Kamis, 06 September 2012

Renungan: Mr. JERRY D GRAY (Penulis Buku, Muallaf ex USA Navy )

(Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan/GPAPB News)
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSadChV3bI80_HIsfS9YLE2qN_3BjNY7BYO6VojeHwG10IrKlSvZQ
Mr. Jerry D Gray (Abdurrahman)      

Sejak kecil sampai sebelum pergi ke Arab, saya tidak pernahbertemu Muslim, mendengar suara adzan atau pun melihat masjid. Meskipundemikian saya berkeyakinan bahwa Yesus bukan anak Tuhan. Pada usia 12tahun saya sudah berpikir tentang Tuhan. Umur 14, sudah mulai malas kegereja.


Saya malas pergi ke sana karena tempat itu tidak dapat menghilangkandahaga saya tentang Tuhan. Saya bosan setiap kali datang selaludisuguhi dengan banyak ucapan haleluya. Padahal yang saya butuhkanadalah pencerahan siapa itu Tuhan dan kejelasan misi hidup saya didunia ini untuk apa.

Saya percaya adanya Tuhan dan mau masuk surganya Tuhan. Tapi dari agamaini saya mencium something wrong karena saya harus meyakini Yesussebagai anak Tuhan. Untung saja nenek di rumah sering banyak ceritatentang Tuhan, sehingga saya lebih suka mendengarkan nenek. Selama sayabelajar agama kepadanya, ia tidak pernah bilang bahwa Yesus adalah anakTuhan. Namun sebaliknya, di gereja saya selalu disalahkan, karena tidakmau mengakui Yesus sebagai anak Tuhan.

Kalau Yesus menjadi anak Tuhan, mengapa Musa, Ibrahim dan Adam tidakmenjadi anak Tuhan? Padahal, kalau mau, justru Adamlah yang palingberhak menjadi anak Tuhan karena dia tidak punya ibu dan bapak.Keyakinan saya bertambah setelah membaca kisah Musa yang memaksa inginmelihat Tuhan.

Musa akhirnya dibolehkan melihat sedikit cahaya Tuhan dari gununggranit yang sangat gelap. Baru saja merefleksikan sedikit cahaya Tuhan,langsung gunung itu goyang-goyang dan sangat menyilaukan, Musa punpingsan. Berdasarkan kisah itu, kalau benar Yesus anak Tuhan, pastiorang yang melihat Yesus bakal mati atau pingsan. Ini kan tidak,berarti Yesus bukanlah anak Tuhan!


Hampir Nangis

Saya selalu berdoa agar saya diberi petunjuk yang benar tentang Tuhan.Usai mengikuti wajib militer di angkatan udara, saya ditawari menjadimaintenance pesawat pribadi Raja Fadh di Jeddah, Arab Saudi. Saya tolakkarena saya takut dibunuh orang Islam. Lebih baik saya menganggur.

Saya tinggal di dalam mobil di ujung satu dermaga di Hawaii. Setiaphari mancing. Bila dapat ikan, saya makan, bila tidak saya kelaparan.Paling hanya minum dari kran air putih yang ada di situ.

Enam bulan begitu terus. Pernah tiga hari berturut-turut saya tidakmakan sama sekali, hanya minum saja karena tidak dapat ikan. Tapi sayatidak mau bunuh diri. Saya menangis, memohon, agar Tuhan memberikanjalan keluar.

Namun tawaran tersebut datang lagi. Saya mengira Tuhan telah marahkepada saya. Karena saya tidak mendapatkan pekerjaan lain, malahdisuruh ke Arab. Akhirnya teman memberikan saran kepada saya untukmenerima tawaran itu. Saya pun berangkat ke sana.

Di Jeddah saya melihat kejadian-kejadian yang sangat luar biasa, yangsangat berbeda dengan bayangan saya sebelumnya. Ternyata orang Islambegitu taat kepada Tuhannya dan baik kepada saya. Ketika mendengaradzan mereka langsung meninggalkan aktivitasnya untuk segera shalat.

Begitu juga ketika saya ke toko emas. Saya dengar adzan. Pintu tokoemas terbuka. Padahal di toko tersebut tidak ada orang. Siapa pun yangberniat mencuri emas, akan sangat mudah mengambilnya. Tapi kok inidibiarkan? Saya berdiri saja di depan toko itu menunggu penjual emasmuncul.

Setelah adzan, jalanan mendadak sepi dari lalu lalang manusia. Penjagakeamanan tidak ada. Paling sekali-kali saya melihat polisi menegurbeberapa orang yang sedang lewat untuk segera shalat.

Tak lama kemudian, pemilik toko itu datang dan berkata “Mengapa tidakmasuk?” Saya jawab, “Tidak mau”. “Kenapa tidak mau?” tanyanya. “Sayatakut disangka maling, nanti tangan saya dipotong,” jawab saya karenasetahu saya orang yang mencuri tangannya akan dipotong. Biasanya orangbule yang datang ke Jeddah diundang untuk menyaksikan pemotongan tanganbagi pencuri setiap Jum'at siang.

“Masuk saja, karena semua ini adalah Allah yang punya, bukan punyasaya,” kata pemilik toko itu. “Apa pun, kamu perlu, ambil! Mungkin kamulebih membutuhkan itu daripada saya?” lanjutnya. Ia mengatakan bahwasemua itu milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

Saya terharu dan mau menangis mendengar ucapan yang tulus itu. Sayasangat ingin punya iman seperti itu. Dengar adzan dia shalat. Orang maumengambil atau tidak mengambil hartanya, dia tidak ada masalah. Yangpenting ketika Allah menyuruh shalat dia berangkat shalat dan semuahartanya itu dia pasrahkan kepada Allah.


Masuk Akal

Peristiwa itu membuat saya jadi tertarik untuk mengetahui agama Islamlebih lanjut. Saya jadi banyak diskusi tentang Islam. Termasuk denganAhmad, salah seorang anggota Angkatan Udara Arab Saudi. Saya diberinyaAlquran dengan terjemah bahasa Inggris.

Ia tunjukkan ayat yang menyatakan Isa anak Maryam adalah hamba danutusan Allah, bukan anak Allah. Ahmad menyebut Isa itu adalah nama laindari Yesus, sedangkan Maryam sebutan lain dari Bunda Maria.

Kurang lebih tiga ayat saya baca. Saya tidak kuat lagi meneruskanmembacanya, karena saya mau menangis. Saya tidak mau menangis di depanorang. Saya sangat yakin, inilah jawaban dari Tuhan. Rupanya sayadisuruh ke Jeddah itu bukan karena Tuhan marah, tapi karena Tuhanmengabulkan doa saya.

Kemudian temannya Ahmad, yang bernama Rosyid datang ke rumah. Diamemberi tahu bahwa di salah satu masjid di Jeddah malam itu dimulailagi sekolah Islam yang menggunakan bahasa Inggris.

“Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang Islam datanglah ke masjidtersebut, nanti saya antar,” kata Rosyid. Di sekolah itu terjadilahdiskusi. Hati saya berdecak kagum. Luar biasa, pintar sekali guru ini.Semua yang dia katakan masuk akal. Argumennya begitu spiritually andlightening.

Dia mengatakan bahwa Tuhan itu satu bukan tiga, semua adalah ciptaanTuhan dan bergantung kepada Tuhan. Tuhan tidak beranak tidak pula punyaorangtua. Tidak ada yang dapat menyerupai Tuhan. Serta manusia hidup didunia ini untuk mengabdi kepada Tuhan saja. Belum satu jam pun diskusi,sebenarnya hati saya sudah menerima Islam. Hanya saja saya belum maumenyatakan pada guru.

Malam itu saya tidak bisa tidur. Terus merenungkan ucapan guru.Akhirnya di hari ketiga saya putuskan masuk Islam. Saya ucapkan duakalimat syahadat. Setelah itu guru berdiri dan cium pipi kanan kirisaya. Guru mengajak semua orang yang ada di situ antre untukcipika-cipiki saya. Saya kaget mendapat perlakuan itu. Kemudian sayamengerti bahwa itu adalah ungkapan senang luar biasa dari sesama Muslim.

Biodata

Nama : Jerry Duane Gray
Nama Panggilan Sekarang setelah Islam: Abdurrahman                                
Lahir : 24 Sept 1960 di Wiesbaden, Jerman. Umur 3 tahun pindah ke Amerika
Pendidikan : Insinyur Penerbangan Universitas Hawaii, Amerika.
Mualaf : Masuk Islam dan naik haji (1984)
Istri : Ratna Komala (orang Garut)
Anak : Adam Kusuma Gray (8 tahun)

Pengalaman Kerja
1978-1982 : Angkatan Udara Amerika Serikat.
1982-1984 : Maintenance pesawat pribadi Raja Fadh di Jeddah, Arab Saudi.
1978-1984 : Mendapat 30 ijazah menyelam dan instruktur selam internasional.
1985-kini : Pindah ke Jakarta. Wartawan lepas, membuat foto/video pemandangan bawah laut, dan penulis buku.

Created By:
Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi/GPAPB  diBawah Naungan FAPB/Front Anti Pemurtadan Bekasi                                                                     

1 komentar:

  1. Tiadalah semua itu memang sudah menjadi kehendaknya.. Hidayah itu memang tidak datang dengan sendirinya tanpa adanya usaha.. kau sekarang adlah saudaraku Abdurrahman..

    BalasHapus