Selasa, 31 Agustus 2010

Sejarah Ringkas Pelita Ummat


“ Nabi Muhammad Shallallahu’ Alaihi wa Sallam sang Idola dan Panutan Ummat Islam yang patut diteladani

Oleh: Muhammad Faisal, SPd

Editor: Bakhti Darmawan (Ketua BEM FKIP UNTIRTA)

Waktu itu bertepatan dengan tanggal 12 Rabi’ul Awwal di tahun Gajah. Tiba-tiba… bergetarlah tiang-tiang istana kerajaan Kisra di Iran yang merupakan sarang kemusyrikan, begitu hebatnya goncangan itu mengakibatkan runtuhnya 14 tiang penyanggah dan tiba-tiba padamlah api yang selama bertahun-tahun disembah-sembah oleh orang-orang Majusi (penyembah api). Semua orang bertanya, ada apa gerangan?... bencana apakah ini…?

Ternyata waktu itu lahirlah nun jauh di kota Makkah, seorang bayi yang kelak akan menjadi nabi terakhir, pelita ummat, pemimpin besar, pembela kebenaran, penumpas kemusyrikan dan penegak agama Alloh Azza wa Jalla yang suci… Siapakah gerangan…? Dialah Muhammad yang kelak akan menjadi saksi bagi seluruh manusia di hari kiamat. Dengan runtuhnya tiang-tiang di istana kemusyrikan dan padamlah api itu, menandakan bahwa Alloh Azza wa Jalla akan menghancurkan kemusyrikan di muka bumi ini, agar manusia kembali ke jalan yang benar…

Nabi Muhammad lahir dari seorang ibu yang bernama Aminah dan bapaknya bernama Abdillah. Sejak lahir telah banyak tanda-tanda yang diberikan Alloh kepadanya dan yang paling menakjubkan adalah ketika dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril dan dibersihkan hatinya dari segala macam kotoran. Muhammad terus beranjak dewasa… semua orang Makkah menghormati dan menyeganinya karena beliau terkenal sebagai orang yang berakhlak mulia, tidak pernah menyakiti orang lain, bijaksana, adil dan mampu menjadi penengah apabila ada dua kabilah yang saling bermusuhan.

Pada usianya yang ke 40 tahun terjadilah peristiwa besar, yaitu turunya wahyu pertama ketika beliau sedang menyendiri di Gua Hiro, karena tidak tahan dengan keadaan kaumnya yang telah rusak moralnya. Nah… sejak saat itulah beliau diutus menjadi Nabi dan Rasul Alloh Azza wa Jalla. Mulailah Nabi Muhammad menyebarkan ajaran suci itu secara sembunyi-sembunyi. Yang pertama kali menerima ajarannya adalah isteri beliau yang senantiasa berada disampingnya yang membela dan setia menemani beliau, dialah Khodijah. Kemudian beliau ajarkan pula kepada orang-orang yang terdekat dan terus…terus… beliau dakwah tak kenal lelah, menyeru ummatnya kepada kebenaran dan menjauhi kebatilan sampai lahirlah dari hasil didikan beliau itu orang-orang yang tangguh dan tegar bagai batu karang dan tegak bagaikan gunung yang siapa membela agama Alloh dan menghancurkan kebatilan… rela mengorbankan harta bahkan nyawa untuk sang Pencipta. Lihatlah Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khoththob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib dan masih banyak para shahabat beliau yang telah menggoreskan tinta emas dalam menegakkan agama Alloh ini (Islam-red).

Wahai… alangkah hebatnya kepemimpinan beliau ini sehingga bisa mendidik dan melahirkan generasi-generasi mulia yang merupakan suri tauladan bagi kita semua sebagai ummatnya. Kemudian saudara-saudaraku Muslim dan Muslimah yang dicintai karena Alloh… tepat diusianya yang ke-63, terbaringlah tubuh beliau yang mulia itu karena sakit… dan beliau sadar bahwa malaikat maut akan menjemputnya untuk kembali menghadap Pencipta alam ini. Di akhir hayatnya beliau tidak meninggalkan sesuatupun kecuali Al-Qur’an dan Sunnahnya yang masih terpelihara sampai hari ini, dan beliau berpesan kepada kita agar senantiasa berpegang teguh dengan keduanya agar kita selamat di dunia dan di akhirat. Kemudian datanglah Malaikat maut… dan saat itu kembalilah ruh beliau yang mulia itu kepada Alloh yang Maha Tinggi. Dan perlu diingatkan idola dan panutan umat Islam yang hakiki adalah Rasululloh Muhammad Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bukan selain beliau misalkan Ustadz, Kyai, Syaikh, Habib, Guru, Dosen, Artis, Pejabat, dan semisalnya karena sesungguhnya Rasulullohlah idola dan panutan umat Islam yang patut dijadikan suri tauladan umat Islam dan umat lainnya. Wallohu’ Ta’ala Alam bish Showab. Tulisan ini disampaikan pada Pesantren Kilat (SANLAT) SMP Tunas Harapan, Kota Bekasi pada 01 September 2010 M

Selamat jalan wahai pemimpin dan idola serta panutan ummat… jasamu sungguh tak terkira, hanya syurgalah tempat yang paling pantas untuk membalas jasa-jasamu… Sholawat dan Salam semoga tetap terlimpahkan kepadamu.

Maraji’/Catetan kaki:

1. Buletin Dakwah Jum’at Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), No. 12 Thn XXXV, Jum’at ke-3 13 Rab. Awwal 1429 H/21 Maret 2008 dengan Tema: Mutiara Akhlaq Rasululloh SAW, Penulis: Al-Allamah Syaikh Dr. Muhammad bin Jamil Zainu, MA Hafidzhahulloh (Dosen Universitas Darul Hadist Makkah Al-Mukarramah).

2. Buku Sehari Di Kediaman Rasululloh SAW, Penulis: Syaikh Abdul Malik Al-Qasim Hafidzhahulloh, Terbitan: Pustaka Al-Sofwa, Jakarta.

3. Buku Kajian Lengkap Sirah Nabawiyah, Penulis: Syaikh Prof. DR. Faruq Hamadah, Terbitan: Gema Insani Press, Jakarta.

4. Buku Imam Al-Ghazali Berbicara Tentang Detik-Detik Wafatnya Rasululloh Dan Para Khalifah, Penulis: Syaikh Zuhair Syafiq al-Kubbiy, Terbitan: CV. Surya Angkasa, Semarang.

5. Buku Petunjuk Jalan, Penulis: Al-Allamah Syaikh Sayyid Qutb Rahimahulloh, Terbitan: PT. Al-Ma’arif, Bandung.

6. Buku Keyakinan Al-Qadiani, Penulis: Syaikh Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani Hafidzhahulloh, Terbitan: Lembaga Penelitian dan Pengakajian Islam (LPPI), Jakarta.

7. Buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Penulis: Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, Terbitan: Pustaka Al-Kautsar.

8. Buku Saat Kebaikan Dikikis Dengki, Penulis: Syaikh Abdul Malik Al-Qasim, Terbitan: Pustaka Al-Sofwa, Jakarta.

9. Majalah Sabili, No. 06 Th. XVI 2 Oktober 2008/2 Syawal 1429 H, Tema: Taatlah, Kalian akan Menang.

10. Buku Sejarah Hidup Nabi-nabi, Penulis: H. Salim Bahreisy, Terbitan: PT. Bina Ilmu, Surabaya.

Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB). Kunjungi Situs Kami di http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar