Kamis, 15 September 2011

Membandingkan Kemurnian Al-Qur’an dan Al-Kitab

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang ditu-runkan sebelumnya) dan ?Batu Ujian? terhadap kitab-kitab yang lain itu?.( QS: 5:48 )

(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Alloh mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Alloh menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Alloh yang mengakuinya.(QS.4:166)

Arti batu ujian dalam ayat diatas adalah se-bagai penentu hukum atas kitab-2 sebelumnya. Maknanya, tidak boleh membenarkan hukum dan ajaran dalam kitab-kitab terdahulu sebelum di-benarkan oleh Al-Qur’an.

Batu ujian Al-Qur’an terhadap Alkitab (bibel).Melalui batu ujian Al-Qur’an, Al-kitab (bibel) itu terbagi dalam 3 kriteria, antara lain:

1. Ayat-ayat yang tidak benar, yaitu yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadist nabi, ayat itu harus ditolak.

2. Ayat-ayat yang tidak diketahui kebenaran dan kesalahannya berdasarkan Al-Qur’an dan hadist nabi, harus kita sikapi sesuai hadist berikut:
?Apabila ada ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) berbicara kepada kalian, janganlah kalian membe-narkan ahli kitab tersebut dan jangan pula kalian mendustakannya, melainkan katakanlah:?Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (Al-Qur’an) dan kami juga beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami (Taurat dan Injil). Apabila yang dikatakannya benar, janganlah kalian mendustakannya dan apabila yang dikatakannya itu batil (bohong) janganlah kalian membenarkannya.
(HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmudzi)

Kemurnian Al-Qur’an dijamin Alloh sepanjang masa.
Sebagai ?batu ujian? terhadap kitab-kitab sebelumnya yang sudah mengalami tahrif, keaslian Al-Qur’an dijamin langsung oleh Alloh.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kami pula yg akan menjaganya?.(QS. 15: 9)

Jaminan Alloh itu terbukti dgn keaslian Al-Qur’an yg tdk pernah mengalami perubahan di se-luruh dunia, semua teks Al-Qur’an dlm bahasa arab tdk ada yg berbeda sedikitpun, baik huruf, ayat dan susunannya. Faktor pendukung yg me-nyebabkan keotentikan Al-Qur’an selalu terjamin:

1. Al-Qur’an mudah dihafal, sehingga banyak orang hafal Al-Qur’an diluar kepala, sedangkan Al-kitab (bibel) sampai saat ini tdak ada orang yang menghafalnya. Bahkan Paus, pastur dan pendeta seluruh duniapun tak ada yang hafal dengan kitab sucinya.

2. Banyak penghafal Al-Qur’an tersebar di seluruh dunia dengan sendirinya mereka menjadi penjaga keaslian Al-Qur’an. Setiap kejanggalan dan perubahan yang terjadi pasti diketahui oleh penghafal Al-Qur’an.

3. Dengan berbagai cara umat Islam selalu menjaga keaslian Al-Qur’an dengan baik, sebab baca-an Al-Qur’an dijaga dengan kaidah-2 pembacaan (qiro’ah) dan terikat dlm aturan ilmu tajwid.

Banyak ditemukan Al-Qur’an yg sudah dirubah ayat dan huruf-hurufnya oleh para misionaris dan disebarkan kepada umat Islam, tetapi sampai saat ini Alhamdulillah usaha mereka selalu ketahuan dan gagal, bukankah janji Alloh selalu benar? : Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan kami pula yang akan menjaganya?

Saya akhiri tulisan ini dengan tausyiah indah Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahulloh berkata: “ Hayatilah Al-Qur’an jika anda menginginkan petunjuk, Karena ilmu itu ada di balik penghayatan Al-Qur’an”. (diambil dari Buku Indahnya Hidup bersama Al-Qur’an, Karya Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 53, Terbitan: Pustaka Al-Sofwa, Jakarta). Dan sesungguhnya kebenaran yang hakiki ada dalam Al-Qur’an yang dijamin ke asliannya, wallohu’ azza wa jalla a’lam.

Jum’at, 16 September 2011

Abu Jundulloh Muhammad Faisal alJawy alBantani

seseorang yang mengharap Ridho RabbNya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar