Rabu, 19 Oktober 2011

Pelajar Islam Bekasi Siaga Satu Hadapi Kristenisasi di Lingkungan Sekolah












BEKASI (voa-islam.com) – Pelajar Islam Bekasi menyatakan siaga satu menghadapi maraknya gerakan kristenisasi di SD Negeri dan SD Islam Bekasi dengan modus program edukasi dan motivasi yang mengatasnamakan Mobil Pintar. Padahal di kalangan pendidikan, program Mobil Pintar ini dikenal sebagai program gagasan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama komunitas SIKIB (Solidaritas Istri-istri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu).
Pernyataan itu disampaikan Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB), komunitas pelajar Muslim yang mengkonsentrasikan diri dalam pembentengan akidah pelajar dari bahaya pemurtadan dan gerakan kristenisasi di kawasan Bekasi.
Menurut GPAPB, kasus yang meresahkan kalangan pelajar tersebut merupakan hal pelanggaran peraturan yang berlaku di Indonesia bahwa dalam penyiaran agama, orang yang telah beragama dilarang menjadi objek penyiaran agama.






“Kita mengutuk atas peristiwa pemurtadan dengan modus training motivasi oleh oknum misionaris yang mengatasnamakan Mobil Pintar yang terjadi di beberapa SD Negeri dan SD Islam di Mangunjaya dan Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Tindakan ini menyimpang dari peraturan yang berlaku di Negara Indonesia,” jelas Abdul Malik Akbar, Ketua Umum GPAPB dalam rilisnya yang diterima voa-islam.com, Rabu (18/10/2011).
Untuk mengobati keresahan pelajar Islam Bekasi agar tidak meluas, GPAPB menuntut kepada seluruh pihak yang terkait untuk menindaklanjuti dan mengusut tuntas masalah tersebut. Pihak terkait yang dimaksud GPAPB antara lain UPTD Tingkat SD Tambun Selatan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan Polres Kabupaten Bekasi.
Selain itu, agar kasus ini tidak terulang, GPAPB meminta kepada UPTD Tingkat SD Kecamatan Tambun Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk mengawasi keadaan sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya.
Berkaca dari kecerobohan dan keteledoran pihak sekolah yang mengizinkan para misionaris menggelar acara pemurtadan berkedok Mobil Pintar, GPAPB menyerukan pihak sekolah agar waspada dan selektif melakukan kerjasama dengan pihak luar. “GPAPB menyerukan kepada pengurus sekolah dan para guru untuk berhati-hati dengan modus-modus seperti ini. dengan mengawasi dan bersifat selektif terhadap acara-acara yang diselenggarakan oleh pihak luar sekolah,” tegasnya.
Selain itu, GPAPB juga mengajak kepada ormas-ormas Islam di seluruh wilayah Bekasi baik Kabupaten maupun Kota, agar bekerjasama dengan pihak sekolah untuk siaga dan waspada terhadap gerakan pemurtadan di kalangan pelajar. “Pemurtadan di kalangan pelajar adalah hal yang sangat berbahaya bagi aqidah umat. Karena pelejar adalah generasi penerus umat pada nantinya,” tandasnya.
Dalam penutup pernyataan sikapnya, GPAPB mengutip Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”
Berdasarkan ayat tersebut, GPAPB mengimbau kepada orangtua siswa agar melakukan pembinaan dan pembentengan akidah anak-anak mereka ketika di rumah. Tindakan intensif oleh orangtua, ujar Abdul Malik, sanat diperlukan untuk keselamatan akidah dan akhlak siswa. “Kepada orang tua anak-anak Muslim seharusnya intensif dalam penguatan akidah dalam rangka membentengi anak dari kesesatan yang berakibat murtad,” tutupnya. [taz]

diambil dari Situs website
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/10/19/16435/pelajar-islam-bekasi-siaga-satu-hadapi-kristenisasi-di-lingkungan-sekolah/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar