Minggu, 12 September 2010

“ Keharusan Menyelisihi Orang Kafir “


“ Keharusan Menyelisihi Orang Kafir “

“ Nashrani/Kristen dan Yahudi hanya untuk orang Israel yang sesat, itulah jawaban YESUS. (MATIUS 15:24), Sungguh Islam adalah Agama yang benar untuk seluruh umat Manusia “.

Segala Puja dan Puji hanya milik Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala, kita memuji, pertolongan, memohon ampun kepada-Nya, kita berlindung kepada-Nya dari keburukan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala, maka tidak ada yang memberi petunjuk kepada-Nya, Kita bersaksi tidak ada yang berhaq disembah melaikan Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kita bersaksi bahwa Rasululloh ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma Ba’du.
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “. (QS. Ali-Imran: 102).
“ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala selalu menjaga dan mengawasi kamu “. (QS. An-Nisaa’: 1).
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar “. (QS. Al-Ahzab: 70-71).
Islam memang berbeda dan kaum Muslimin haruslah berbeda. Sistem dan tatanan yang asli bagi kehidupan dunia ini adalah sistem Islam. Bahkan semenjak kehidupan dunia yang pertama, orang hanya mengenal Islam sebgai satu-satunya sistem yang mengatur kehidupan mereka, baik individual, sosial – termasuk diantaranya sistem pernikahan - maupun berbagai pola kehidupan lainnya Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala berfirman: “ Adalah manusia (mulanya) merupakan umat yang satu, (setelah timbul perselisihan tentang agama) maka Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala mengutus para Nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan “. (QS. Al-Baqarah: 213).
Berkaitan dengan ayat ini, Al-Imam Ibnu Abbas Rahimahulloh menafsirkan: “ Adalah (kehidupan) antara Asan dan Nuh (terpaut) sepuluh generasi, semuanya berada pada ajaran Islam “. (Lihat Kitab Tafsir Ibnu Katsir). Kisah dua anak Adam yang mempersembahkan kurban kepada Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala, juga membuktikan bahwa aturan yang dipakai saat itu adalah aturan yang di bawa Nabi Adam, yang notabene merupakan manusia pertama yang memimpin umat berdasarkan Islam. Islam adalah ajaran paripurna, mencakup dimensi dunia dan akhirat. Ajarannya tidak terbatas untuk kemashalatan dunia fana, tetapi bahkan yang lebih penting justru untuk mencapai kemashalatan abadi kelak sesudah meninggal. Islam sama sekali tidak mengandung unsur kelemahan sedikitpun karena Islam adalah agama yang ditetapkan oleh Alloh Dzat Yang Maha Sempurna, Yang Maha Mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk untuk manusia. Karenanya siapa yang mengimani dan mengamalkan Islam dalam seluruh sisi kehidupannya, maka berbahagialah ia.
Hanya karena kecongkakan, kesombongan dan kebodohan manusia sajalah, akhirnya mereka tidak puas dengan Islam. Muncullah kemusyrikan, Kekafiran dan sistem-sistem, pola-pola serta adat-istiadat kafir. Ketika angkara murka berkuasa, sehingga kekafiran merajalela dimana-mana, maka Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala mengutus para Rasul-Nya - dari semenjak Nuh Alaihis’ Salam hingga Muhammad ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam - untuk mengembalikan ummat pada penghambaan kepada Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala saja. Tetapi sunatulloh menetapkan bahwa kekafiran senantiasa ada, maka ajaran Islampun menjadi kepastian untuk memisahkan manusia dari kekafiran secara total. Manakala syari’at Islam datang melalui Rasul Alloh terakhir, Nabi Muhammad ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam, maka menyelisihi orang-orang kafir menjadi tujuan syari’at; baik tata cara peribadatan contoh: Merayakan Natal dan Mengucapkan Selamat Natal, Mengucapkan dan merayakan Hari Valentine’s Day, Mengucapkan dan merayakan Tahun Baruan atau Happy New Year, dll, kebiasaan Contoh: Berpacaran yang tidak ada ajarannya dalam Islam padahal tidak ada contoh dari Rasululloh Lebih jelas Lihat dan Bacalah Buku Pacaran dalam Kacamata Islam, Penulis: Abdurrahman Al-Mukaffi, Terbitan: Media Da’wah, Jakarta dan Buku Bila Hati Dimabuk Cinta, Penulis: Syaikh Muhammad Ibrahim Al-Hamd, Terbitan: Pustaka At-Tibyan: Solo-Jateng, Makan dan minum yang berlebihan padahal ini tidak dianjurkan oleh Rasululloh, dll, adat-istiadat contoh: Merayakan atau mengadakan Ulang Tahun padahal tidak ada contoh dari Rasululloh, Tukar Cincin ketika Pernikahan/Tunangan padahal tidak ada tuntunan dalam Islam apalagi tunangan dalam Islam tidak ada contohnya dari Rasululloh apalagi para Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in tidak pernah mencontohkannya yang ada adalah ta’aruf dalam syarat pernikahan, Nikah beda Agama yang jelas Haram, Wajib Orang Islam menamai namanya dengan nama yang Islami, untuk laki-laki contohnya: Abdurrahman, Abdillah,Mujahidin, Abdul Malik, Ahmad, dll, sedangkan Perempuan contohnya: Azizah, Fatimah, Lathifah, Aisyah, Khadijah, Hasna’, dll, dan menyelisihi nama orang Kafir, contohnya: Laki-laki: Johan, Petter, Jason, Michelle, dll, Perempuan contohnya: Santi, Susan, Dewi, Desi, dll, Mengucapkan Hallo ketika Telepon bukan Salam yakni Assalamu’alaikum, Makan dan minum dengan tangan kiri dan Berdiri bukan duduk, dll.
Padahal Rasululloh bersabda: “ Janganlah salah seorang dari kalian makan dengan tangan kirinya, dan janganlah minum dengannya! Karena sesungguhnya Syaithan makan dengan tangan kirinya, dan minum dengannya “. (HR. Muslim), cara berpakaian contoh: pakaian ketat dan minim untuk wanita, memakai cincin, kalung, gelang untuk laki-laki, tidak memakai Jilbab yang ideal sesuai agama dalam QS. Al-Ahzab: 59 untuk wanita pula, dll dan bahkan teori-teori keduniaan contoh: ramalan bintang/zodiaq, dll. Padahal Rasululloh bersabda: “ Barangsiapa yang meniru/menyerupai (tasyabuh) terhadap satu kaum, maka dia termasuk mereka “. (HR. Ahmad dan lainnya).
Menyelisihi orang-orang kafir inilah tampaknya yang merupakan kunci kejayaan ummat Islam. Sekalipun dengan sikap menyelisihi ini, akan terasa aneh dan asing dalam pandangan umum manusia yang rata-rata – secara kultur (budaya) dan keyakinan – sudah mengalami perkawinan (kontaminasi) dengan kultur dan keyakinan orang kafir. Sehingga seolah-olah ajaran Islam hanya tinggal sebutan dan tersisihkan pada sudut-sudut peribadatan mahdhah saja. Na’udzubillah. Mukminin sejati adalah orang yang menyelisihi orang kafir dengan begitu ia akan menjadi aneh di hadapan kebanyakan manusia. Rasululloh Muhammad bin Abdillah ShallAllohu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “ Islam datang pada mulanya dalam keadaan asing (aneh), dan akan kembali menjadi asing seperti pada saat mulanya; maka BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG ASING (aneh dalam pandangan kebanyakan manusia) “. (HR. Muslim).
Berdasarkan hadist tersebut, kejayaan ummat Islam hanya akan di dapat jika mereka komitmen terhadap ajaran Islam sekalipun dia menjadi asing ditengah umat yang berpandangan kufur. Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh mengatakan bahwa menyelisihi orang-orang kafir merupakan tujuan terbesar bagi diutusnya para Rasul Alloh Subhanaahu’ Wa Ta’ala. Sekian Risalah singkat ini, Fastabiqul Khoirot (mari kita berlomba dalam kebajikan), semoga dapat bermanfaat. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Nuun Walqolami’ wamaa’ Yasthuruun, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.

Tulisan/Risalah ini diambil dari berbagai bacaan dan sumber penelusuran di Internet.

Purworejo-Jawa Tengah, 1431H
Muhammad Faisal, SPd, M.MPd (Pembina GPAPB)
Seorang Hamba yang mengharap Ridho RabbNya

Buku yang patut dimiliki dan dibaca Umat Islam tentang Islam dan Kristenisasi:
1.Aliran-aliran yang Perlu Anda Ketahui, PP. Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Khusus, diambil dari Buku Al-Mausuah Al-Muyassarah fil Adyaani wal Madzaagib Al-Mu’ashirah.
2.Menikah dengan Non Muslim, Penulis: Syaikh Hasan Khalid, Terbitan: Pustaka Al-Sofwa, Jakarta, 2004M.
3.Garis Pemisah Antara Muslim Dan Kafir, Penulis: Syaikh Dr. Abdurrahman Abdul Khaliq, Terbitan: CV. Firdaus, Jakarta, 1992M.
4.Sejarah Injil Dan Gereja, Penulis: Syaikh Ahmad Idris, Terbitan: Gema Insani Press (GIP), Jakarta, 1994M.
5.Bibel Menurut Mantan Kristen, Penulis: G. Miller, Terbitan: Qalam, Jakarta, 2000M.
6.100 Jawaban untuk Misionaris Kristen Ataukah Islam?, Penulis: KH. Abdullah Wasi’an, Terbitan: Pustaka Da’i, Surabaya-Jawa Timur, 1995M.
7.Menolak Mitos Trinitas Bantahan Kalangan Kristen Yesus bukan Tuhan, Penulis: Wahyudi, SAg, Terbitan: Ahmed Deedat Publishing, Jakarta, 2005M.
8.Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam Dokumen Kristenisasi, Penulis: Ustadz Abu Deedat Syihab, MH, Penerbit: Puztaka Tazkia Az Zahra, Jakarta, 2005M.
9.Awas Kristenisasi & Bahaya Sinkretisme Agama, Penulis: Lajnah Da’imah Divisi Penelitian ilmiah dan Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, Terbitan: Darul Ilmi, Ngaglik-Sleman, Yogyakarta, 2005M.
10.Ada Apa Dengan Valentine’S Day, Penulis: Tim Pustaka Al-Sofwa, Terbitan: Pustaka Al-Sofwa, Jakarta, 2005M.
11.Di Balik Propaganda Anti Islam, Penulis: Syaikh DR. Adil bin Ali Asy-Syaddi, Terbitan: Pustaka Al-Sofwa, Jakarta, 2005M.
12.Anak Muda Nyalakan Semangatmu!, Penulis: Syaikh DR. Raghib As-Sirjani, Terbitan: Samudera, Sukoharjo- Jateng, 2007M.
13.Penjelasan Tentang Pembatal Keislaman, Penulis: Syaikh DR. Sulaiman bin Nashir bin Abdullah Al-Ulwan, Terbitan: Pustaka At-Tibyan, Solo-Jateng, 2000M.
14.Al-Wala & Al-Bara, Penulis: Syaikh Al-Allamah Prof. DR. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Terbitan: Pustaka At-Tibyan, Solo-Jateng, 2001M.
15.Menggentarkan Musuh-Musuh Islam, Penulis: Syaikh Al-Allamah DR. Abdul Qadir bin Abdul Aziz, Terbitan: Senyum Media, Jakarta, 2007M.
16.Kafir Tanpa Sadar, Penulis: Syaikh Al-Allamah DR. Abdul Qadir bin Abdul Aziz, Terbitan: Media Islamika, Solo-Jateng, 2007M.
17.Murtad Karena Hukum, Penulis: Syaikh Al-Allamah DR. Abdul Qadir bin Abdul Aziz, Terbitan: Kafayeh Cipta Media, Klaten-Jateng, 2008M.
18.Prinsip-Prinsip Islam, Penulis: Al-Imam Abul A’la al-Maududi, Terbitan: PT. Al-Ma’arif, Bandung, 1985M.
19.Cinta Syahadah, Penulis: Syaikh Jabir bin Abdul Qayyum, Terbitan: Kafayeh Cipta Media, Klaten-Jateng, 2008M. Purworejo-Jawa Tengah.
20.Al-Milal wa An-Nihal, Penulis: Al-Imam Asy-Syahrastani, Terbitan: PT. Bina Ilmu, Surabaya-Jawa Timur, 2005M.
21.Vonis Kafir dalam Timbangan Islam, Penulis: Syaikh Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Jibrin, Terbitan: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta, 2007M
22.Gayung Bersambut, Menjawab serangan penginjil, Penulis: Drs. H. Abu Jamin Roham, Terbitan: Media Dakwah, Jakarta, 2001M.

Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB). Kunjungi Situs Kami di
http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar