Rabu, 25 Juli 2012

Tinggal Bersama Keluarga-keluarga Amerika, Hukum Orang Kafir Menyentuh Al-Qur’an Terjemah

https://encrypted-tbn0.google.com/images?q=tbn:ANd9GcSmA16xbbCjY4SwKZE3X46F6BiQIGdctqOgsPh2eSpN1bJBL2R4o5c6_F4 




Penjelasan Penting Tentang: Tinggal Bersama Keluarga-keluarga Amerika, Hukum Orang Kafir Menyentuh Al-Qur’an Terjemah
Oleh
Al Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta, KSA/Kerajaan Saudi Arabia
(Lembaga Komisi Tetap Riset dan Fatwa)

Pertanyaan
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal ifta ditanya : Bolehkah tinggal bersama keluarga-keluarga berkebangsaan Amerika untuk mengambil manfaat bahasa dari mereka?
Jawaban.
Sebaiknya seorang muslim tinggal dengan sesama muslim, karena berbaur dengan orang-orang kafir dikhawatirkan terjadinya fitnah dan tumpulnya jiwa pada segi agama atau malas melaksanakan kewajiban Islam dan kebaikan-kebaikan yang disunnahkan. Maka selama seorang muslim menjauhi mereka semampunya, tentu akan lebih memelihara agamanya dan menyelamatkan akhlaknya. Tapi jika terpaksa harus tinggal dengan keluarga-keluarga, hendaknya dengan keluarga-keluarga muslim dengan menghindari campur baur dengan wanita-wanita yang bukan mahromnya. Tidak boleh tinggal bersama keluarga-keluarga kafir yang di dalamnya terdapat laki-laki dan perempuan, karena biasanya kaum perempuan mereka tidak menutup aurat dan tidak menjaga kehormatan. Tentu saja dalam hal ini terkandung bahaya besar yang bisa mendorong kepada perbuatan keji dan rusaknya moral.
Kebutuhan untuk mengambil manfaat belajar bahasa dari keluarga-keluarga kafir amerika atau lainnya tidak bisa menjadi alasan untuk berbaur dengan keluarga-keluarga tersebut, karena sebenarnya ia punya porsi yang cukup untuk mempelajari bahasa di sekolah khusus dan latihan bicara dengan teman-temannya tanpa harus tinggal bersama keluarga-keluarga kafir.
Hanya Allah-lah yang mampu memberi petunjuk. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluaga dan para sahabatnya.
[Fatawa Islamiyyah, Al-Lajnah Ad-Da’imah, Ad-Da'wah, 1/90]
HUKUM ORANG KAFIR MENYENTUH AL-QUR’AN TERJEMAH
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya memiliki Al-Qur’an dengan terjemahannya berbahasa Inggris, bolehkah disentuh oleh orang kafir?
Jawaban
Tidak apa-apa terjemahan Al-Qur’an berbahasa Inggris itu atau bahasa-bahasa lainnya disentuh oleh orang kafir, karena terjemahan itu merupakan tafsiran makna-makna Al-Qur’an, jika disentuh oleh orang kafir, atau oleh orang yang tidak suci, maka itu tidak apa-apa, karena terjemahan itu tidak ada hukumnya di dalam Al-Qur’an, hukumnya sama dengan buku tafsir, buku-buku tafsir boleh disentuh oleh orang kafir atau oleh orang yang tidak suci, demikian juga buku-buku hadits, fiqih, bahasa arab dan sebagainya. Wallahu waliyut taufiq.
[Majalah Al-Buhuts Al-Istamiyyah (45), Syaikh Ibnu Baz, hal. 115]
BOLEHKAH MENGIRIM MUSHAF VIA POS KE NEGARA-NEGARA KAFIR
Oleh
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan.
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Iifta ditanya : Saya seorang petugas ekspedisi musiman. Di negeri ini ada orang-orang asing dan juga lainnya yang datang ke kantor dengan membawa amplop (paket) yang di dalamnya terdapat mushaf ukuran sedang, mereka hendak mengirimkannya ke negara-negara non Arab, terutama negara-negara kafir. Apakah boleh mengirimkan Al-Qur’anul Karim ke negara-negara tersebut, sementara disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, riwayat dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bepergian dengan membawa Al-Qur’an ke negeri musuh [1]?
Jawaban.
Alhamulillah, segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Wa ba’du.
Jika pengirim mushaf itu seorang muslim, maka tidak apa-apa dikirimkan, baik itu ke negara Arab ataupun lainnya, baik negera tujuannya itu berpenduduk muslim atau pun non muslim. Sebab pada dasarnya, sebagaimana disebutkan, tidak disentuh oleh tangan orang-orang kafir, karena mushaf itu tidak dikirimkan kepada mereka sehingga tidak dikhawatirkan. Kecuali jika yang ditujunya itu seorang muslim yang berada di negeri perang, atau tidak terjaminnya mushaf dari perampasan orang-orang kafir dari tangan si penerima atau petugas pengiriman, maka mushaf itu tidak boleh dikirimkan kepadanya, hal ini sebagai pelaksanaan hadits yang disebutkan dalam pertanyaan.
Hanya Allah lah yang kuasa memberi petunjuk, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da' imah, fatwa nomor 3497]
MENEMPATKAN BUKU-BUKU YANG MENGANDUNG AYAT-AYAT AL-QUR’AN DI HADAPAN ORANG-ORANG NASHRANI
Oleh
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta
Pertanyaan.
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal ifta ditanya : Apakah boleh saya menempatkan buku-buku yang mengandung ayat-ayat yang mulia yang mengupas tentang keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tertulis dengan bahasa Arab beserta terjemahannya berbahasa Inggris di hadapan orang-orang Nashrani?
Jawaban
Ya, anda boleh menempatkan di hadapan mereka buku-buku yang mengandung ayat-ayat Al-Qur’an untuk dijadikan dalil hukum-hukum, tauhid dan sebagainya, baik itu yang berbahasa Arab maupun terjemahannya. Bahkan anda pantas mendapat ucapan terima kasih karena telah menempatkan itu di hadapan mereka atau meminjamkannya kepada mereka untuk dipelajari, karena hal ini merupakan salah satu bentuk dakwah ke jalan Allah dan pelakunya mendapat pahala jika ia ikhlas dalam melakukannya.
[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah, juz. 2, hal. 75]
https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTd4zOW22IlvM4uhKjH0JS0PTJbu9CJvJJaijgstDdGpCJmp1El 
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq-Jakarta]
_______
Footnote
[1]. HR. Al-Bukhari dalam Al-Jihad (2990), Muslim dalam Al-Imarah (1869).

1 komentar:

  1. Mohon ditanggapi blog http://islamexpose.blogspot.com karena telah menggoyahkan keislaman saya..

    BalasHapus