Senin, 27 September 2010

“ Awas Westernisasi Mencengkram Anda “




“ Awas Westernisasi Mencengkram Anda “

Oleh: Kang Faisal al-Jawy alBantani (Pembina GPAPB)

“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu “.

{QS. Al-Baqarah (2): 120}.

“ Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai “.

{QS. At-Taubah (9) : 32}.

Segala Puja dan Puji hanya milik Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala, kita memuji, meminta pertolongan, memohon ampun kepada-Nya, kita berlindung kepada-Nya dari keburukan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala, maka tidak ada yang memberi petunjuk kepada-Nya, Kita bersaksi tidak ada yang berhaq disembah melaikan Alloh satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kita bersaksi bahwa Rasululloh ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma Ba’du.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “. {QS. Ali-Imran (3): 102}.

“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Alloh menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Alloh memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu “. {QS. An-Nisaa’ (4): 1}.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Alloh memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Alloh dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. {QS. Al-Ahzab (33): 70-71}

“ Sebaik-baik petunjuk adalah Kitabulloh (Al-Qur’an), serta sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Rasululloh ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam yakni Sunnahnya, dan seburuk-buruk perbuatan dan perkataan ialah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan ialah Bid’ah dan setiap keBid’ahan itu sesat serta setiap kesesatan itu ialah tempatnya di dalam Naar (Neraka) “. (HR. Muslim no. 867).

Westernisasi (pembaratan: penyebaran nilai-nilai barat) bagi AS dan barat bukan hanya sekedar “ mentranfer “ budaya barat ke Dunia Islam semata. Lebih jauh dari itu, upaya tersebut ditujukan untuk menggusur ideologi Islam dan menggantinya dengan ideologi barat. yaitu kapitalisme sekuler. Oleh karena itu, upaya pembaratan lebih difokuskan pada tujuan akhir, yaitu menjauhkan Islam dari umatnya. AS dan barat berusaha menjadikan pola hidup umat Islam bersumber pada ideologi sekuler hingga sikap dan perilaku umat Islam bercorak kapitalis, hedonis, dan liberal. Hasilnya ujung dari westernisasi adalah menghancurkan Islam dan umatnya.

Secara tegas dan politis, makna westernisasi dapat terungkap dalam pidato kenegaraan yang disampaikan oleh mantan Presiden AS George W. Bush tanggal 2 Februari 2005 lalu, yaitu ketika menanggapi permasalahan Timur Tengah dan Irak. Dia mengatakan, “ Untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah secara keseluruhan, AS akan bekerjasama dengan rekan-rekan di kawasan ini dalam memerangi musuh bersama kita, yakni teror, sementara juga kita mendorong terciptanya standar kebebasan yang lebih baik. Harapan akan reformasi mulai muncul di kalangan bulan sabit, mulai dari Maroko, Yordan, sampai Bahrain…”. (Pidato kenegaraan kedubes AS Indobesia, 3/2/2005).

Sejarah berdiri dan tokoh-tokohnya

Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke 19, orang-orang berpandangan Timur di dunia Islam mulai memodernisasi dan memperkuat tentara mereka dengan cara mengirim kader-kadernya ke Negara-negara Eropa, atau dengan mendatangkan para ahli dari barat untuk mengajar dan membuat perencanaan bagi kebangkitan modernisasi. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi usaha keras orang-orang barat dalam memperkuat pengaruh kolonialisme mereka sesudah masa kebangkitan Eropa. Sultan Mahmud II telah menguasai janisari (pasukan Turki pada masa Khalifah) Osmaniyah pada tahun 1826 M dan mengintruksikan kepada orang-orang militer dan sipil supaya memakai pakaian Eropa. Tahun 1255 H/1839 M, Abdul Majid, salah seorang penguasa kesultanan Osmani, mengedarkan sebuah brosur yang isinya memperbolehkan non muslim menjadi anggota dinas militer. Malah Sultan Halim III mendatangkan para teknisi dari Swedia, Prancic, Hongaria dan Inggris dalam rangka mendirikan sebuah akademi milter dan angkatan laut.

Perjalanan westernisasi dapat ditelusuri sejak tahun 1860 M ketika gerakan ini memulai aktivitasnya di Lebanon melalui Zending Kristen. Dari sanalah kemudian merambat ke Mesir. Di bawah naungan Khudaiwi Ismail yang akan menjadikan Mesir sebagai bagian dari Eropa. Rifa’ah Thanthawi dikirim untuk belajar di Prancis. Di sana ia tinggal untuk 5 tahun (1826-1831 M). Sarjana lain yang bertugas belajar di Prancis ia menghabiskan waktu selama 4 tahun (1852-1856 M). Setelah kembali, keduanya menyebarkan ide-ide untuk menata masyarakat dengan dasar sekulerisme rasional. Sejak tahun 1830 M para sarjana lulusan Eropa yang telah kembali ke negeri masing-masing mulai menerjemahkan buku-buku Voltaire, Rouseau, Montesquieu, dan lain-lain. Penerjemahan ini bertujuan menyebarkan pemikiran Eropa yang memberontak menentang agama, yang muncul pada abad ke-18.

Cromer mendirikan Akademi Victoria di Iskandariah. Tujuannya ialah mendidik anak-anak para pejabat, tokoh dan pembesar dengan pola Inggris agar mereka bisa menjadi alat transformasi dan penyebaran peradabn Barat di masa yang akan datang. Lord Loyd, gubernur Inggris di Mesir, ketika meresmikan akademi tersebut pada tahun 1836 M mengatakan “ untuk meng-Inggris-kan mereka tidak memerlukan waktu lama, terutama jika ada 10 orang yang terpercaya di antara dosen dan mahasiswa-mahasiswanya “.

Pemikiran dan Doktrin-Doktrinnya

Pertama: adanya indikasi ide Westernisasi

Rasululloh ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam bersabda, “ Kamu pasti akan mengikuti tradisi orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta, sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak sekalipun kamu akan ikut masuk pula “. (HR. Muslim). Lowrence Brown berkata, “ Ancaman hakiki terhadap budaya barat terkandung di dalam sistem Islam dan kemampuan expansinya, ketundukan dan dinamika ajarannya. Islam adalah satu-satunya tembok penghalang bagi kolonialisme barat “. Adanya penggalakkan ide pembentukan pemikiran yang maju, yang menjastifikasi model barat. Tujuannya adalah menghapus keunikan karakteristik kepribadian Islam, agar kemantapan hubungan antara Barat dan dunia Islam terwujud, dan mengabdi kepada kepentingan Barat.

Bermunculannya seruan yang bersifat nasionalistik dan pengkajian sejarah kuno serta ajakan kebebasan yang dianggap sebagai asas kemajuan bangsa. Berbarengan dengan itu ditonjolkannya sistem ekonomi Barat dengan penuh pesona serta diulang-ulangnya pembicaraan mengenai poligami dalam Islam, pembatasan thalaq serta ikhtilat (percampu bauran) antara pria dan wanita.

Kedua: konfrensi-konfrensi tentang westernisasi

Konfrensi Baltimore, tahun 1942, dalam konfrensi tersebut direkomendasikan supaya digalakkan pengkajian dan mengintodusir gerakan-gerakan rahasia ke dalam tubuh ummat. Tahun 1953, diselenggarakan konfrensi gabungan Islam-Kristen di Beirut Lebanon, kemudian di Iskandariah, lalu berturut-turut diselenggarakan di Roma dan negara-negara lain berupa pertemuan dan seminar-seminar dengan maksud sama.

Ketiga: buku-buku tentang westernisasi

- Islam Modern History karangan W.C Smith

- Wither Islam karangan H.A.R Gibb dll.

Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya

Westernisasi pada hakikatnya merupakan perwujudan dari konspirasi Zionis-Kristen-Kolonialis terhadap umat Islam. Mereka bersatu untuk mencapai tujuan bersama yaitu, membaratkan Dunia Islam agar kepribadian umat Islam yang unik terhapus dari muka bumi ini.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya

Gerakan westernisasi telah mampu menembus hampir di setiap negara di dunia Islam dan negara-negara Timur. Dengan diam-diam masyarakatnya terseret ke dalam peradaban barat yang matersialistik dan modern akibatnya mereka terikat oleh roda peradaban Barat. pengaruh westernisasi ini berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain. Hal itu tampak jelas di Mesir, Iraq, Palestina, Suriah, Yordania, Turki, Indonesia, dan Maroko. Gerakan ini merembes ke seluruh dunia Islam. Akibatnya tidak ada satu negara muslim atau negeri Timur yang tidak dirasuki paham ini. maka ingatlah akan Sabda Nabi ini, Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (agama) kami, yang tidak ada keterangan darinya, maka ia tertolak “. (HR. Bukhari dan Muslim). Dan riwayat Muslim yang lain, beliau bersabda, “ Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak dilandasi/tidak sesuai dengan keterangan kami, maka perbuatan itu tertolak “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim). Ingatlah saudaraku marilah kita kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya walaupun itu dirasakan asing yang sesuai tuntunan Alloh yakni dalam Kitabulloh Al-Qur’an dan Rasul-Nya yakni As-Sunnah, dan sebagaimana Rasululloh bersabda, “ Pada Awal kemunculan Islam Nampak asing dan pada akhirnya akan kembali asing seperti awalnya, maka oleh karena itu bersyukurlah orang yang diasingkan ”. (Al-Hadist dalam Kitab Mukhtashar Kitab Al-I’tisham Karya Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy-Syathibi Rahimahulloh pada bab Mukadimah/Pembukaan).

Ingatlah saudaraku sesungguhnya hanya Islamlah yang patut anda ikuti perintahnya bukan ajaran westernisasi yakni pembaratan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasululloh, maka marilah kita sama-sama pelajari Islam ini yang sesungguhnya, Alloh berfirman: “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “.{QS. Ali-Imran (3): 102}. Ayat tersebut menjelaskan bahwa patut kita hanya bertakwa kepada Alloh saja dan mengikuti ajaran Rasul-Nya Muhammad ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam yang mulia, dan menjauhi apa-apa yang dilarangnya dan janganlah kalian meninggal melainkan dalam keadaan selain Islam, maksudnya janganlah kita ikuti ajaran kaum Kafir dan Murtadin serta berpaling dari ajaran Islam yang jelas Alloh melaknat dan memasukan-Nya kedalam Neraka yang sangat pedih siksaanNya, Wallohu’ Ta’ala Alam. Demikianlah tulisan ini yang kami sampaikan, kalau ada yang benar/haq datangnya hanya dari Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala Rabb semesta Alam. Dan jika ada yang salah dalam tulisan ini datangnya dari syaithan dan diri kami pribadi.

Fastabiqul Khoirot (mari kita berlomba dalam kebajikan), semoga dapat bermanfaat. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Nuun Walqolami’ wamaa’ Yasthuruun, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.

Maraji’/Catetan Kaki:

1. Buku Kandungan “ Laa Ilaaha Illallah “ Versi Ahlussunnah Wal Jama’ah, Penulis: Ust. Abu Sulaiman Aman Abdurrahman, Lc Hafidzhahulloh, Terbitan: Pustaka atstsuguur, Jakarta.

2. Buku Pengaruh Kristen Orientalis terhadap Islam Liberal, Penulis: Adnin Armas, MA, Penerbit: Gema Insani Press, Jakarta.

3. Buku Bila Hak Muslim Dirampas, Penulis: Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta.

4. Buku Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi Al-Qur’an, Penulis: Ust. Agus Hasan Bashari, Lc, MAg, Penerbit: Pustaka As-Sunnah, Surabaya.

5. Buku Menanti Kehancuran Amerika & Eropa, Penulis: Abu Fatiah Al-Adnani, Penerbit: Granada Mediatama, Solo.

6. Buku Gerakan Dakwah Islam, Penulis: Prof. Dr. Nashir Abdul Karim Al-Aql, Penerbit: Darul Haq, Jakarta.

7. Buku Propaganda, Inc. Edisi Kedua Menjual Budaya Amerika ke Dunia, Penulis: Nancy Snow, Penerbit: Opini, Jakarta.

Senin, Ba’da Sholat Ashar, Kota Bekasi, 27-09-2010 M

Abu Jundulloh Muhammad Faisal, SPd, M.MPd

{Kang Faisal al-Jawy alBantani}

(Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB)

Seseorang Hamba Yang mengharap Ridho Rabb-Nya

Kunjugilah Situs Kami di http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP) serta Forum Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).

1 komentar:

  1. Islam bersatu tak bisa dikalahkan, mari kita perkuat ukhuwah Islamiyyah sesama Muslim dan kita jadikan Bekasi Kota Syuhada dan Bersyariah sesuai dengan Motto Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), Allohu Akbar, ingat musuh kita bukan sesama Muslim tetapi non Muslim yang memusuhi Islamlah yang sesungguhnya dan kaum Murtadin ...serta Munafiq itulah yang benar!!!. Sebarkan???. (Ttd Kang Faisal al-Jawy SPd M.MPd/Pembina GPAPB)

    BalasHapus