Kamis, 07 Oktober 2010

“ Fatwa Ulama Kontemporer seputar Salam kepada orang Kafir dan Mengucapkan Selamat kepada kaum Kafir “

Bismillahirrohmannirrohim

Oleh: Kang Faisal Al-Jawy

MENGUCAPKAN SALAM KEPADA ORANG KAFIR

Pertanyaan: Akhir-akhir ini sebagai akibat dari interaksi dengan barat dan timur, yang rata-rata kaum kuffar/kafir dengan berbagai latar belakang agama, kami lihat mereka berulangkali mengucapkan salam Islam kepada kita, saat kita berjumpa dengan mereka dimana saja. Bagaimana sikap kita menghadapi mereka?

Jawaban: Telah disebutkan dari Rasululloh Shallallohu’ Alaihi Wa Sallam bahwa beliau bersabda: “ Janganlah kalian memulai kaum Yahudi dan jangan pula kaum Nashrani/Kristen dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir “. (Hadist Riwayat Muslim dalam Kitab As-Salam No.2167). dalam sabda beliau yang lain disebutkan, “ Jika ada ahli kitab yang mengucapkan salam kepada kalian maka jawablah wa’alaikum “. (Hadist Riwayat Muttafaq’ Alaih yakni HR. Al-Bukhari dalam Kitab Al-Istidzan No. 6258, HR. Muslim dalam Kitab As-Salam No. 2163). Ahli kitab adalah kaum Yahudi dan Nashrani. Hukum orang-orang kafir lainnya adalah seperti kaum Yahudi dan Nashrani dalam masalah ini, karena setahu kami tidak ada dalil yang membedakan mereka.

Dan itu, sama sekali tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada orang kafir, jika orang kafir itu yang lebih dulu mengucapkan salam, maka kita membalasnya dengan ucapan “ wa’alaikum “ sebagai pengamalan perintah Rasululloh Shallallohu’ Alaihi Wa Sallam. tidak terlarang pula jika setelahnya kita mengatakan kepadanya, Bagaimana kabar anda? Dan bagaimana kabar anak-anak anda? Hal ini dibolehkan oleh sebagian ahlul ilmi, diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh. Lebih-lenih jika hal itu bisa mendatangkan maslahat bagi Islam dan mengajaknya agar mau menerima dakwah Islam, hal ini selaras dengan firman Alloh Azza wa Jalla, Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. An-Nahl {16}: 125). Dan firman-Nya, Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang dzalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri ". (QS. Al-Amkabut {29}: 46).

Fatwa Al-Allamah Fadhilatush Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz Rahimahulloh

Mantan Ketua Ha’iah Kibarul Ulama (Ulama Besar) Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dan mantan Dosen besar Universitas Muhammmad Ibnu ‘Saud, Saudi Arabia.

MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA KAUM KAFIR/KUFFAR

Pertanyaan: Apa boleh saya pergi ke seorang pastur untuk mengucapkan selamat datang dan selamat jalan?

Jawaban: Tidak boleh pergi ke seorang kafir saat kedatangannya, untuk mengucapkan selamat datang dan mengucapkan salam padanya, karena telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad Shallallohu’ Alaihi Wa Sallam: “ Janganlah kalian memulai kaum Yahudi dan jangan pula kaum Nashrani/Kristen dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir “. (Hadist Riwayat Muslim dalam Kitab As-Salam No.2167). adapun perginya Nabi Shallallohu’ Alaihi Wa Sallam kepada seorang Yahudi yang sedang sakit, karena si Yahudi itu pernah membantu Nabi Shallallohu’ Alaihi Wa Sallam saat masih kanak-kanak, ketika ia sakit Nabi Shallallohu’ Alaihi Wa Sallam menjenguknya untuk menawarkan Islam kepadanya, dan ketika beliau menawarkan ia memeluk Islam.

Apakah orang yang menjeguknya untuk menawarkan Islam kepadanya seperti orang yang mengunjungi seorang pastur untuk mengucapkan selamat datang dan menyanjung kredibilitasnya? Teantunya ini tidak setara, dan tidak bisa dianalogikan dengan itu kecuali oleh orang yang bodoj atau pengikut hawa nafsu.

Fatwa Al-Allamah Fadhilatush Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahulloh

Mantan Anggota Ha’iah Kibarul Ulama (Ulama Besar) Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dan mantan Dosen besar Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia.

Sekian Risalah singkat ini, Fastabiqul Khoirot (mari kita berlomba dalam kebajikan), semoga dapat bermanfaat. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Nuun Walqolami’ wamaa’ Yasthuruun, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.

Sumber: Buku Fatwa-Fatwa Terkini, Penulis: Sekumpulan Ulama Besar Kontemporer, Terbitan: Darul Haq, Jakarta dan Majalah An-Najah Edisi 42 Rabiul Awwal 1430 H/Maret 2009 Hal.20

Bumi Alloh Azza Wa Jalla yang penuh Fatamorgana,

Muhammad Faisal, SPd, M.MPd (Kang Faisal al-Jawy)

Seorang Hamba yang selalu mengharap Ridho Rabb-Nya

Kunjungi Situs Kami di http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP) serta Forum Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar