-Ustadz KH. DRS. ABDUR RAUF HM)

Ketua PD. Muhammadiyah, Kota Bekasi/Anggota Presidum Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB)

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalamu’alaikum Wr Wb

Sesungguhnya Segala puja dan puji hanya milik Alloh SWT Rabb semesta Alam dan tidak ada sekutu tandinganNya, kita memujinya dan kita patut menyembah kepadaNya jua, dan Shalawat serta Salam semoga tercurahkan kepada baginda Rasululloh SAW yang telah membawa umatnya dari zaman gelap gulita menuju zaman yang terang benderang dengan cahaya illahi Rabbi Alloh SWT, beserta Keluarganya, Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan pengikut setianya hingga akhir zaman, dan semoga saja kita termasuk didalamnya yang membela ajaran Rasululloh SAW hingga akhir zaman walau badai fitnah dan syubhat merajalela untuk memerangi musuh-musuh Alloh dan RasulNya. Amien Ya Mujibas Saliem.

Sesungguhnya Sebaik-baik Petunjuk adalah Kitabulloh Al-Qur’an, dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnahnya Rasululloh (HadistNya), dan setiap petunjuk yang tidak ada contohnya dari kami adalah perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh sebelumnya dari Rasululloh, dan setiap yang tidak ada contohnya dari Rasululloh tempatnya ialah kekal di Neraka “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim).

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Alloh orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk “. (QS. Ali-Imraan: 103). Alloh berfirman pula: “ Dan taatlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar “. (QS. Al-Anfaal: 46).

Pertikaian dan pertarungan antara yang haq/benar dengan yang bathil/salah tetap akan berlangsung hingga akhir zaman, maka kesiap siagaan kita dalam menghadapi berbagai macam serangan dan makar dari musuh-musuh Alloh dan musuh kaum Muslimin benar-benar dipertangguh. Kekuatan ummat Islam hanya terdapat pada persatuan dan kesatuan dalam menghadapi musuh-musuhnya, karena yang demikian itu adalah perintah Alloh sebagaimana yang tersebut dalam surat Ali-Imran: 103 itu.

Selain itu titik rawan dan celah-celah yang melemahkan dan melumpuhkan kekuatan ummat ini harus ditutup rapat, sehingga perjuangan hanya akan menuju satu titik utama yaitu “ Lii’ilaai kalimatillaah “. Upaya pemurtadan tetap akan terjadi apalagi ketika mereka menilai semangat jihad dari kalangan ummat Islam telah pudar, atau Nampak oleh mereka ummat ini semakin jauh dari petunjuk Alloh dan Sunnah Rasul-Nya, karena hal yang demikian memungkinkan mereka untuk memperlebar jurang keakraban dan keutuhan persatuan ummat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya membendung ummat dari gerak pemurtadan, antara lain sebagai berikut:

  1. Berpegang teguh kepada Dienulloh/Agama Alloh yakni Islam-red, tidak membiarkan diri terpilah dalam firqah-firqah/golongan-gologan yang menyimpang dari Aqidah dan Syari’ah Islam yang benra, karena hal dapat berakibat taqlid/fanatik buta dan bahkan kemusyrikan. Firman Alloh: ” dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka “. (QS. Ar-Ruum {30}: 31-32)

  2. Memperkukuh/memperkokoh keyakinan ummat bahwa Agama Islam satu-satunya Agama yang diridhoi dan bersumber dari wahyu Alloh SWT.Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Alloh hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh maka sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya “. (QS. Ali-Imran: 19). Memantapkan keyakinan ummat Islam bahwa Islam adalah ciptaan dan pilihan Alloh yang disesuaikan fithrah manusia, sebagaimana firman Alloh:Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Alloh); (tetaplah atas) fitrah Alloh yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Alloh. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “. (QS. Ar-Ruum: 30). Perhatikan pula Surat Al-Hajj: 78. Penjelasan fitrah Alloh: maksudnya ciptaan Alloh. Manusia diciptakan Alloh mempunyai naluri beragama yaitu agama Tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama Tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantaran pengaruh lingkungan.

  3. Mengukuhkan keyakinan ummat Islam bahwa Agama Islam adalah lengkap dan sempurna petunjuk dan aturannya, tidak memerlukan penambahan dan pengurangan ataupun penggantian hukum-hukumnya. (buka dan lihatlah QS. Al-Maidah {5}:3).

  4. Meyakinkan ummat Islam bahwa seluruh nabi dan Rasul Alloh menganut satu Agama yaitu Agama Islam. (buka dan lihatlah QS. Asy-Syuuraa {26}: 13 dan QS. Ali-Imran {3}: 85).

  5. Menanamkan pemahaman dan keyakinan bahwa semua tuntunan dan aturan yang menyimpang dari aturan dan ketentuan Alloh adalah menyesatkan. (buka dan lihatlah QS. Al-An’aam {6}: 115-117).

  6. Mengukuhkan pemahaman dan keyakinan ummat Islam bahwa semua agama selain Agama Islam, tidak dinilai Alloh semua kebaikannya selama mereka hidup di dunia ini, amal kebaikan mereka laksana gundukan debu yang dihempas angin. (buka dan lihatlah QS. Ibrahim {14}: 18).

  7. Mengigatkan ummat Islam agar waspada terhadap tipu daya mereka yang dengan berpura-pura memeluk Islam sekedar untuk mendapat sesuatu yang mereka inginkan, sebagaimna diingatkan Alloh dalam firmanNya sebagai berikut: “ Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran) “. (QS. Ali-Imran {3}: 72)

  8. Mengingatkan ummat Islam agar berhati-hati menjalin keakraban dengan mereka yang menyatakan diri hijrah/berpindah ke dalam Agama Islam, dan mereka dapat diperlakukan sebagai ikhwan fid Dien/saudara seAgama, ia memenuhi persyaratan dari Alloh sebagaimana ditegaskan Alloh sebagai berikut: “ Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian), Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu, Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas, Jika mereka bertobat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui, Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti “. (QS. At-Taubah {19}: 8-12).

Yang dimaksud dengan dekat Masjidil Haram ialah: Al-Hudaibiyah, suatu tempat yang terletak dekat Makkah di jalam ke Madinah. Pada tempat itu nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian gencatan senjata dengan kaum musyrikin dalam masa 10 tahun.

Tulisan/Risalah ini ditulis ulang oleh Bapak Muhammad Faisal, SPd {Guru Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 03, Kota Bekasi dan Pembina IPM Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 03, Kota Bekasi serta Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB)} dengan sedikit perubahan redaksi, semoga dapat bermanfaat bagi Ummat Islam, dan tulisan ini telah disampaikan pada Kajian Syi’ar Ramadhan 1431H yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 03, Kota Bekasi bekerjasama dengan Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB) bertempat di Masjid Al-Jihad, Perguruan Muhammadiyah, Kota Bekasi pada Ahad, 22/08/2010 M bertepatan dengan 12 Ramadhan 1431 H.

Tulisan/Risalah ini disebarluaskan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 03, Kota Bekasi bekerjasama dengan Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB), silahkan disebarluaskan risalah ini dengan tidak dirubah redaksi tanpa seizin penulis.

http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/

Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar