Jumat, 14 Oktober 2011

Kristenisasi Makin Marak, FAPB Buka Kontak Center Anti Pemurtadan


BEKASI (voa-islam.com) – Kristenisasi yang semakin marak sekolah dasar Bekasi adalah sebuah kejahatan agama dan penjarahan akidah yang tidak bisa ditolerir. Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) membuka kontak center pengaduan kasus Kristen dan pemurtadan di Bekasi dan sekitarnya.

Setelah mendengar informasi adanya kristenisasi kepada siswa SD yang dilakukan oleh para misionaris berkedok Mobil Pintar, FAPB menelusuri beberapa sekolah dasar di kawasan Tambun Bekasi. Hasilnya cukup mencengangkan. Ada tujuh sekolah dasar yang dimasuki gerakan Kristen.

Selain SDN Mangunjaya 01, SDN Mangunjaya 05 dan SD Islam Al-Hikmah Mangunjaya seperti dilaporkan voa-islam.com sebelumnya, masih banyak sekolah yang dimasuki kristenisasi, di antaranya: SD Negeri Mekarsari 03, SDN Mekarsari 06, SDN Mekarsari 07 dan SDN Mekarsari 08.

“Hari ini FAPB menginvestigasi beberapa sekolah di Mekarsari, Tambun Kabupaten Bekasi. Masih banyak lagi SD Negeri yang disinggahi misionaris Mobil Pintar, tapi tidak sempat kami investigasi, karena hari Jum’at waktunya singkat,” ujar Abu Al-Izz, Ketua Umum FAPB kepada voa-islam.com usai investigasi.

Menanggapi banyaknya kasus yang dilakukan dengan modus yang sama ini, Abu Al-Izz menyatakan bahwa gerakan kristenisasi berkedok Mobil Pintar ini adalah penjarahan akidah yang massif dan kotor. “Ini bisa disebut penjarahan akidah yang menyasar anak-anak SD. Cara penyiaran agama Kristen ini jelas tidak elegan, kotor, tidak fair dan konyol,” kecamnya.

Untuk menghadap misi penjarahan akidah oleh misionaris Kristen, jelas Al-Izz, FAPB akan menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melacak siapa penyelenggara acara ini.

Para Kristen radikal yang melakukan kristenisasi berkedok Mobil Pintar itu, lanjutnya, tidak bisa ditolerir lagi karena tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun.

“Anak-anak itu adalah generasi dan aset umat Islam. Tapi mereka (para misionaris, red) malah sangat berambisi untuk bisa membaptis siswi yang pakai jilbab. Ini jelas bentuk kejahatan atas nama agama,” tandasnya.

Untuk itu, FAPB mengimbau agar umat Islam merapatkan barisan dan meningkatkan kewaspadaan dalam mendeteksi upaya-upaya pemurtadan dan kristenisasi yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Jangan sampai ada lapisan masyarakat kota Bekasi yang tidak menyadari ancaman dan bahaya penjarahan akidah. “Seluruh elemen, ormas dan masyarakat Bekasi harus memahami bahwa ancaman pemurtadan sudah nyata. Umat harus merapatkan shaff untuk menggagalkan segala upaya pemurtadan yang dilakukan oleh orang-orang kafir,” imbaunya.

Selain menyerukan perlawanan terhadap penjarahan akidah umat, FAPB juga mengimbau umat Islam agar meningkatkan kepedulian terhadap akidah umat dari bahaya pemurtadan. Menurutnya, kepedulian terhadap akidah umat adalah tanggungjawab keimanan. Karenanya, umat Islam harus menajamkan penglihatan terhadap ancaman pemurtadan, untuk memantau gerak-gerik misi Kristen baik Katolik maupun Protestan.

“Di manapun berada, orang Kristen harus diawasi. Pantau segala gerakan orang Kristen. Arahkan sorotan mata pada gerakan Kristen. Kepada orang kafir, prinsip umat Islam harus su’udzon, sampai mereka membuktikan keadilannya,”

FAPB akan memfasilitasi kontak center pengaduan untuk menampung laporan kasus kristenisasi dan pemurtadan. Bagi umat Islam yang mengetahui adanya kasus pemurtadan dan kristenisasi, silakan lapor ke FAPB: 0812.8190.8111, 0813.8123.2032 dan 0858888.44993. [taz]

Selengkapnya Lihat Situs website

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/10/14/16380/kristenisasi-makin-marak-fapb-buka-kontak-center-anti-pemurtadan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar