Rabu, 02 Mei 2012

Mendatangkan Penghujat Syariat Dinilai Melecehkan Umat Islam



shoutussalam.com Rencana kedatangan tokoh feminis dan praktisi Lesbian asal Kanada, Irshad Manji mulai mendapat reaksi. Penulis buku “Kritik Terhadap Studi Al-Qur'an Kaum Liberal” Fahmi Salim, MA menyatakan bahwa mendatangkan Irshad Manji ke Indonesia jelas melecehkan umat Islam.
Pria yang juga Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini secara pribadi berpendapat, kehadiran Irshad Manji ke Indonesia itu jelas untuk kampanye paham lesbian.
“Secara pribadi saya berpendapat, kedatangan seorang yang jelas-jelas menghujat syariah dengan kampanye lesbianisme di negeri Muslim terbesar di dunia adalah bentuk pelecehan terhadap akidah, syariah dan akhlak umat Islam,” ujarnya.
Lebih jauh menurutnya, lembaga-lembaga pendidikan baik seperti UIN dan UMS yang mengusung nama Islam di belakangnya, tidaklah pantas memberi ruang atau panggung bagi tokoh yang menurutnya dikenal penyebar ajaran lesbianisme di tubuh kaum Muslim. 
“Atau jangan-jangan paham multikulturalisme yang menyejajarkan Islam dengan ajaran-ajaran menyimpang dan memberinya ruang yang sama di tengah publik, sudah dipeluk oleh elit lembaga Islam, sehingga Islam harus berdamai dengan ajaran dan paham-paham menyimpang yang jelas merusak syariah Islam.”
Lebih jauh dalam pesannya yang dikirim ke redaksi, pria lulusan Universitas Al Azhar, Mesir ini menasehati lembaga-lembaga Islam yang berniat mengundang atau memberi tempat Irshad Manji dengan mengutip sebuah hadits dari Nabi.
"Siapa yang menghormati pelaku/penyebar bid'ah maka berarti dia telah membantu menghancurkan Islam,"
Demikian pesan Fahmi Salim mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani.
Pemikiran Irshad Manji sebenarnya sangatlah dangkal. Ketika dia menjalankan Islam, dia berpikir liar dan bebas. Sebutan dalam bahasa jawa “sak karepe dewe” (semaunya sendiri-red) alias “mbergudhol” (tidak mau ikut aturan)
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji direncakan akan datang ke Jakarta dalam rangka diskusi dan bedah buku “Allah, Liberty and Love" yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama penerbit Renebook pada hari Sabtu, 5 Mei 2012, pukul 18.00 - 21.00 WIB.
Selain akan berdiskusi di Sekretariat AJI Jakarta, Jalan Kalibata Timur IVG No. 10, Kalibata, Jakarta Selatan, Manji juga akan berdiskusi bertema “Menggugat Normativitas Tubuh dan Seksualitas: Iman, Cinta dan Kebebasan” di Balai Soedjatmoko, Selasa 8 Mei, Jam 17.00-20.00 yang diselenggarakan Jurnal Perempuan.
Kehadiran Irshad Manji ini diselenggarakan dalam rangka tur kampanye “Iman, Kebebasan dan Cinta” di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai penulis buku “The Trouble with Islam Today” karyanya yang mengkritisi syariah dan hukum Allah.
(jeko/AbuJundullah)
intro 
Rencana kedatangan tokoh feminis dan praktisi Lesbian asal Kanada, Irshad Manji mulai mendapat reaksi. Penulis buku “Kritik Terhadap Studi Al-Qur'an Kaum Liberal” Fahmi Salim, MA menyatakan bahwa mendatangkan Irshad Manji ke Indonesia jelas pelecehan terhadap umat Islam.
tag
Irshad Manji, kalibata, jakarta, aji, the trouble with islam today, allah, liberty, love, kritik terhadap syudi alquran kaum liberal, fahmi salim, uin, ums,universitas al-azhar, imam thabrani, lesbian, feminis, bid'ah, 








shoutussalam.com Rencana kedatangan tokoh feminis dan praktisi Lesbian asal Kanada, Irshad Manji mulai mendapat reaksi. Penulis buku “Kritik Terhadap Studi Al-Qur'an Kaum Liberal” Fahmi Salim, MA menyatakan bahwa mendatangkan Irshad Manji ke Indonesia jelas melecehkan umat Islam.
Pria yang juga Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini secara pribadi berpendapat, kehadiran Irshad Manji ke Indonesia itu jelas untuk kampanye paham lesbian.
“Secara pribadi saya berpendapat, kedatangan seorang yang jelas-jelas menghujat syariah dengan kampanye lesbianisme di negeri Muslim terbesar di dunia adalah bentuk pelecehan terhadap akidah, syariah dan akhlak umat Islam,” ujarnya.
Lebih jauh menurutnya, lembaga-lembaga pendidikan baik seperti UIN dan UMS yang mengusung nama Islam di belakangnya, tidaklah pantas memberi ruang atau panggung bagi tokoh yang menurutnya dikenal penyebar ajaran lesbianisme di tubuh kaum Muslim. 
“Atau jangan-jangan paham multikulturalisme yang menyejajarkan Islam dengan ajaran-ajaran menyimpang dan memberinya ruang yang sama di tengah publik, sudah dipeluk oleh elit lembaga Islam, sehingga Islam harus berdamai dengan ajaran dan paham-paham menyimpang yang jelas merusak syariah Islam.”
Lebih jauh dalam pesannya yang dikirim ke redaksi, pria lulusan Universitas Al Azhar, Mesir ini menasehati lembaga-lembaga Islam yang berniat mengundang atau memberi tempat Irshad Manji dengan mengutip sebuah hadits dari Nabi.
"Siapa yang menghormati pelaku/penyebar bid'ah maka berarti dia telah membantu menghancurkan Islam,"
Demikian pesan Fahmi Salim mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani.
Pemikiran Irshad Manji sebenarnya sangatlah dangkal. Ketika dia menjalankan Islam, dia berpikir liar dan bebas. Sebutan dalam bahasa jawa “sak karepe dewe” (semaunya sendiri-red) alias “mbergudhol” (tidak mau ikut aturan)
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji direncakan akan datang ke Jakarta dalam rangka diskusi dan bedah buku “Allah, Liberty and Love" yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta bersama penerbit Renebook pada hari Sabtu, 5 Mei 2012, pukul 18.00 - 21.00 WIB.
Selain akan berdiskusi di Sekretariat AJI Jakarta, Jalan Kalibata Timur IVG No. 10, Kalibata, Jakarta Selatan, Manji juga akan berdiskusi bertema “Menggugat Normativitas Tubuh dan Seksualitas: Iman, Cinta dan Kebebasan” di Balai Soedjatmoko, Selasa 8 Mei, Jam 17.00-20.00 yang diselenggarakan Jurnal Perempuan.
Kehadiran Irshad Manji ini diselenggarakan dalam rangka tur kampanye “Iman, Kebebasan dan Cinta” di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai penulis buku “The Trouble with Islam Today” karyanya yang anti syariah dan hukum Allah.

(jeko/AbuJundulloh)

Info Lengkap Lihat Situs yang dikelola Mahasiswa Islam Yakni di Website:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar