Selasa, 21 September 2010

“ Umat islam bekasi versus hkbp “


“ Umat islam bekasi versus hkbp “

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai “.

{QS. At-Taubah (9) : 32}.

“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu “.

{QS. Al-Baqarah (2): 120}.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya – Ciketing – Bekasi. Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan menggagu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut. Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut. Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumhan Mustika Jaya – Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka. Sekalipun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak. HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan menggaggu Rumah Ibadah mereka. Lalu secara demonstrative Jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga Muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa memperdulikam perasaan dan kehormatan warga Muslim disana. Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga Muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi, masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H/12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan Pendeta. Media pun memelintir berita tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun. Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H/12 September 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertutuk, karena 9 pelaku waarga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka. Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCENAAN, mana mungkin 9 Ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana Muslim dan identitas terbuka ! jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya ?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN mana mungkin 9 Ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga ! soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya KH. Murhali Barda, Lc Sang Singa Bekasi oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI Bekasi.

Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang berani, tegas dan bertanggung jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak Kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Majalah Playboy Erwin Armada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang berusaha melindungi dan membantu Sang TERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap Mahkamah Agung. Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG/MUJAHID bukan Pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga Muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Kini yang menjadi pertanyaan adalah :

1. Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?

2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling Perumahan Warga Muslim dengan lagu-lagu Gereja secara demonstrative dibiarkan ?

3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL dan menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?

4. Kenapa dua Jemaat HKBP, PURBA dan SINAGA, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas kembali ?

5. Kenapa Jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 Ikhwan tidak ditangkap ?

6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan Warga Muslim Bekasi ?

7. Kenapa banyak pihak senang mengambil kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?

8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas Muslim terbesar di dunia, justru yang terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINOROTAS ?

9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi tidak tahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?

10. Kenapa ketika terjadi insidenm kecil terhadap SEORANG PENDETA semua teriak nyaring, tai ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso teriakan macam itu tak terdengar ?

Laa ilaaha illalloh, Muhammadur Rasuululloh. Jawablah semua pertanyaan tersebut dengan jiwa bersih dan akal sehat serta argumentasi Syari’at. Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yang terlibat langsung mau pun tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga ! Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan bahwa mereka TIDAK BERSALAJ, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.

Bekasi kota Religi. Bekasi kota Islami. Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi ! atau adzab Allohlah yang akan menimpa Anda!!!, dan ingat masalah Bekasi kasus Ciketing tanyakan kepada warga Bekasi yang asli Ciketing di FUIM, jangan berkoar kalau tidak tau akar masalah yang sebenarnya kalau tidak mau ditimpakan Adzab oleh Alloh Subhanaahu’ wa Ta’ala baik Pemerintah, Aparat, Media Massa, Tokoh Masyarakat, dll???.

Pesan Terakhir SANG SINGA BEKASI/SANG KSATRIA BEKASI KH. MURHALI BARDA, Lc dalam menghadapi ujian insiden Bekasi di CIKEAS alias Ciketing Asem, Mustika Jaya: “ BIARKAN PENDERITAAN INI SAYA RASAKAN… AGAR SEMUA SADAR… AGAR SEMUA BANGKIT… SAMPAIKAN SALAM UNTUK PEMIMPIN BEKASI… KEDEPANKAN UMAT…KEDEPANKAN MASYARAKAT MUSLIM AKAN BERSATU… TATA BEKASI DENGAN BAIK DAN ISLAMI.. “. (Murhali Barda)

Catetan Penting!!!. Anda Ingin tau Kronologis Penolakan terhadap Aktifitas HKBP Mustika Jaya, Bacalah Bulletin Dakwah Al-Ukhuwah, Edisi Khusus-Idul Fitri 1431 H, dengan Tema: Mengapa Warga Ciketing Marah?!!!, yang diterbitkan Forum Umat Islam Mustika Jaya (FUIM) dapatkanlah segera di Alamat Sekretariat FUIM : Jl. Asem Jaya Kp. Ciketing Kelurahan Mustika Jaya- Kota Bekasi

Sebarluaskan berita ini agar umat Islam tidak menjadi KORBAN MEDIA !

Hasbunallaahu wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir. Allohu Akbar! Allohu Akbar! Allohu Akbar!

Tulisan ini diambil dari berbagai sumber bacaan dan dengan sedikit perubahan oleh Muhammad Faisal SPd, M.MPd (Kang Faisal Al-Jawy) {Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB Anggota FAPB bidang Pembinaan dan Pendidikan Pelajar}

KELUARGA BESAR FRONT ANTI PEMURTADAN BEKASI (FAPB) DAN GERAKAN PELAJAR ANTI PEMURTADAN BEKASI (GPAPB) SERTA FORUM UMAT ISLAM MUSTIKA JAYA (FUIM) MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWWAL 1431 H

TAQABALLALLOHU’ MINNA WAMINKUM, MINAL AIDHIN WAL FAIDZIN

Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).

Kunjugilah Situs Kami di http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP) serta Forum Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar