Senin, 23 Agustus 2010

“ SERUAN KEPADA KAUM MUSLIMIN INDONESIA “

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalamu’alaikum Wr Wb

Segala puji hanyalah bagi Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Memiliki Alam Semesta , sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya , para shahabatnya dan seluruh pengikutnya yang istiqomah hingga Yaumil Qiyyamah.

“ Sesungguhnya Sebaik-baik Petunjuk adalah Kitabulloh Al-Qur’an, dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnahnya Rasululloh (HadistNya), dan setiap petunjuk yang tidak ada contohnya dari kami adalah perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh sebelumnya dari Rasululloh, dan setiap yang tidak ada contohnya dari Rasululloh tempatnya ialah kekal di Neraka “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim).

“ SERUAN KEPADA KAUM MUSLIMIN INDONESIA

OLEH: AL-USTADZHAH QAZLAH BINTI MUHAMMAD AL-QAHTHANI

{Divisi Wanita Kantor Da’wah An-Nasim, Riyadh-Kerajaan Saudi Arabia (KSA)}

Kepada saudara-saudaraku, kaum muslimin Indonesia. Khususnya kepada para Ulama, Pendidik, Pelajar serta aktifis da’wah. Berdasarkan amanah ilmu, saya sampaikan risalah ini kepada semua orang, semoga Alloh memberikan taufiq-Nya kepada kita semua. Alloh Ta’ala berfirman: Dan (ingatlah), ketika Alloh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya." Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. (QS. Ali-Imran: 187). Saya sudah sering mendengar apa yang diderita kaum muslimin Indonesia, yaitu serangan besar-besaran terhadap agama mereka dari musuh-musuh Islam; dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang Sekuler. Sudah lama memang negeri muslim ini menjadi sasaran program Kristenisasi/Pemurtadan dan Westernisasi (pembaratan), sehingga dapat menggoyahkan aqidah dan rambu-rambu Islam, bahkan menyebabkan punahnya sejumlah nilai-nilai Islam.

Sementara itu -pada sisi lain- praktek kesyirikan kepada Alloh Ta’ala; seperti tawwasul (meminta pertolongan/memohon pertolongan) terhadap orang mati, mengusap-usap kuburan, memohon berbagai kebutuhan dan minta perlindungan dari berbagai musibah kepada mereka, merajalelanya sikap bergantung kepada tukang sihir dan dukun semakin. Ditambah lagi dengan semakin merebaknya kemaksiatan, perzinahan, tabarruj (membuka aurat), minuman keras, narkotika dan lainnya yang tidak mungkin untuk didiamkan. Karena itu, saya serukan anda untuk mengajarkan ajaran agama kepada masyarakat, menjelaskannya dan menampilkan keindahan-keindahannya. Berusahalah sungguh-sungguh untuk mengembalikan manusia kepada agama Tauhid yang lurus dan peringatkan mereka dari perbuatan syirik. Jelaskan pokok-pokok agama menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah, yang garis besarnya sebagai berikut:

1. Memurnikan Tauhid dan keimanan kepda Rububiyah Alloh Ta’ala yang di dalamnya terkandung Kesempurnaan Sang Khalik dan Penguasa yang mengatur setiap makhluk-Nya. Kemudian menetapkan Nama-Nama dan Sifat-Sifat yang menjadi Hak Alloh Ta’ala dan layak dengan keAgungan dan Kesempurnaan-Nya; tanpa memisalkan, menyerupakan dan menanyakan bagaimana. Alloh Ta’ala berfirman: “ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat “. (QS. Asy-Syuro: 11). Kita juga beriman bahwa Alloh Ta’ala bersemayam di ‘Arsy-Nya, sebagaimana yang Alloh jelaskan beberapa kali dalam Al-Qur’an: “ (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy “. (QS. Thaha: 5). Alloh Ta’ala berfirman: “ Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Alloh Maha Melihat apa yang kamu kerjakan “. (QS. Al-Hadid: 4). Al-Imam Malik Rahimahulloh, ketika ada seseorang yang datang kepadanya seraya bertanya: “ Wahai Abu Abdillah, Alloh bersemayam di ‘Arsy-Nya, bagaimana Dia bersemayam?, Maka Al-Imam Malik berkata: “ Bagaimana caranya tidak dapat ditangkap oleh akal, sedangkan makna istiwa’ umum diketahui dan mengimanimya wajib sedangkan mempertanyakannya adalah bid’ah. (HR. Baihaqi dalam Kitab Al-‘I’toqod, Hal. 51, dan Al-Imam Dzahabi berkata Sanadnya Shahih). Al-Imam Auza’i berkata: “ Kami dan kalangan para tabi’in, secara mutawatir menyatakan: Sesungguhnya Alloh Ta’ala menyebutkan bahwa Dia di atas ‘Arsy-Nya, maka kami beriman kepada sifat-sifat Alloh Ta’ala sebagaimana yang telah disebutkan dalam Sunnah “. (HR. Baihaqi dalam Kitab Al-Asma’ wa Sifat, Juz. II/Hal. 150, serta Al-Imam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Kitabnya Majmu’ Fatawa, Sanadnya Shahih, Juz. V/Hal.40).

2. Beriman terhadap Uluhiyah Alloh Ta’ala; yaitu bahwa Alloh Ta’ala yang berhak disembah, tidak selainNya. Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Alloh, baik perkataan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi, sebagaimana yang telah didefinisikan oleh Al-Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh. Ibadah tidak boleh diarahkan sedikitpun kepada para malaikat yang dekat dengan Alloh, atau kepada para Rasul atau kepada orang-orang shalih dan para wali. Siapa yang mengarahkan kepada selain Alloh, maka dia telah berbuat syirik kepada-Nya. Misalnya dalam berdo’a, minta pertolongan dan perlindungan, nazar, menyembelih, tawakkal, takut, mengharap, cinta dan seterusnya.

3. Kemudian beriman kepada para malaikat. Beriman bahwa mereka adalah makhluk mulia tidak pernah maksiat kepada Alloh serta selalu menunaikan apa yang Alloh perintahkan. Alloh ciptakan mereka dari cahaya. Beriman dengan sifat-sifat mereka yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadist. Alloh Ta’ala berfirman: “ Segala puji bagi Alloh Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Alloh menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Faathir: 1). Para malaikat memiliki sayap, rupanya menawan, tubuhnya besar. Termasuk di antara sifat mereka adalah sangat kuat beribadah sebagaimana firman Alloh Ta’ala: “ Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya “. (QS. Al-Anbiyaa’: 20). Diantara para malaikat ada yang bertugas sebagai Penjunjung ‘Arsy. Firman Alloh Ta’ala: “ Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka “. (QS. Al-Haqqah: 17).

4. Kemudian beriman terhadap Al-Qur’an. Yaitu beriman bahwa Al-Qur’an adalah Kalamulloh yang diturunkan kepada Rasululloh SAW lewat Malaikat Jibril ‘Alaihis Sallam yang bergelar Al-Amiin. Siapa yang berkata bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, maka dia Kafir. Al-Qur’an terjaga di dada, terucap di lisan dan tertulis di mushaf. Begitu juga kita beriman secara global dengan semua kitab-kitab yang diturunkan. Kita juga menyatakan bahwa pada kitab-kitab tersebut (selain Al-Qur’an) telah terjadi perubahan dan pemalsuan. Termasuk pokok keimanan Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) adalah beriman kepada rasul-rasul yang mulia; sejak Rasul pertama; Nuh ‘Alaihis Sallam hingga utusan terakhir; Nabi Muhammad SAW; beliau adalah penutup para nabi dan rasul, tidak ada nabi dan rasul sesudahnya. Termasuk beriman kepada Rasululloh Muhammad bin Abdillah SAW adalah mengikuti ajaran-ajarannya dan menghindar dari perbuatan bid’ah yang telah dikecam Rasululloh SAW, sebagaimana sabdanya: “ Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama0 kami yang bersumber darinya, maka dia tertolak “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim). Rasululloh SAW bersabda: “ Setiap yang bid’ah adalah sesat “.(HR. Muttafaq’ Alaih). Begitu juga kita berkeyakinan, bahwa agama yang dibawanya, menghapus seluruh agama yang ada. Maka agama selai Islam tidak akan diterima: Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi “. (QS. Ali-Imron: 85).

5. Beriman kepada hari akhir, hari kebangkitn setelah kematian serta semua kejadian di hari kiamat; Shirat (jembatan), Mizan dan dibukanya buku laporan amal.

6. Beriman kepada takdir Alloh; yang baik mupun yang buruk, apa yang Alloh kehendak akan terjadi dan yang Dia tidak kehendaki tidak akan terjadi. Kemudian berkeyakinaan bahwa syurga dan neraka ada dan tidak punah. Kita tidak boleh memastikan seorang muslim sebagai penghuni syurga atau neraka kecuali mereka yang telah dinyatakan oleh Rasululloh SAW. Kitapun berkeyakinan bahwa seseorang tidak masuk syurga karena amalnya, akan tetapi disebabkan oleh Karunia Alloh dan kemuliaan-Nya. Hendaklah kita memperingatkan manusia agar tidak melakukan sesuatu yang dapat membatalkan keIslaman yang telah disebutkan oleh para ulama;

· Mengadakan persekutuan (syirik) dalam beribadah kepada Alloh Ta’ala. Dalam kaitan ini, Alloh berfirman: “ Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Alloh, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya “. (QS. An-Nisaa’: 116). “ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun “. (QS. Al-Maidah: 72). Termasuk dalam hal ini, berdo’a memohon sesuatu dan minta perlindungan kepada orang mati serta bernadzar dan menyembelih qurban untuk mereka.

· Siapa yang menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai perantara kepada Alloh; memohon syafa’at serta bertawakkal kepada mereka. Maka berdasarkan ijma’ (kesepakatan) dia telah kafir.

· Siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik serta murtad, atau meragukan kekafiran mereka dan membenarkan madzhab/pemahaman mereka, maka dia telah kafir.

· Berkeyakinan bahwa petunjuk selain yang datang dari Nabi Muhammad bin Abdillah SAW lebih sempurna dan lebih baik. Menganggap suatu hukum atau undang-undang lainnya lebih baik dibandingkan syari’at Rasululloh SAW, serta lebih mengutamakan hukum thaghut (hukum buatan manusia) dibandingkan ketetapan Rasululloh SAW.

· Membenci sesuatu yang datangnya dari Rasululloh SAW, meskipun diamalkannya, maka dia telah Kafir. Alloh Ta’ala berfirman: “ Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka “. (QS. Muhammad: 9).

· Siapa yang mengolok-olok atau mengejek sebagian dari Dien (ajaran Agama) yang dibawa Rasululloh SAW, misalnya tentang pahala atau balasan yang akan diterima maka dia telah Kafir. Alloh Ta’ala berfirman: “ Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?", Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa “. (QS. At-Taubah: 65-66)

· Melakukan sihir, diantaranya “ As-sharf “ (mengubah perasaan seseorang laki-laki menjadi benci kepada istrinya) dan “ Al-Athaf “ (menjadikan seseorang senang terhadap apa yang sebelumnua dia benci/pellet) atas bantuan syaithan. Siapa yang melakukan kegiatan sihir atau ridho dengannya maka dia kafir, Alloh Ta’ala berfirman: “ Dan keduanya tidak mengajarkan sihir kepada seseorangpun sebelum mengatakan, sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, karena itu janganlah kamu kafir “. (QS. Al-Baqarah: 102).

· Menolong orang musyrik ataupun murtadin untuk memerangi kaum Muslimin. Alloh Ta’ala berfirman: “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Maa’idah: 51).

· Beranggapan bahwa ada sebagian manusia yang boleh leluasa keluar dari syari’at Muhammad SAW. Dalam kaitan ini Alloh Ta’ala berfirman: “ Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi “. (QS. Ali-Imron: 85).

· Berpaling dari agama Alloh, baik karena dia tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya. Hal ini berdasarkan firman Alloh Ta’ala: “ Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa “. (QS. As-Sajdah: 22).

Semua hal yang membatalkan keIslaman di atas tidak dibedakan apakah dia bercanda, sungguh-sungguh atau ketakutan, kecuali jika seseorang terpaksa. Semuanya merupakan perkara yang sangat berbahaya dan paling sering terjadi. Maka hendaknya setiap muslim berhati-hati dan takut dari semua itu. Kita berlindung kepada Alloh dari Murka-Nya dan siksa-Nya yang pedih. Sekian semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.

Saudaramu:

Qazlah binti Muhammad Al-Qahtani

Seseorang Hamba Yang mengharap Ridho Rabb-Nya

Tulisan ini diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh: Al-Ustadz Abdullah Haidir

Muroja’ah (diperiksa) oleh: Al-Ustadz Fir’adi Nashruddin Abu Ja’far, Lc

Diketik ulang dan sedikit perubahan oleh: Bapak Muhammad Faisal, SPd

Diedarkan Oleh: Divisi Wanita Kantor Da’wah An-Nasim, Riyadh-Kerajaan Saudi Arabia (KSA) Hay Al-Manar-Belakang RS Yamamah PO BOX : 52683 Riyadh 11573

Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).

http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar