Senin, 08 November 2010

Menggugat Kasus Propaganda Televisi


“ Menggugat Kasus Propaganda Televisi “

Oleh: Hilman Fauzi dan Muhammad Faisal, SPd, M. MPd *

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalamu’alaikum Wr Wb

Sesungguhnya Segala puja dan puji hanya milik Alloh SWT Rabb semesta Alam dan tidak ada sekutu tandinganNya, kita memujinya dan kita patut menyembah kepadaNya jua, dan Shalawat serta Salam semoga tercurahkan kepada baginda Rasululloh SAW yang telah membawa umatnya dari zaman gelap gulita menuju zaman yang terang benderang dengan cahaya illahi Rabbi Alloh SWT, beserta Keluarganya, Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan pengikut setianya hingga akhir zaman, dan semoga saja kita termasuk didalamnya yang membela ajaran Rasululloh SAW hingga akhir zaman walau badai fitnah dan syubhat merajalela untuk memerangi musuh-musuh Alloh dan RasulNya. Amien Ya Mujibas Saliem.

“ Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian “. (QS. Al-‘Ashr: 2)

“ Sesungguhnya Sebaik-baik Petunjuk adalah Kitabulloh Al-Qur’an, dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnahnya Rasululloh (HadistNya), dan setiap petunjuk yang tidak ada contohnya dari kami adalah perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh sebelumnya dari Rasululloh, dan setiap yang tidak ada contohnya dari Rasululloh tempatnya ialah kekal di Neraka “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim).

Orang yang beriman mengetahui bahwa ia akan berdiri di hadapan Alloh dan akan diminta pertanggungjawabannya mengenai apa yang dilihatnya dengan kehendaknya dan apa yang didengarnya dengan ikhtiarnya. Alloh Azza wa Jalla berfirman: “ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya “. (QS. Al-Isra’: 36). Wahai kaum muslimin yang mulia, kita pada saat ini akan memb icarakan tentang suatu “ fitnah “ (bencana) yang telah memasuki setiap rumah, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Alloh dan mereka itu sangat jarang.

Pembicaraan yang akan kami kemukakan kepada kalian pada saat ini tidak akan kekurangan kejujuran dan akan sangat jelas: “ Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata “. (QS. Al-Anfaal: 42). Dan Tulisan kali ini kami akan mengangkat judul “ Menggugat Kasus Propaganda Televisi “. Itulah terdakwa yang senantiasa berada disebagian besar rumah kaum muslimin, bahkan yang anehnya berada dalam majlis-majlis mereka dan kamar-kamar tidur mereka. Ia bukan terdakwa karena mencuri harta dan perabotan. Ia terdakwa karena mencuri izzah’ (Kehormatan) dan kesucian. Ia terdakwa karena mencuri nilai-nilai dan moral. Supaya kita tidak mengada-ada atasnya, mari kita membuka lembaran kasus dan dakwaan. Televise terdakwa dengan Sembilan belas kasus propagandanya, setiap kasus mampu menghancurkan aspek besar dari masyarakat:

  1. Ia terdakwa melatih pemuda/remaja untuk melakukan kekerasan.
  2. Ia terdakwa memotivasi untuk berbuat kekejian dan menyebarkan kenistaan di tengah para pemuda, baik laki-laki maupun perempuan.
  3. Terdakwa melatih para penjahat dengan seni terbaru untuk mencuri, menggeledah rumah dan membuka kunci.
  4. Terdakwa memotivasi kaum wanita untuk durhaka kepda suaminya sehingga menyebabkan terjadinya banyak sekali perceraian dan keretakan rumah tangga.
  5. Terdakwaa melenyapkan akhlak yang mulia dan menyebarkan akhlak yang rendah seperti dusta, khianat, kefasikan, kesia-siaan dan lain sebagainya.
  6. Mengingkari nilai-nilai dan tradisi-tradisi Islam serta menggambarkannya dengan image yang terbelakang.
  7. Melalaikan para thulabul ilmi/pelajar dari pelajaran mereka dan menyia-nyiakan waktu mereka.
  8. Membahayakan kesehatan karena lama duduk di hadapan televisi.
  9. Upaya menghancurkan ekonomi umat Islam.
  10. Mencemari aqidah Tauhid anak-anak, yang anehnya di Televisi banyak aqidah pelajaran non Muslim.
  11. Membunuh ghirah (kecemburuan) laki-laki terhadap istri mereka dan mahram mereka.
  12. Melemahkan aqidah Al-Wala’ wal Bara’ (loyalitas dan benci) yang dimiliki kaum muslimin, yang aneh pula sekarang adalah umat Islam loyalitas terhadap non Muslim dan benci terhadap saudara Muslim lainnya yang berani melawan makar-makar musuh Islam.
  13. Mencemari sejarah Islam melalui cara apa yang dinamakan dengan “ Serial Agama “.
  14. Kedua orang tua tidak lagi memperhatikan putra-putri mereka dan kemaslahatan mereka, karena mereka sibuk dengan acara televisi.
  15. Menyia-nyiakan kekayaan bangsa untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
  16. Memotivasi untuk merokok dan hal-hal yang tidak ada syari’atnya dicontohkan oleh Rasululloh.
  17. Propaganda kepada nasionalisme dan memporak-porandakan persatuan Islam.
  18. Menyebabkan kaum muslimin malas untuk beribadah.
  19. Menumbangkan bahasa Arab/bahasa Negara sendiri dan menyebarkan lughah ‘ammiyyah (bahasa pasaran/bahasa gaul) di tengah-tengah masyarakat.

Inilah beberapa contoh kasus yang ada di Televisi, apakah kita masih mau memakainya??? (jawabannya ada dikalian), kalau menurut saran kami sudah saatnya televisi menjadi bahan tontanan yang baik bagi umat Islam yang memberitakan tentang wawasan keIslaman, dan sudah saatnya pula umat Islam mempunyai Televisi Muslim sendiri disetiap Negara agar Televisi yang ada yang memberitakan bahwa Islam itu agama kekerasan atau teroris, padahal sesungguhnya Televisilah yang keras dan teroris yang memusuhi umat Islam dengan pemberitaan yang tidak mendukung umat Islam serta mereka buat propaganda untuk memusuhi Islam dan kaum Muslimin dan mendukung kepentingan kaum Yahudi dan kaum Kafirin.

Sebagaimana Alloh menjelaskan dalam ayatNya: “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Bahwa mereka kaum musuh-musuh Islam dengan berbagai cara mereka seolah-olah menyedutkan Islam dengan propaganda melalui media massa yang utama Televisi yang anehnya Televisi pula yang menghancurkan ghirah (semangat) Kaum Muslimah yang sudah memakai Hijab tidak lagi memakai Hijab padahal telah ditegaskan oleh Alloh dalam sebuah firmanNya: “ Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang “. (QS. Al-Ahzab: 59). Alhamdulillah ketika kami baca sebuah buku karya Ukhti Yuliana yang judulnya Cahaya Ilahi Dari Gaza Untuk Insan Atheis (Kisah Islami Penggugah Hati), Penerbit: Birrul Walidain-Hongkong yang bekerjasama dengan Voa-Islam isinya sangat baik dibaca Muslimah serta Buku Menjadi Mutiara Terindah, Karya: Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Jarullah, Penerbit: Pustaka Arafah-Solo yang isinya sarat dengan dalil dan patut dibaca mulimah dambaan Islam. Semoga tulisan singkat kami ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan renungan bagi Muslim lainnya. Fastabiqul Khoirot (mari kita berlomba dalam kebajikan), semoga dapat bermanfaat. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Nuun Walqolami’ wamaa’ Yasthuruun, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.

Bekasi, 08-11-2010

Penulis Risalah/Tulisan ini:

Hilman Fauzi

Anggota Gerakan Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB) Bidang Dept. Donatur

Muhammad Faisal, SPd, M, MPd (Kang Faisal alJawy AlBantani)

Pembina Gerakan Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB)

Maraji’/Catetan Kaki:

· Buku Televisi Manfaat & Mudarat, Penulis: Syaikh Dr. Awadl Manshur, Penerbit: Fikahati Aneska, Jakarta, Cetakan 2, Agustus 1996.

· Buku Adakah SANDIWARA (SINETRON, FILM, DLL) Islami…?, Penulis: Syaikh DR. Bakar bin ‘Abdillah Abu Zaid, Penerbit: Pustaka Ulil Albab, Bogor, Cetakan 1, November 2005.

· Buku Terdakwa Utama Menggugat Televisi, Penulis: Syaikh Wahid Abdus Salam Bali, Pernerbit: Darul Haq, Jakarta, Cetakan 1, September 2002.

· Buku Anak Muda Nyalakan Semangatmu!, Penulis: Samudera, Sukoharjo-Jawa Tengah, Cetakan 1, Februari 2007.

silahkan disebarkan risalah berharga ini, semoga menjadi ladang amal!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar