Kamis, 30 September 2010

Kiat Muslimah Hindari murtad

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh : Aisya Kamila

Fenomena pemurtadan di tanah air, khususnya Kristenisasi di kalangan Muslimah semakin gencar terjadi dengan berbagai modus operandi. Dari cara-cara yang halus sampai cara-cara yang paling keji dilakukan oleh para misionaris salibis terhadap para muslimah, seperti hipnotis, telepati, pacaran, hamilisasi, perkosaan, dan lain-lain. Dengan cara seperti itu mereka sudah banyak memurtadkan para Muslimah.
Berikut ini beberapa kiat bagi Muslimah untuk menghindari diri agar tidak menjadi korban pemurtadan salibis.
1. Memperdalam Pemahaman Islam
Dengan pemahaman Islam yang kuat, maka kita akan menutup diri dan membentengi diri dari hal-hal maksiat dan zina. Kita akan menghindari dari misionaris salibis agar tidak menjadi korban pemurtadan.

2. Pakai Busana Takwa
Dengan memakai jilbab sesuai dengan syariat (bukan jilbab gaul), maka mereka tidak berani untuk berbuat macam-macam kepada para muslimah. Dengan berbusana takwa, maka otomatis para muslimah juga dituntut untuk merefleksikan sikap takwa dalam sikap dan perbuatannya. Biasanya, mereka berani melancarkan perbuatan yang tidak-tidak kepada Muslimah yang berbusana ala MTV yang berani mengumbar auratnya.
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” [TQS. Al A’raf: 26]
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [TQS. Ahzab: 59]

3. Memperbanyak Baca Al Qur’an dan Zikir
Baca Al Qur’an dan zikir akan mendekatkan kita kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Dekat kepada Allah menjauhkan diri dari godaan syaitan, baik dari kalangan jin maupun manusia.

4. Jangan Bersahabat Terlalu Akrab Dengan Orang Kafir
Persahabatan dengan orang kafir berarti kita membuka peluang bagi mereka untuk menjadi korban. Apalagi curhat dengan mereka. Carilah sahabat seiman yang lebih mengerti tentang Islam. Berteman dengan orang kafir hanya sebatas teman biasa (bukan teman akrab) baik laki-laki maupun wanita. Bersahabat dengan orang kafir dalam rangka dakwah hanya boleh dilakukan bagi orang yang berilmu dan sudah mapan akidahnya.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang di luar kalanganmu (orang kafir) karena mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi..” [TQS. Ali Imran: 118]

5. Jangan Berteman Intim (Pacaran) Dengan Kafir
Pacaran adalah pertemuan rutin dengan kekasih untuk menumpahkan segala hasrat dengan berbagai bumbu tertentu, seperti berpegangan, berpandangan-pandangan, bergandengan, ciuman, pelukan, dan seterusnya. Jadi, pacaran adalah pintu terhadap mental free sex. Maka semakin lama pacaran akan semakin banyak dosa dan masalah yang dihadapi. Sebaliknya, semakin cepat pernikahan semakin selamat dari dosa dan masalah.
Pacaran jelas bukan ajaran Islam. Dalam proses perkawinan, Islam hanya mengajarkan khitbah (meminang) dan menikah.
Apalagi pacaran dengan orang kafir, ini adalah peluang bagi mereka untuk melakukan pendekatan terhadap Muslimah. Dengan pacaran, bila sudah terlalu jauh, mereka bisa menghamili para wanita Islam, lalu dimurtadkan. Hindari segala hal yang mengarah kepada nikah beda agama, karena haram hukumnya.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dating berhijrah kepadamu perempuab-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Alloh lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tida halal bagi mereka.” [TQS. Al Mumtahanah: 10]
“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” [TQS. An Nuur: 26]
Ingat, bermain air basah, bermain api hangus. Pacaran dengan non-muslim bisa jadi murtad. Na’udzubillah.

6. Jangan Terpedaya Dengan Materi
Muslimah yang dimurtadkan kebanyakan karena tergiur oleh harta kekayaan, padahal harta tidak dapat dibawa mati dan tidak bisa menolong mereka di hari akhir.
Wanita yang demikian adalah wanita yang materialistis (cewek matere), dimana dia mau menjadi istri dari seorang laki-laki dengan syarat yang bersangkutan mampu memenuhi tuntuan materinya. Dia selalu mendambakan kemewahan tanpa mempedulikan agama dan hokum halal-haram.
Karenanya, jangan terjebak materi dan jangan diperbudak oleh materi. Hidup sederhana lebih baik daripada kaya raya tapi kafir. Janganlah kemiskinan dijadikan alas an untuk pindah agama. Bersabarlah dan berusahalah dengan rajin bekerja. Sesungguhnya Alloh itu penolong bagi umat-Nya yang sabar dan takwa.

7. Hindari Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas bisa menghantarkan diri kepada perbuatan yang tidak baik, seperti narkoba, mabuk-mabuk, dll. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Agama seseorang itu berdasarkan agama temannya. Maka hendaklah salah seorang diantara kamu memeprhatikan siapa yang menjadi temannya.”

8. Jangan Terpengaruh Propaganda “Islam Liberal” bahwa semua agama itu sama
Semua agama itu tidak sama dari sisi ketuhanan dan ajarannya. Islam hanya taat dan dan menyembah Alloh subhanahu wata’ala serta mengakui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Alloh. Jadi tidak ada penyembahan terhadap patung, dewa, salib, Yesus, Bunda Maria, dll. Kerugian besarlah bagi orang Islam yang menyatakan semua agama itu sama.
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” [TQS. Ali Imran: 85]
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Alloh hanyalah Islam..” [TQS. Ali Imran: 19]

Dengan kiat-kiat di atas, maka insya Alloh kita akan terhindar dari virus ganas Kristenisasi. Bentengilah diri dengan akidah dan keislaman yang kuat.
Sumber: Majalah BIDIK, 2003 dengan sedikit perubahan oleh Kang Faisal al-Jawy, SPd, M.MPd (Pembina GPAPB)

Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar