Kamis, 29 Desember 2011

“ Membongkar Gerakan Salibis di Indonesia “



Oleh: Abu Jundulloh Muhammad Faisal, SPd. M.MPd

(Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB)

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalamu’alaikum Wr Wb

Sesungguhnya Segala puja dan puji hanya milik Alloh SWT Rabb semesta Alam dan tidak ada sekutu tandinganNya, kita memujinya dan kita patut menyembah kepadaNya jua, dan Shalawat serta Salam semoga tercurahkan kepada baginda Rasululloh SAW yang telah membawa umatnya dari zaman gelap gulita menuju zaman yang terang benderang dengan cahaya illahi Rabbi Alloh SWT, beserta Keluarganya, Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan pengikut setianya hingga akhir zaman, dan semoga saja kita termasuk didalamnya yang membela ajaran Rasululloh SAW hingga akhir zaman walau badai fitnah dan syubhat merajalela untuk memerangi musuh-musuh Alloh dan RasulNya. Amien Ya Mujibas Saliem.

“ Sesungguhnya Sebaik-baik Petunjuk adalah Kitabulloh Al-Qur’an, dan sebaik-baik petunjuk adalah Sunnahnya Rasululloh (HadistNya), dan setiap petunjuk yang tidak ada contohnya dari kami adalah perbuatan Bid’ah yakni tidak ada contoh sebelumnya dari Rasululloh, dan setiap yang tidak ada contohnya dari Rasululloh tempatnya ialah kekal di Neraka “. (HR. Muttafaq’ Alaih yakni Bukhari dan Muslim).

“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu “. {QS. Al-Baqarah (2): 120}.

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallohu’ Anhum, bersabda Rasululloh Shallallahu’ Alaihi wa Sallam: “ Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka “. (Hadish Shahahih Riwatat (HSR). Ahmad Juz.2/Hal.50, Abu Dawud No. 4031, Thabrani dari Hudzaifah, Ibnu Abi Syaibah, Mushannaf Kitabul Jihad dalam Kitab Shahihul Jami’, Karya: Syaikh Al-Muhadist Muhammad Nashiruddin Al-AlBani Rahimahulloh No. 2831 dan 6149).

Kristen (Nashrani) adalah agama yang paling agresif dalam hal menyebarkan keyakinannya. Segala cara dihalalkan dan ini sudah jadi rahasia umum. Dalam bahasa mereka biasa dikatakan, “ Selamatkan jiwa berapapun harganya ! “.

Kegigihan mereka memaksakan agamanya pada orang yang beragama lain berhubungan erat dengan keyakinan mereka bahwa Yesus Kristus akan datang jika Injil sudah diberitakan ke seluruh dunia. Maksudnya, Kristenisasi menjadi syarat mutlak akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya sebagai “ Tuhan “ sepenuhnya, bukan seperti pada yang pertama, 100 % “ Tuhan “ tapi 100 % juga manusia, sehingga mereka amat sangat merindukan kehadirannya, bahkan menjadi puncak kerinduan, harapan dan perjuangan di dunia ini.

PANDANGAN UMUM KRISTEN TENTANG ISLAM

Ada beberapa poin penting yang tercantum dalam doktrin gerakan kristenisasi:

Pertama, Tentang Persatuan Islam, Kardinal Simon berkata, “ Persatuan Islam menghimpun cita-cita umat Islam dan membantu melicinkan upaya untuk mendominasi Eropa. Maka gerakan kristenisasi adalah satu unsur yang sangat dominan untuk memecah gerakan Persatuan Islam. Untuk itu, kita harus membelokkan orientasi persatuan Umat Islam dengan gerakan kristenisasi “. Mr. Bills berkata, “ Agama Islam adalah sebuah benteng penghalang paling kokoh terhadap perjalanaan gerakan kristenisasi di Afrika “.

Kedua, Tentang Penyebaran Islam, Missionaris Nelson berkata, “ Pedang Islam satu demi satu telah menaklukkan bangsa-bangsa di Afrika dan Asia “. Lutfi Livonian, berkebangsaan Armenia, pengarang buku-buku Islam berkata, “ Sejarah Islam adalah sebuah cerita berseri yang mengerikan tentang pertumpahan darah, peperangan dan pembantaian “.

Ketiga, Tentang Muhammad, Addison berkata, “ Muhammad tidak mampu memahami agama Nashrani karena di dalam khayalnya hanyalah gambaran buram. Gambaran-gambaran ini menjadi pijakan agamanya (Islam) yang disebarkan kepada orang-orang Arab “. Missionaris Nelson beranggapan bahwa Islam itu jiplakan. Apa yang terbaik di dalm ajarannya adalah hasil adopsi dari ajaran Kristen. Sedangkan ajaran-ajaran lainnya merupakan jiplakan utuh atau sebagian dari berhalaisme/atheisme. Missionaris F.J Harber berkata, “ Muhammad pada hakikatnya adalah penyembah patung sebab persepsinya tentang Allah dalam kenyataannya hanya merupakan karikatur “.

Keempat, Tentang Ajaran Islam, Missionaris Henry Jesups berkata, “ Islam lebih banyak berpijak pada landasan hadist dari pada Al-Qur’an. Jika hadist-hadist yang palsu itu dibuang, maka Islam tak akan tersisa sedikitpun “. Ia juga menyatakan, “ Islam itu sangat dangkal. Wanita menurut Islam adalah budak “. Missionaris John Takly berkata, “ Kita harus memperlihatkan kepada orang bahwa yang benar di dalam Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang baru. Sedangkan yang baru di dalam Islam juga bukan sesuatu yang benar “.

KRISTENISASI DAN KONFERENSI INTERNASIONAL

Konfernsi adalah bagian terpenting gerakan kristenisasi dunia untuk menyatukan visi, gerakan dan rencana strategis lain. Dalam Konferensi Kairo tahun 1324 H/1906 M, Zwerner menyerukan agar diselenggarakan sebuah konferensi yang menghimpun organisasi-organisasi misi Kristen Protestan untuk memikirkan tentang penyebaran Injil di kalangan ummat Islam. Konferensi ini dihadiri oleh 62 orang anggota laki-laki dan perempuan. Zwerner sebagai pemimpin konferensi. Tahun 1328 H/1910 M diadakan konferensi misi Kristen Internasional di Edinburgh Scotland. Hadir 159 organisasi misi Kristen di dunia.

Konferensi misi Kristen di Lucknow, India tahun 1339 H/1911 M. Dalam konferensi ini Samuel Zwerner juga hadir. Setelah konferensi usai, semua peserta mendapat sebuah vandal kenang-kenangan. Pada satu sisi vandal itu tertulis: “ Kenang-kenangan Lucknow tahun 1911”. Pada sisi sebelahnya tertulis: “ Ya Allah! dunia Islam bersujud kepadanya lima kali dalam sehari semalam penuh khusyu’ pandanglah bangsa-bangsa Islam itu dengan penuh kasih. Ilhamilah mereka dengan kedamaian Yesus Kristus “. Konferensi Gereja Protestan tahun 1974 di Louzon, Swiss.

Konferensi Colarado 15 oktober 1978 tergolong konferensi paling berbahaya. Tema konferensi adalah Konferensi Amerika Selatan untuk mengkristenkan Ummat Islam. Pesertanya sekitar 50 orang mewakili organisasi-organisasi Kristen paling aktif di dunia. Konferensi ini berlangsung secara tertetup selama dua pekan. Dalam konferensi ini berhasil di buat satu strategi yang dirahasiakan karena dipandang sangat berbahya. Antara lain di putuskan anggaran biaya sebesar satu miliar dolar Amerika Serikat untuk program kristenisasi. Dana sebesar itu benar-benar terkumpul dan didepositokan di salah satu bank terbesar di Amerika Serikat. Pada bulan Oktober 1981 M didakan konferensi Internasional untuk kristenisasi di Swediaa di bawah pengawasan Dewan Federal Lutherian. Dalam konferensi dibahas hasil konferensi Louzon dan Colorado. Konferensi ini menelorkan sebuah kajian kristis tentang gerakan kristenisasi untuk kawasan negara-negara Pakistan, India dan Bangladesh. Gerakan kristenisasi dititik beratkan kepada Negara-negara dunia ketiga.

Sekarang ini di dunia terdapat lebih dari 220 ribu missionaries (137.000 Katholik dan 82.000 Protestan). Di Afrika saja terdapat 119.000 missionaris laki-laki dan perempuan. Anggaran mereka sebesar dua milyar dollar AS tiap tahun. Kristenisasi mulai bergerak setelah orang-orang Kristen mengalami kekalahan selama dua abad (1099-1254 M). mereka mengerahkan segala dana dan tenaganya dalam upaya menguasai Baitul Maqdis (Al-Aqsho Mosque), sekaligus merebutnya dari genggaman Ummat Islam. Pendeta Kristen Mibez berkata, “ Perang Salib yang telah dimulai missionaries-missionaris kita pada abad ke-17 M masih berlangsung sampai hari ini. pastur-pastur pria dan wanita Prancis masih banyak bertebaran di Timur “.

SEJARAH KRISTENISASI DI INDONESIA

Di Indonesia, Kristenisasi dirintis oleh para penjajah. Bermula dari Portugis yang merambah Indonesia bagian timur berhasil mengadakan persekutuan dengan kerajaan Ternate. Hubungan persekutuan dengan penguasa Islam ini tidak berlangsung lama karena Portugis tertangkap basah melakukan Kristenisasi terhadap penduduk yang lemah dan Portugis sendiri tidak berlaku sopan. Perjuangan Portugis dilanjutkan seorang berkebangsaan Spanyol bernama Santo Francis Xavier yang memprakarsai suatu perubahan yang tetap terhadap Indonesia Timur. Xavier sebagai seorang missionaries melakukan misi Kristenisasi di antara orang-orang Ambon, Ternate dan Morotai (Moro).

Pada tahap pertama, misi ini berhasil memurtadkan 10.000 orang di Ambon dan Ternate. Dalam rentan waktu tidak lebih dari 30 tahun jumlah tersebut membengkak menjadi 50.000-60.000 orang. Seiring waktu, secara esrapet Kristenisasi diteruskan oleh penjajah Inggris dan Belanda hingga menjalar ke seluruh daerah di Indonesia.

TAKTIK BARU

Pada tahun 2005, pihak Kristen melakukan sebuah maneuver terbaru yang mereka sebut dengan GERAKAN PENUAIAN JIWA DAN TRANSFORMASI TAHUN 2005-2020. Gerakan ini adalah proyek pemurtadan besar-besaran dengan skala Internasional. Dapat disimpulkan bahwa dari berbagai gerakan kekristenan sejak awal sampai saat ini, khususnya Indonesia, maka gerakan GERAKAN PENUAIAN JIWA DAN TRANSFORMASI adalah yang paling berbahaya karena beberapa sebab:

1. Gerakan ini bukan lni bukan lagi angan-angan, konsep atau wacana.

2. Gerakan ini memiliki target, dan untuk mencapai target itu mereka cenderung melakukan berbagai cara.

3. Suatu gerakaan yang untuk pertama kali dapat mempersatukan langkah mayoritas berbagai sekte atau aliran kekristenan di dunia.

4. Menumbuhkan kesadaran tinggi agar kekuatan ekonomi dan politis makro tetap dalam genggaman mereka. Rumusan dasar-dasarnya adalah gerakan ini takkan berhasil bila keadaan target pemurtadan maju, kuat dan makmur.

5. Oleh komunitas Kristiani, Indonesia dijadikan wilayah pertahanan syaithan terakhir yang terbesar. Mereka sebut Jendela 10/40, istilah lainnya pertahanan syaithan (kekuasaab kegelapan) yang terakhir. Jendela 10/40 meliputi negara-negara Benua Asia, Afrika dan sebagian Eropa yang terletak antara 10 sampai 40 derajat lintang utara.

Di Indonesia, tahun 2005 dijadikan sebagai tahun persiapan dan ditargetkan keberhasilan dari gerakan ini akan diraih pada tahun 2020. Pdt. Dr. Jeff Hammond, MTh. Dalam bukunya “ TRANSFORMASI INDONESIA “ mengatakan, “ Pasca peristiwa G30S/PKI, terjadi masa kairos (masa panen) di Indonesia sehingga dalam 6 tahun (1965-1971) ada lebih dari 7 juta orang di pulau Jawa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat (murtad). Fokus pada tahun 2005 sebagai awal tahun tuaian (pemurtadan), dan tahun 2020 sebagai tahun pengenapan Amanat Agung (penyebaran Injil ke seluruh penjuru dan membabtis atas nama Tuhan Yesus) di Indonesia berangsur-angsur berubah dari impian menjadi realita “.

MASA PANEN

Mereka akan selalu memanfaatkan keadaan lemah dari suatu masyarakat atau bangsa di mana pun berada. Ketika tembok Berlin runtuh, Eropa Timur termasuk Rusia dengan paham Komunisnya mulai kehilangan pamor, maka daerah-daerah tersebut menjadi terbuka untuk Injil dan orang-orang Kristen dari Barat pun datang membanjiri wilayah ini. saat ini keadaan Umat Islam di Indonesia yang putus asa, kesulitan, kehilangan kepercayaan kepada pemimpin dan berbagai kondisi buruk lainnya, mermbuat mereka percaya diri. Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Gembala Sidang (pimpinan) Gereja Kristen Perjanjian Baru, mengatakan, “ Indonesia merupakan ladang yang sedang menguning (siap dimurtadkan), yang besar tuaiannya! Ya, Indonesia siap mengalami TRANSFORMASI yang besar. Hal ini bukan suatu kerinduan yang hampa, namun suatu pernyataan iman terhadap janji firman Tuhan. Dengan memeriksa firman Tuhan, kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa Indonesia memiliki pra-kondisi yang sangat cocok bagi tuaian besar yang Tuhan rencanakan “.

KONSOLIDASI UMAT

Di nerbagai daerah, umat Kristiani mengadakan konser doa bersama dan puasa nasional. Didatangkanlah pendeta-pendeta ternama, termasuk seorang Missionaris dari Amerika, Rev. Suzette Hattingh. Di senayan, Jakarta, 12-16 Mei 2003 merupakan konsolidasi terbesar yang berhasil di lacak dalam rangka persiapan memasuki masa transformasi. Di hadiri oleh kurang lebih 80.000 umat kristiani dan lebih dari 10.000 pemimpin Kristiani dari berbagai negara seperti: India, Malaysia, Korea dan Amerika. Acara ini sempat menimbulkan heboh “ Pemberkatan Gus Dur “, dimana dalam sambutannya Gus Dur menyambut baik gerakan transformasi ini. kegiatan serupa terus diagendakan sampai tahun 2005 dengan maksud untuk membakar semangat umat Kristiani. Memasuki tahun 2005, gong awal gerakan transformasi dimulai.

PERSIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA

Setelah Perang Dunia II berakhir, Jendral McArthur, Panglima perang Amerika, tiba di Jepang dan melihat bahwa kepercayaan masyarakat kepada agama Shinto dan kaisar Hirohito sudah hancur. Sang Jendral langsung mengirim pesan kepada para pemimpin gereka di Amerika yang berbunyi, “ Kirimkan seribu orang missionaries kepada saya, maka bangsa Jepang akan menjadi bangsa Kristen “. Tetapi iman gereja menjadi lumpuh karena ketakutannya terhadap reaksi masyarakat Jepang setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Masa kairos sekali lagi berlalu begitu saja dan kini bangsa Jepang menjadi salah satu bangsa yang paling sulit dijangkau Injil. Pdt. Ir. Rachmat T.Manulang, Ketua Jaringan Do’a Nasional, berkata: “ Tuhan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada orang Kristen dan China, karena pada waktu Soeharto menjadi Presiden, ia begitu dekat dengan orang Kristen dan China. Kesempatan demi kesempatan diberikan kepada orang Kristen supaya bangsa ini menjadi bangsa yang MENGENAL TUHAN, TAPI ORANG Kristen dan gereja tidak siap. Sehingga pada tahun 1990an, Soeharto melirik kelompok lain (Islam). Sejak saat itulah gereja dan China dikejar-kejar. Puncaknya adalah kerusuhan yang terjadi di Jakarta, 13 Mei 1998.

Berkaca dari kegagalan sejarah dimana tuaian berlimpah tapi karena kekurangan penuai, akhirnya tuaian itu menjadi “ busuk ” tidak bisa dipanen, Pdt. Dr. bambang Widjaja dalam buku “ TRANSFORMASI INDONESIA “ menjelaskan, “ Petani yang bijaksana, saat melihat tuaian sudah di ambang pintu, ia akan merasa perlu menyiapkan tenaga penuai sebanyak-banyaknya karena ia tidak menginginkan hasil ladangnya sia-sia. Itulah sebabnya, tidaklah mengherankan apabila Tuhan Yesus Kristus berkata: “ Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah pada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu “. Jika selama ini yang kita dengar hanya pendeta, missioanaris atau orang-orang tertentu saja yang menjalankan misi pengkristenisasian, maka dengan lahirnya gerakan TRANSFORMASI ini banyak gereja secara aktif menjadikan semua jemaatnya menjadi tenaga penuai atau pekabar baik. Bahkan dalam salah satu ritual ibadahnya, mereka menamakan “ IBADAH TUAIAN RAYA “ ini bermaksud memberikan semangat kepada jemaatnya agar memiliki jiwa yang sama untuk memurtadkan Islam, sebagai contoh kudu diwaspadai Gereja/Lembaga OIKOU MENE > Organisasi Pembabtis di Indonesia dan GEREJA BAPTIS INDONESIA Grogol > Basis Pemurtadan Umat Islam.

Di antara persiapan SDM lainnya adalah dengan mendirikan Sekolah Tinggi Internasional Harvest (Harvest Internatioanal Teologi Seminari), dimana lembaga ini bekerja sama dengan 2000 Gereja di Indonesia, untuk mendirikan Sekolah Alkitab di dalam Gereja. Dalam sebuah brosur tertulis: “ Paket ini dibagikan gratis dengan jaminan bagi 2000 Gereja local untuk mempersiapkan 200.000 pemimpin perintis gereja dan kelompok sel bagi TUAIAN BESAR ABAD 21 “. Mereka juga mengadakan pelatihan-pelatihan khusus guna mencetak kader-kader penuai yang handal dan bermental baja. Forum Arimatea, sebuah lembaga yang berusaha membentengi umat Islam dari kristenisasi mendapat bukti di lapangan yang menunjukkan kegiatan ini, diantaranya pelatihan yang diselenggarakan oleh Gereja Oikou mene Indonesia (GKOI)-sebuah organisasi gabungan berbagai gereja-di Hotel Griya Astoeti, Jl. Raya Puncak, Cisarua, Bogor, pada tanggal 11-12 Juli 2003 dengan tema acara: “ Kesatuan Gereja Oikou Mene Indonesia membawa TRANSFORMASI bangsa ini “.

Pada 10-13 September 2003, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) juga menggelar acara serupa dengan tema: “ Pewartaan kabar baik Indonesia 2003 “, yang dihadiri oleh berbagai pemimpin gereja dari seluruh Indonesia. Selain itu didirikan pula tempat khusus untuk menggembleng jiwa dan semangat. Salah satu contoh adalah Rumah Do’a Emalta. Dalam brosur atau iklan rumah do’a tersebut tertulis: SASARAN, “ Memulihkan gereja dan umat Tuhan, serta mempersiapkan umat Tuhan menjadi TENTARA ALLAH yang tangguh untuk madzab do’anya dari kesatuan tubuh Kristus untuk menghadapi kebangunan rohani besar, TUAIAN BESAR dan GONCANGAN BESAR di Indonesia “.

TRANSFORMASI DI TINGKAT PEMERINTAHAN

Dari banyak media dan tulisan, umat Kristiani berambisi menguasai posisi kunci di pemerintahan. Sebagai minoritas tentu mereka seharusnya instropeksi diri. Namun fakta kembali berbicara lain, di Kalimantan Tengah, walau menurut sensus 1998 memiliki kompisisi sebagai berikut:

Ø Islam = 71, 20 %

Ø Protestan = 14, 17 %

Ø Katholik = 2, 40 %

Ø Hindu = 12, 05 %

Ø Budha = 0, 14 %

Ø Lain-lain = 0, 04 %

Tapi Gubernur, Kapolda, Danrem, Ketua DPRD dan kurang lebih 85 % pejabat eselon dibawahnya dijabat Kristiani. Bahkan sampai Camat dan Kepala Desa kurang lebih 75 % juga dijabat Kristiani. Demikian pula di Ibukotanya, Palangkaraya, hampir memiliki kompisisi yang sama.

APLIKASI LAIN GERAKAN TRANSFORMASI

Mereka sadar bahwa transformasi akan sukses jika sesui dengan master plan, yaitu di gerakkan oleh gereja lokal (Pdt. Eddy Leo, M,Th). Karenanya tidak ada jalan lain selain memperbanyak jumlah gereja diberbagai wilayah, walau jemaatnya Cuma satu dua. Berdasarkan data yang didapat oleh Forum Arimatea jumlah gereja pada tahun 1977 mencapai 23.911. kemudian pada tahun 2004 meningkat tajam menjadi 56.382 atau sekitar 284%. Bandingkan dengan tingkat pertumbuhan masjid pada kurun waktu yang sama hanya sekitar 64,22%. Forum Arimatea juga mempunyai 30 bukti praktek Kristenisasi dalam rupa tulisan, seperti buku saku yang mereka sebarkan di komunitas Islam, baik yang dibuat gereja lokal, ataupun dibuat oleh lembaga Internasional. Juga mereka membagikan secara gratis jutaan buku yang telah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, yang berjudul “ THE FINAL SIGN “ karya Peter Youngren. Isinya tentang pelajaran mengenai tuaian akhir zaman. Semacam buku pedoman bagi para pekerja tuaian (pemurtadan). Pembagian buku ini dibawah pengawasan WORLD IMPACT MINISTRIES AND THE GLOBAL HARVEST FORCE, yang akan memobilisasi 10 juta pekerja tuaian, yaitu missionaries khusus untuk pemurtadan akhir zaman ini (Meraih Kemenangan di Daerah Musuh, Pdt. Dr. Larr Keefauver).

Masih dari hasil investigasi Forum Arimatea, selama 2 tahun terakhir, dari sekian banyak murtadin (orang yang murtad) yang turut terjun pada kegiatan pemurtadan ini, Pdt. Drs. Yesaya Pariadji lah yang paling banyak menelan korban. Pendiri dan pemimpin Gereja Tiberias yaitu gereja besar yang paling banyak cabangnya ini sanggup memurtadkan rata-rata lima orang tiap bulannya. Umumnya melalui cara “ Keajaiban “ Pengobatan atau Pembagian Sembako serta Sekolah/beasiswa yang mereka selenggarakan. Demikian juga gerejanya sangat aktif melakukan misi penginjilan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sekian Risalah singkat ini, Fastabiqul Khoirot (mari kita berlomba dalam kebajikan), semoga dapat bermanfaat. Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab, Nuun Walqolami’ wamaa’ Yasthuruun, Subhanakallohhumma’ Wabihamdhikaa’ Ashadu’ala ilaahaa’ illa Anta Astaqfirukaa Wa’athubuh ilaa’ikaa. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien. Tulisan ini diambil dari berbagai Sumber…

“ Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri “.{QS. Al-Maa’idah (5): 82}

Catetan:

Untuk menyelamatkan Aqidah Umat Islam dari usaha Pemurtadan adalah:

1) MARI SATUKAN LANGKAH KITA UNTUK MENGHADANG GERAKAN PEMURTADAN DAN KRISTENISASI.

2) MARI TINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYYAH DAN PERKUAT AQIDAH ISLAM.

3) DAN LAKSANAKAN LIMA TUGAS MUSLIM, YAKNI:

1. WAJIB MENGKAJI ISLAM.

2. WAJIB MENGAMALKAN ISLAM.

3. WAJIB MENGAJARKAN ISLAM.

4. WAJIB MEMPERJUANGKAN ISLAM.

5. WAJIB MEMBELA ISLAM.

Lihat Hal. 78 dalam Buku Membongkar Gerakan Pemurtadan Umat Islam Dokumen Kristenisasi, Penulis: Ustadz Drs. Abu Deedat Syihab, MH, Terbitan: Pustaka Tazkia Az-Zahra, Jakarta.

Wallohu’ Ta’ala a’lam bish Showab. Washallallaahu’ ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahhbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil’ Alamien.

Bumi Alloh Azza Wa Jalla yang penuh Fatamorgana,

Muhammad Faisal, SPd, M.MPd (Abu Jundulloh al-Jawy alBantani)

Seorang Hamba yang selalu mengharap Ridho Rabb-Nya

Ucapan terimakasih Penulis kepada Alloh SWT yang Utama, Bapak Penulis Drs. Ir. H. Subo Sukamto, MM dan ibu tercinta Penulis Hj. Nuryaningsih, SPd juga Keluarga Besar Penulis baik di Bekasi, Purworejo, Palembang, (Semoga Alloh menjaga dan selalu melindungiNya), Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Penulis waktu kuliah di Kampus Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten tercinta Bapak Ust. Moechidin, SAg, MPd, waktu S1 Kuliah, Guru Agama dan Pembimbing Penulis Ust. Drs. H. Hartono Ahmad Jaiz (Pakar Aliran dan Paham Sesat di Indonesia dari Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam {LPPI} Pusat, Jakarta), Ust. Anung Al-Hamat, Lc (Dosen Perguruan Tinggi Al-Islam, Bekasi), Ust. Drs. Bernard Abdul Jabbar, MPd (Pakar Kristologi dari Hizb Dakwah Islam), Ust. H. Abu Hamzah Agus Hasan Bashori, Lc, MAg (Pimred Majalah Qiblati, Dosen PAI Universitas Muhammadiyah Malang {UMM}), Ust. H. Abu Mu'adz Achmad Rofi’i, Lc, M.MPd (Pembina Ormas Islam An-Najat, Indonesia dan Pimpinan Ponpes Islam Al-‘Itishoom, Karawang), Ust. H. Farid Ahmad Okbah, Lc, MA (Pimpinan Yayasan Islamic Center Al-Islam, Bekasi), Ust. Dr. H. Adian Husaini, MA (Ketua DDII {Dewan Dakwah Islam Indonesia} Pusat, Jakarta), Kang Amru, Lc (Pemimpin Redaksi Majalah Islam An-Najah), Ust. Abu Al-'Izz, Lc (Ketua Front Anti Pemurtadan Bekasi/FAPB), Bapak Moelyadi Samuel dan Akh Adrian juga Akh Widhi, Mas Ades Satria (Tim Redaksi Situs Islam Voice Al-Islam {VOA-ISLAM}), KH. Drs. Abdul Rauf HM (Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Kota Bekasi), Abang H. Shalih Mangara Sitompul, SH, MH (Sekjen Kongres Umat Islam Bekasi {KUIB}), Ust. H. Drs. Abu Deedat Syihab, MH (Ketua Umum Tim FAKTA Pusat {Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan}), kelima kawan setia penulis Ust. Abdul Qadir al-Javania, Mas Adi Kusuma Al Bakasy, Akh Mashuri, Bpk. Asep as-Sundawy dan Akh Arief Abu Dzar, Rekan-rekan seperjuangan Penulis di Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB), juga adik-adik Penulis di Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan (GPAPB), asisten Penulis Akhi Muhammad Badarrudin dan Akhi Puji Raharjo, (Semoga Alloh menjaga Mereka dan melindungi mereka), kawan baik penulis di Situs website www.ansharullah.com yakni Akhi Hanif Abdullah serta Risalah mulia ini Penulis persembahkan bagi kedua adik Penulis Rahmadan Yoga Baskoro dan Siti Fatmawati yang penulis cintai agar mereka tidak terjerumus kedalam lumpur dosa dan masksiat terhadap pribadi, Keluarga dan masyarakat begitupun kepada penulis pula dan Keluarga, dan semoga saja tulisan ini dapat bermanfaat bagi umat Islam yang haus kepada ilmu Syari’ah (Agama) yang mulia. Baraakallohu’ fiik (Semoga Alloh berikan BarakahNya pada kita). Amien Ya Mujibas Sa’ilin. Allohu Akbar...

Kunjungi Situs Kami di http://fapbekasi.multiply.com/ http://gerakanpelajarantipemurtadan.blogspot.com/ Grup FB (Facebook) Pelajar Melawan Pemurtadan (PMP) serta Forum Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) Silahkan anda sebarluaskan Tulisan ini kepada saudara Muslim lainnya dan tidak boleh merubah atau mengedit isi tulisan ini tanpa izin dari Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar