Rabu, 27 Oktober 2010

Pernyataan Sikap Al-Ustadz Abu Al Izz, Lc (Ketua FAPB – Front Anti Pemurtadan Bekasi)

Terkait Kasus HKBP di Ciketing Asem Bekasi

Dimulai dari tindakan provokasi jemaat HKBP yang selama hampir sebulan penuh di bulan ramadhan melakukan kebaktian ditanah lapang Ciketing Asem. Mereka berjalan beriringan dari arah perumahan PTI (Pondok Timur Indah) yang sudah disegel menuju ke perapatan asem dengan menggunakan baju kebesaran pendeta. Perbuatan ini tentu memancing kemarahan ummat Islam atas provokasi tersebut.
Sepanjang bulan Ramadhon ummat Islam masih toleransi. Dan pada saat ummat Islam merayakan Idul Fitri, mereka (jemaat HKBP) masih melakukan kebaktian di tanah lapang ciketing asem dengan kebiasaan yang sama beriringan menggunakan toga dan pakaian kebesaran HKBP, padahal suasana Idul Fitri bagi ummat Islam memiliki nilai spiritual yang sangat luar biasa dan tentu apa yang dilakukan oleh jemaat HKBP PTI itu berpotensi menimbulkan kekesalan dari sebagian ummat Islam, yang puncak dari kekesalan itu terjadilah pertengkaran. Maka dalam hal ini apa yang dilakukan oleh sebagian kecil ummat Islam di daerah tersebut merupakan bentuk reaksi dari apa yang dilakukan jamaat HKBP.
Adapun Kronologisnya bukan seperti yang diberitakan oleh media bahwa telah terjadi penusukan, padahal yang benar adalah tertusuk ketika mereka beriring-iringan tanpa sengaja, diawali pertengkaran dan terjadi keributan. Buktinya bukan penusukan yang artinya ada unsur kesengajaan hal ini bisa dibuktikan dengan adanya salah satu dari tersangka tangannya patah dan satu lagi kepalanya terluka (memar/benjol). Pendeta luspida simanjuntak diberitakan kepalanya bocor dan dibaluti perban yang tebal padahal lukanya hanya memar sedikit., namun pemberitaannya begitu besar di media-media seakan-akan kepalanya bonyok dengan dibaluti perban yang banyak dan sang pendeta ini juga punya kebiasaan sering menunjukan sikap berlebihan untuk mengundang simpati pihak kepolisian.
Jemaat HKBP telah 19 tahun menggunakan rumah yang dijadikan gereja tanpa upaya mengurus izin. Teguran dan peringatan berakhir dengan keluarnya peringatan terakhir dan perintah pembongkaran oleh walikota bekasi. Inipun mereka tolak, bahkan jemaat perempuan mereka telah masuk ke rumah penduduk muslim dan meneror para muslimah yang membuat ketakutan. Ketika mereka pindah ibadat ke kebun (tanah lapang) di ciketing asem, mereka disertai para preman yang siap membuat keonaran dan pengrusakan. Jemaat mereka yang sedikit kemudian ditunjukan dengan mendatangkan jemaat dari tempat lain. Provokasinya juga dilakukan oleh jamaat HKBP ketika berhadapan dengan ummat Islam. Mereka berani mengeluarkan kata-kata “orang Islam adalah PKI”. Dan ummat Islam masih bersabar.
Akhirnya mengapa semua bisa terjadi?. Sesungguhnya ini berawal dari ketidakmampuan pemerintah kota bekasi menyelesaikan persoalan ini, pemerintah kota mencla-mencle dalam mengambil sikap tegas atas provokasi jamaat HKBP. Padahal kondisinya sudah sangat genting dan perlu penanganan yang cepat.
Seharusnya pemerintah kota bekasi mengetahui karakter masyarakat Islam bekasi. Karakternya adalah masyarakat Islam bekasi menganut Islam yang kuat. (orang bekasi sangat toleran sekali, tetapi kalau sudah terusik dengan ketidakadilan maka orang bekasi tidak akan tinggal diam dan akan melawan). Oleh karena itu lahir dibekasi ini tokoh-tokoh Islam yang kuat. Seperti KH, Noer Ali.
FAPB sebagai organisasi aliansi yang konsen terhadap masalah permurtadan akan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membangun konsolidasi seluruh kekuatan umat Islam bekasi untuk mendudukan atau melihat persoalan ini secara jernih, bagaimanapun keberadaan HKBP ini telah mengganggu dan merugikan ketentraman masyarakat Islam bekasi, maka kami mengingatkan kepada walikota bekasi jangan mencla-mencle dalam menangani masalah ini, sebab masalah ini sangat sensitif dan walikota harus mengambil tindakan yang tegas terhadap provokasi yang dilakukan jamaat HKBP.
2. Kami yakin masyarakat Islam bekasi, dengan blow up media yang sedemikian besar yang menyudutkan ummat Islam khususnya di Bekasi. Ummat Islam bekasi tidak akan ciut (melemah) bahkan mereka akan membangkitkan semangat perjuangan untuk membela hak-hak agamanya. Sesungguhnya apa yang dilakukan jamaat HKBP telah sangat menyinggung perasaan ummat Islam padahal mereka telah menyalahi aturan.
3. Persoalan ini harus dilihat dalam prespektif kepentingan ummat Islam, sehingga seluruh kekuatan yang dimiliki oleh ummat Islam bersatu dalam melawan provokasi yang telah dilakukan oleh jamaat HKBP. Dan menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya ummat Islam dalam melihat kejadian ini harus benar-benar didasarkan pada fakta-fakta yang terjadi di lapangan dan tidak terpancing oleh berita media-media yang menyudutkan ummat Islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar