Selasa, 01 Maret 2011

“ Ahmadiyah dan Kesucian Makkah-Masjidil Haram “

Bismillahirrohmannirrohim
“ Ahmadiyah dan Kesucian Makkah-Masjidil Haram “

Rasululloh SAW berkata:

"Tidak ada Nabi yang akan datang
sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut
nabi baru apapun".
(HR. Baihaqi dalam Kitab-ul-Rouya dan Tabrani)

Segala puji dan puja hanya milik Alloh Rabb semesta Alam dan tidak ada sekutu tandingan-Nya dan Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Rasululloh Shallallahu’ Alaihi wa Sallam beserta Keluarga, Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan Pengikut yang setia mengikuti Millah (ajaran)nya yang mulia, Amien ya Mujibas Saliem.
AHMADIYAH
Kekafiran, kesesatan dan kebiadaban serta kekurang-ajaran Ahmadiyah sudah sangat jelas dan terang, karena telah memenodai, merusak, menghina, melecehkan dan menyimpangkan serta memperkosa Islam dan Ajarannya dengan Nabi Palsu (Mirza Ghulam Ahmad) dan Kitab Suci (Tazkiroh) nya serta menggunakan simbol-simbol Islam. Maka dari itu Ahmadiyah, Murtad, Kafir dan Bukan Islam.
Sikap Dunia Islam terhadap Ahmadiyah
Dengan kesesatan, Kebiadaban dan Kekafiran serta Kekurangan-ajaran Ahmadiyah yang telah menodai, merusak, menghina, melecehkan dan menyimpangkan serta memperkosa Islam dan Ajarannya, Dunia Islam menolak/melarang keras keberadaan Ahmadiyah, tak terkecuali di Negara Kelahiran sang Nabi Palsunya, India.
Pembiaran Ahmadiyah Indonesia
Ironis, Aneh, Lucu sekaligus Zholim, di Republik yang ngakunya ber-Dasarkan Pancasila, ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dan ber-Penduduk Mayoritas Muslim Terbesar di Dunia seperti Indonesia, Keberadaan Ahmadiyah Hidup Subur bahkan Dilindungi dan Dibirarkan berkembang, padahal Ummat Islam telah lama menuntut Pembubarannya. Namun sampai detik ini Pemerintahan SBY tidak juga mau membubarkan. Setidaknya dapat kita baca beberapa Indikasi Alasan Pembiaran Keberadaan Ahmadiyah Indonesia oleh Pemerintah SBY sang Jendral Muslim, indikasinya adalah:
1. Ketololan dan Kedunguan
Ketololan dan Kedunguan para Pembiar dan Pelindung Ahmadiyah Indonesia yang tidak bisa membedakan antara “ Perbedaan “ dan “ Penyimpangan “. Ahmadiyah adalah sebuah Penyimpangan Islam dan Ajarannya, namun para Pembiar dan Pelindung menilai Ahmadiyah adalah sebuah Perbedaan. Inilah yang terjadi di Republik ini yang penuh dengan Ketololan dan Kedunguan. Ini wajib dihentikan. Pembubaran Ahmadiyah adalah Harga Mati bagi Ummat Islam yang Beriman.
2. HAM (Hak Azazi Manusia) dan Demokrasi
Para Pembiar dan Pelindung Ahmadiyah adalah kaum Kafir dan Munafiq, mereka adalah para Pendekar HAM dan Penggila Demokrasi. Mereka membiarkan dan melindungi Ahmadiyah dengan alasan HAM dan Demokrasi. Sesungguhnya Ahmadiyah telah menodai, merusak, menghina, melecehkan dan menyimpangkan serta memperkosa HAK AZAZI ALLOH SWT (Islam dan Ummat Islam). Alloh SWT, Rasululloh SAW dan Ummat Islam tidak akan ridho dengan apa yang dilakukan oleh Ahmadiyah, para Pembiar dan Pelindungnya. Islam tidak akan takut berbenturan dengan HAM dan Demokrasi. Hak Azazi Alloh Lebih Utama dari segalanya. Ummat Islam akan mempertahankan Kemuliaan Alloh SWT, Islam dan Rasululloh SAW walaupun harus mempertaruhkan Darah dan Nyawanya.
3. Titipan Barat
Sesungguhnya Ahmadiyah adalah Titipan Musuh-Musuh Islam/Barat yang menginginkan Islam dan Ajarannya hancur di Indonesia. Diakui atau tidak Keberadaan Ummat Islam Indonesia adalah sebuah Kekuatan Dunia yang suatu saat akan dan pasti berhadapan denga Kaum Kafir (Yahudi-Nashrani).

Kesucian Makkah-Masjidil Haram

Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan Makkah dan Masjidil Haram adalah Tanah dan Tempat Suci bagi Islam dan Ummat Islam. Setiap saat Makkah dan Masjidil Haram selalu dikunjungi Tamu-Tamu Alloh seantero Dunia, khususnya pada waktu musim Haji/Umroh. Ummat Islam wajib menjaga Kesucian Makkah dan Masjidil Haram dari segala bentuk Najis, termasuk Najis-Najih Ahmadiyah. Di Negara lain seperti Malaysia, Brunai, Pakistan, India, dan lain sebagainya selalu dilakukan Disiplin Bersih Ahmadiyah pada musim Haji/Umroh tiba bagi warganya yang akan berangkat Haji/Umroh. Pemerintah Arab Saudi akan memberi Sanksi Keras kepada Negara manapun yang memberangkatkan orang-orang Ahmadiyah.

Andil Besar Indonesia Mengotori Kesucian Makkah dan Masjidil Harom.

Ahmadiyah dibiarkan hidup subur bahkan berkembang di Republik Indonesia, Pemerintah Indonesia juga membiarkan orang-orang Ahmadiyah mengku sebagai Muslim, padahal sudah jelas Kekafirannya, ini terbukti tidak adanya ketegasan soal Status Kependudukan yang tercatat di KTP para orang-orang Ahmaiyah yang masih berstatus “ Agama “ Islam. Dunia tahu bahwa setiap tahunnya, Indonesialah yang paling banyak memberangkatkan Jama’ah Haji/Umroh. Bisa dipastikan juga disetiap tahunnya orang-orang Ahmadiyah berangkat menuju Makkah untuk ber-Haji/Umroh. itu artinya, di setiap tahun pula Indonesia punya Andil Besar atas “ Najis “ yang mengotori Kesucian Makkah dan Masidil Haram. Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’un Wa Nastaghfirullooh… Inilah wujud Kebiadaban Pemerintah Indonesia. Oleh karenanya, Wajib dihentikan dengan cara: Bubarkan Ahmadiyah, Nyatakan bahwa Ahmadiyah Kafir dan Perjelas Status Kependudukan orang-orang Ahmadiyah, Nyatakan bahwa Ahmadiyah Kafir dan Perjelas Status Kependudukan orang-orang Ahmadiyah dengan Status “ Agama “ nya: Non Muslim, sehingga tidak ada Hak dan Kewajiban bagi orang-orang Ahmadiyah untuk menunaikan ibadah Haji/Umrah.

Ummat Islam dan Kesucian Makkah dan Masjidil Haram

Wajib hukumnya bagi seorang Muslim yang beriman dimanapun berada untuk menjaga kesucian Makkah dan Masjidil Haram dari Najis-Najis Ahmadiyah. Khusus di Republik Indonesia ini yang notabene Muslim terbesar, Pembubaran Ahmadiyah itu adalah Harga Mati tidak ada toleransi lagi yang harus dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang saat ini dipimpin oleh SBY. Jika tidak pasti Alloh SWT yang akan mengirim “ Pasukan Khusus “ Pembubaran Ahmadiyah dan Pembiar serta pelindungnya.
Sekian semoga risalah tulisan ini bermanfaat bagi umat Islam dan sebagai bahan renungan…!!!, Barakallohu’ fiikum. Subhanakallohu’ Wabihamdiika Ashadu’ alla ilaaha illa Anta Astaqfiruuka Wa’atubuhu’ Ilaikaa.
Referensi/Maraji’:
- Al-Qur’an dan Terjemah dari DEPAG RI.
- Buku Ahmadiyah & Pembajakan Al-Qur’an, Karya: M. Amin Djamaluddin, Terbitan: Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Jakarta, Juli-2005.
- Buku Keyakinan Al-Qadiani (Kumpulan Tulisan Dan Ucapan Al-Qadiani), Karya: Asy-Syaikh Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani, Terbitan: Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Jakarta, Agustus-2002, dll.

Kantor Voa-Islam-Bekasi, 19 Februari 2011
Muhammad Faisal, SPd, M.MPd (Kang Faisal alJawy alBantani)
{Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB serta Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Madrasah Aliyah Muhammadiyah 02, Kota Bekasi}
http://www.lintasberita.com/media/5bba1f67c72e1ea30db145914b48fc26.gif

Undangan Umum untuk Ikhwan dan Akhwat "Bubarkan Ahmadiyah "
Hadirilah Aksi Apel Siaga Umat Islam,
Tunjukkan Ukhuwah Kita...!!!
Bersama Pembicara
Ulama, Habaib, Kyai dan Tokoh Ormas Islam se-Jabodetabek
"Bubarkan Ahmadiyah "
Waktu
Ba'da Sholat Dzuhur (Jam. 13.00), 01/03/2011
Tempat
Start Bunderan HI (Hotel Indonesia) long march ke Depan Istana Negara
Contact Person
Ust. Drs. Bernard Abdul Jabbar, MPd. 0856 9261 7850
Info Lihat http://www.suara-islam.com/news/
http://www.voa-islam.com/news/event/2011/02/24/13474/apel-siaga-umat-islam-bubarkan-ahmadiyah-di-depan-istana-negara/
Penyelenggara FORUM UMAT ISLAM (FUI)

Jadilah Bagian dari Proses Perubahan dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar
Silahkan Risalah/Tulisan ini ditempel di mading Masjid, Sekolah, Kampus, dan boleh disebarluaskan, semoga menjadi amal sholih jika menyebarluaskan Tulisan/Risalah ini…!!!

1 komentar:

  1. Rasululloh SAW berkata:
    "Tidak ada Nabi yang akan datang
    sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut
    nabi baru apapun".
    (HR. Baihaqi dalam Kitab-ul-Rouya dan Tabrani)

    BalasHapus