Senin, 31 Oktober 2011

INJIL NASRANI VS INJIL ISLAM


Abu Jundulloh Muhammad Faisal, SPd. M.MPd

(Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB)

Assalaamu ‘alaa manittaba alhudaa

Semoga keselamatan diberikan kepada orang yang mengikuti petunjuk(dari Allah)

Kitab Suci umat Nasrani disebut Bible atau Alkitab. Bible berupa keseluruhan kumpulan kitab-kitab yang terdiri dari kitab-kitab Perjanjian Lama & kitab-kitab Perjanjian Baru. Empat kitab bagian dari Perjanjian Baru yaitu kitab-kitab Matius, Markus, Lukas & Yohanes juga disebut Injil yang berarti kabar gembira atau kabar baik. Hal ini menunjukkan Injil-injil ini hanyalah bagian dari Bible. Salah kaprahnya / hal yang tidak tepat tetapi terlanjur menjadi pemahaman umum di Indonesia, bahwa istilah Injil terkadang juga dipakai untuk menyebut Bible secara keseluruhan.

Injil- Injil (Matius, Markus, Lukas & Yohanes) yang ada dalam Bible ini, bahkan seluruh surat / kitab dalam Perjanjian Baru, belumlah ada dijamannya Yesus masih hidup, baru ditulis oleh para pengarangnya puluhan tahun kemudian sesudah Yesus tiada. Keyakinan Nasrani, Yesus tiada karena mati disalib lalu bangkit & naik ke surga. Sedangkan menurut Al Qur’an Yesus (Isa as) tidak dibunuh, tidak disalib. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS 4:158).

Informasi tentang kapan persisnya Injil-injil ini mulai dikarang masih sangat simpang siur. Beberapa sumber memberikan data yg berbeda-beda. Semua memberi perkiraan berkisar paroh akhir abad pertama masehi.

Berdasar kapan mulai ditulisnya, bisa dipastikan Injil injil yang tercantum dalam Bible ini tidak pernah dikenal apalagi diwartakan Yesus. Mana mungkin mengenal & mewartakan sesuatu yang belum ada ? Kata lainnya, BibIe / Injil yg dianggap sebagai kitab sucinya umat Nasrani, pastilah bukan dari Allah, bukan yang diwartakan Yesus alias bukan ajaran Yesus.

Umat Nasrani & umat Islam sama-sama menggunakan istilah Injil, tetapi berbeda persepsi & pengertiannya. Injil dalam persepsi umat Islam adalah kitab suci, wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Isa as yang oleh umat Nasrani disebut Yesus. Kebanyakan umat Islam tidak menyangka bahwa Injil yang sekarang ditangan orang Nasrani ternyata bukan Injil yang diterima & diwartakan Yesus tetapi sekedar kitab-kitab yang ditulis manusia sesudah Yesus tiada.

Akan lebih tepat kalau umat Islam bahkan siapapun, tidak menyebut kitab sucinya orang Nasrani dengan Injil tetapi Bible. Jangan meremehkan masalah istilah karena akibatnya bisa sangat fatal. Ketika Bible Kitab sucinya umat Nasrani ini kita sebut Injil maka persepsi kita bible itu memang injil wahyu Allah yang diturunkan kepada Yesus (Nabi Isa as.). Salah persepsi ini berlanjut kepada kesalahan yang lebih mendasar yaitu berkesimpulan Kristen sekte apapun adalah agama langit / agama wahyu / agama samawi yang memang berasal dari sisi Allah. Lebih lanjut lebih jauh lagi tidak hanya Islam, Kristen, Yahudi tetapi juga semua agama dianggap sama-sama dari Allah sehingga berkembanglah pluralisme agama dengan berbagai macam variasi kesesatan pemikirannya. Padahal sebenarnya Innaddiina ’indallaahil islaam. Agama disisi / milik Allah adalah Islam,yaitu agama yang satu dari Allah untuk semua, yang di ajarkan oleh semua nabi & rasul utusan Allah sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw. Allah sama sekali tidak pernah menyuruh manusia menganut Kristen sekte apapun. Bahkan Allah menolak siapapun yang menganut agama apapun selain Islam (QS 3:85).

Walaupun sosok Yesus dipertuhankan oleh umat Nasrani, tetapi Injilnya Yesus yang notabene ajaran Yesus bahkan wahyu dari Allah, justru tidak tercantum, tidak masuk menjadi bagian dalam Kitab Suci Bible. Sebaliknya kitab-kitab injil karangan manusia bahkan surat-suratnya Paulus yang manusia biasa, yang kredibilitasnya jauh dibawah Yesus, bahkan yang ajaran-ajarannya seringkali justru menyelisihi ajaran Yesus (kita bahas lain waktu), itulah yang dipakai & mendominasi isi Perjanjian Baru bagian dari Bible. Artinya, ketika umat Nasrani melaksanakan isi Bible maka hakekatnya justru ia tidak melaksanakan ajaran-ajaran Yesus yang mereka pertuhankan. Aneh kan ?

Klaim bahwa karangan mereka mendapat ilham/ inspirasi dari Roh Kudus sehingga bolehlah dikatakan sebagai Kitab Suci berisi Firman-firman Tuhan, selain sangat subyektif juga sulit dibuktikan. Apalagi kalau kita mengkritisi isi dari Injil-injil karangan manusia tersebut sangat banyak kesimpang-siuran, saling kontradiksi antar ayat satu dengan ayat lainnya bahkan yang menyangkut tokoh utamanya yaitu Yesus yang mereka pertuhankan. Sebagai contoh silahkan cermati paparan silsilah ”Tuhan” Yesus versi Injil Matius VS versi Injil Lucas dalam Bible berikut ini :

SILSILAH “TUHAN” YESUS KETURUNAN DAUD DALAM BIBLE

Versi INJIL Matius 1 : 6-16

Versi INJIL Lukas 3:23-31

1. Daud

16. Sealtiel

1. Daud

16. Er

31. Nagai

2. Salomo

17. Zerubabel

2. Natan

17. Elmadam

32. Hesli

3. Rehabean

18. Abihud

3. Matata

18. Kosam

33. Nahum

4. Abia

19. Elyakin

4. Mina

19. Adi

34. Amos

5. Asa

20. Azor

5. Melea

20. Malkhi

35. Matica

6. Yosafat

21. Zadok

6. Elyakim

21. Neri

36. Yusuf

7. Yoram

22. Akhim

7. Yonam

22. Sealtiel

37. Yanai

8. Uzia

23. Eliud

8. Yusuf

23. Zerubabel

38. Malkhi

9. Yotam

24. Eleazar

9. Yehuda

24. Resa

39. Lewi

10. Ahas

25. Matan

10. Simeon

25. Yohanan

40. Matat

11. Hizkia

26. Yakub

11. Lewi

26. Yoda

41. Eli

12. Manasye

27. Yusuf

12. Matat

27. Yosekh

42. Yusuf

13. Amon

28. Yesus

13. Yorim

28. Simei

43. Yesus

14. Yosia

14. Eliezer

29. Matica

15. Yekhonya

15. Yesua

30. Maat

Catatan:

Daud sampai Yesus 28 generasi

Daud sampai Yesus 43 generasi

Anak Daud : Salomo

Anak Daud : Natan

Kakek Yesus : Yakub

Kakek Yesus : Eli

Injil Matius maupun Injil Lukas sama-sama membeberkan silsilah Yesus yang dianggap anak (keturunan) dari raja Daud. Kalau benar klaim bahwa apa yang mereka tulis benar-benar ilham dari “Tuhan” Roh Kudus, kenapa ilham yang diberikan oleh “Tuhan” Roh Kudus kepada Matius koq berbeda banget dengan ilham yang disampaikan “Tuhan” Roh Kudus kepada Lukas ? Mari kita cermati :

· Jumlah generasi dari Daud sampai Yesus versi Matius ada 28 generasi, versi Lukas ada 43 generasi. Kenapa bisa selisih 15 generasi ? Kenapa daftar nama-nama antara Daud & Yusuf bisa sangat berbeda ?. “Tuhan” Roh Kudus, para pengarangnya atau pengutip Kitab Sucinyakah yang salah ?

· Kenapa Salomo (versi Matius) & Natan (versi Lukas) bisa sama-sama menurunkan Yesus ? padahal Salomo & Natan adalah kakak beradik anak Daud. Mungkinkan secara biologi kakak beradik menurunkan satu sosok yg sama ?

· Kakeknya Yesus yaitu ayahnya Yusuf sebenarnya Yakub bin Matan (versi Matius) atau Eli bin Matat (versi Lukas) ? mungkinkah Yusuf memang punya dua bapak biologis ?. Mungkinkan dua sosok lelaki berbeda bisa punya satu sosok anak yang satu

· Ketika perbedaan versi silsilah ”tuhan” ini ditanyakan, umat Nasrani suka berkelit bahwa kedua versi silsilah itu berbeda karena yang satu adalah dari garis ayah yaitu Yusuf sedang versi satunya dari garis ibu yaitu Maria. Jelas bahwa jawaban itu hanya asal-asalan , ngawur, sekedar cari pembenaran bukan kebenaran. Alkitab/Bible/Injil mengatakan bahwa Yusuf & Maria bertunangan.. artinya Yusuf & Maria adalah 2 manusia yang hidup sejaman. Sedangkan 2 versi silsilah tersebut selisih / berjarak 15 generasi. Mana mungkin Yusuf & Maria bisa bertunangan kalau dua sejoli berjarak 15 generasi ? lagian kalau silsilahnya berdasar garis Maria, kenapa nama Maria tidak tercantum ?

· Nasrani meyakini bahwa Yesus adalah Putra Allah bahkan Allah itu sendiri, dilahirkan oleh perawan Maria, tanpa bapak biologis. Kenapa punya silsilah dari garis laki-laki ? Yang benar Yesus punya ayah biologis atau tidak ?

· Kalau Yesus itu Allah, berarti Allah punya silsilah ? Allah punya nenek moyang, kakek, bapak ?

· Dikisahkan dalam Bible bahwa Daud tergiur melihat Betsheba (istri dari prajuritnya) mandi, menidurinya hingga hamil & melahirkan Salomo. Agar bisa memperistri Betsheba maka Daud memerintahkan suami Betsheba maju perang agar terbunuh. Salomo sendiri anak hasil perzinahan Daud & Betsheba dikisahkan lebih mencintai 700 istri & 300 gundiknya daripada Allah. Masih banyak lagi kisah-kisah amoral yang dilakukan oleh oknum-oknum yang notabene menurut silsilah diatas adalah nenek-nenek moyang Yesus yang dianggap Anak Allah bahkan Allah sendiri. Pantaskah Yang Maha Mulia, Maha Suci menjadi keturunan dari manusia-manusia amoral ? Bukankah ini pelecehan, penghinaan , kekurang-ajaran luar biasa dari Gereja & umat Nasrani terhadap Tuhan ?

· Dalam Injil Lukas diceritakan bahwa Maria sedang mengandung janin Yesus ketika bertunangan dengan dengan Yusuf yang keturunan dari Raja Daud. Artinya Yesus bukanlah benih & bukan darah daging dari Yusuf. Kenapa kedua versi silsilah Yesus mencantumkan Yusuf yang bukan darah dagingnya ? ada kekeliruan ataukah kesengajaan yang tendensius ?

· Yesus digelari Mesias , Sang Juru Selamat. Sementara Bani Israil meyakini & menghendaki bahwa mesias yang mereka nanti-nantikan haruslah keturunan Raja Daud. Maka sangatlah patut diduga bahwa penyajian silsilah Yesus dalam Injil hanyalah rekayasa gereja agar Yesus bisa dikatakan sebagai keturunan Daud. Dengan demikian penyematan gelar Juru Selamat pada diri Yesus bisa diterima oleh bani Israel. Bahwa silsilah Yesus hanyalah rekayasa bukan wahyu dari Allah tampak dari pemaparan yang sangat tidak kredibel, berlepotan dengan begitu banyak kejanggalan yang begitu mencolok yang sangat terasa dipaksakan.

Bagaimana menguji & membuktikan bahwa suatu kitab suci bukan benar-benar dari sisi Allah telah diajarkan oleh Al Qur’an Surat An Nisa’ ayat 82 yang terjemahannya sbb : Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya.

Lalu apa vonis dari Allah bagi perekayasa kitab suci ? Lihat Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 79 yang terjemahannya sbb : Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

TABEL INJIL NASRANI VS INJIL ISLAM

Perihal

Injilnya Nasrani

Injilnya Yesus

(persepsi Islam)

Pengarang

Matius, Markus, Lukas, Yohanes

Allah

Kapan munculnya ?

Sesudah Yesus tiada

Dijaman Yesus hidup

Tercantum dlm Bible ?

Ya

Tidak

Diwartakan oleh Yesus ?

Tidak

Ya

Diwartakan umat Nasrani ?

Ya

Tidak

Namun demikian meskipun Bible terbukti hanyalah karangan manusia bukan murni wahyu Allah, isinya tidaklah 100% salah, sedikit banyak tetaplah ada jejak-jejak kebenaran dalam Bible karena meskipun banyak penyimpangan, penyelewengan bahkan pemalsuan ayat-ayat, tetaplah berakar dari ucapan maupun perilakuYesus yang juga Rasulullah

Bagaimana mengetahui ayat-ayat dalam Bible benar atau salah ? Allah Maha Sempurna telah melengkapi kita dengan Al Qur’an yang telah disahkan Allah menjadi Batu Ujian tolok ukur referensi menilai ayat-ayat kitab-kitab lain. Lihat QS Al Maa’idah ayat 46-50 terutama ayat 48 sbb : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Sebagai penutup coba perhatikan yang dicantumkan dalam Bible, Injil Matius pasal 15 ayat 9 yang mencoba menyajikan sabda Yesus sbb : Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar